Sains
Senin, 2 Februari 2026 13:06 WIB

SpaceX ajukan 1 juta satelit untuk bangun pusat data AI di orbit

SpaceX resmi mengajukan permohonan ambisius kepada FCC untuk meluncurkan hingga 1 juta satelit baru.
Ilustrasi: Pinterest

SpaceX resmi mengajukan permohonan ambisius kepada FCC untuk meluncurkan hingga 1 juta satelit baru. Tujuan utamanya bukan sekadar menyediakan internet, melainkan membangun pusat data orbital raksasa yang akan menopang kebutuhan komputasi kecerdasan buatan (AI) di masa depan.

Kenapa ini penting: Elon Musk ingin memindahkan beban energi masif dari komputasi AI di Bumi ke luar angkasa. Dengan memanfaatkan tenaga surya di orbit, SpaceX mengklaim solusi ini lebih efisien dan murah untuk mengatasi krisis energi yang kini menghantui industri AI. Namun, skala proyek ini, yang 100 kali lipat jumlah satelit yang ada saat ini, berpotensi membuat orbit Bumi semakin padat.

Detail strategi: Dokumen pengajuan yang terungkap oleh PCMag menyoroti beberapa poin teknis utama:

  • Tenaga surya: Semua satelit akan bergantung penuh pada tenaga matahari, sehingga biaya operasional dan pemeliharaan bisa ditekan.
  • Kondisi orbit: Satelit akan ditempatkan dalam lapisan orbit sempit, masing-masing membentang hingga 50 km.
  • Kapasitas: Infrastruktur ini akan didedikasikan khusus untuk menyediakan kapasitas komputasi bagi beban kerja AI yang terus meningkat.

Angka penting

  • 1 juta: Jumlah satelit yang diajukan dalam proposal baru.
  • 9.600: Jumlah satelit Starlink aktif di orbit per 30 Januari 2026.
  • 11.000: Total satelit Starlink yang sudah diluncurkan sejauh ini (termasuk yang tidak lagi aktif).

Tantangan regulasi: Meski ambisius, FCC kemungkinan besar tidak akan memberikan izin penuh. Lembaga ini punya rekam jejak memangkas permintaan SpaceX. Contohnya, pada 2020 SpaceX meminta izin untuk 30.000 satelit tambahan, tetapi yang disetujui hanya 7.500 unit, sebagaimana dilansir dari Engadget.

Pengajuan besar ini muncul bersamaan dengan kabar bahwa Musk sedang menyiapkan SpaceX untuk IPO. Menjual visi “infrastruktur AI luar angkasa” bisa menjadi cara untuk mendongkrak valuasi perusahaan dan menarik minat investor.

Pax insight

Jika berhasil, SpaceX akan menjadi pionir dalam membangun pusat data AI di luar angkasa, memanfaatkan energi surya dan mengurangi beban energi di Bumi. Namun, jika izin tidak diberikan penuh atau proyek gagal, rencana ini bisa menjadi risiko finansial besar. Apa pun hasilnya, langkah ini menunjukkan ambisi Musk untuk menjadikan SpaceX bukan hanya perusahaan roket, tetapi juga pemain utama dalam ekosistem AI global.