Para ilmuwan dari Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) berhasil mengembangkan teknologi baru yang membuat layar OLED dua kali lebih efisien dalam memancarkan cahaya, tanpa mengubah bentuk datarnya yang menjadi keunggulan utama, dilansir dari Digitaltrends. Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Nature Communications dan menunjukkan bahwa layar OLED bisa lebih terang tanpa membuat baterai cepat habis.
Keunggulan utama OLED adalah kemampuannya memancarkan cahaya sendiri, berbeda dengan LCD yang butuh lampu latar. Setiap piksel OLED adalah sumber cahaya kecil yang bisa dikontrol secara mandiri. Hal ini memungkinkan pengaturan kecerahan dan kontras yang sangat presisi, menghasilkan warna lebih hidup dan hitam yang pekat.
Namun, selama ini cahaya internal yang hilang membatasi peningkatan kecerahan OLED. Tim KAIST yang dipimpin Profesor Seunghyup Yoo menemukan desain baru yang bisa memaksimalkan keluarnya cahaya dari tiap piksel.
Berbeda dengan desain lama yang menganggap OLED seolah tak terbatas, pendekatan baru ini memperhitungkan ukuran piksel nyata di layar. Hasilnya, lebih banyak cahaya bisa keluar meski ukuran piksel tetap sama.
Selain itu, tim menciptakan struktur khusus bernama near-planar light coupling yang membantu cahaya keluar lebih efisien ke arah depan tanpa menyebar terlalu luas. Struktur ini sangat tipis: mirip dengan ketebalan susunan mikrolens yang ada, namun efisiensinya mendekati lensa hemisferis dengan ukuran serupa.
Dengan menggabungkan desain OLED baru dan struktur near-planar light coupling, para peneliti berhasil menggandakan efisiensi cahaya bahkan pada piksel kecil. Artinya, layar bisa lebih terang dengan daya yang sama, sambil tetap mempertahankan bentuk datar khas OLED.
Teknologi ini juga diharapkan membuat baterai perangkat lebih awet dan mengurangi panas berlebih pada smartphone maupun tablet. Selain itu, daya tahan layar juga diperkirakan meningkat.
Dampak praktisnya cukup besar: perangkat mobile bisa memiliki layar lebih terang dengan konsumsi daya sama atau lebih rendah. Hal ini akan memperpanjang masa pakai baterai dan mengurangi panas, sehingga pengalaman pengguna jadi lebih nyaman.
Pax Insight
Desain OLED baru dari KAIST menunjukkan bahwa dengan optimasi sistematis pada cara cahaya keluar dan efisiensi tiap piksel, OLED bisa menyamai kecerahan LCD sambil tetap unggul dalam efisiensi daya dan fleksibilitas bentuk. Ini menandakan teknologi OLED semakin matang dan mampu mengatasi batasan lama antara kecerahan dan konsumsi energi yang dulu dianggap tidak bisa dihindari.



