Sains
Senin, 2 Februari 2026 14:04 WIB

Blue Origin hentikan wisata luar angkasa, fokus ke misi Bulan

Blue Origin resmi menghentikan layanan wisata luar angkasa komersialnya setidaknya selama dua tahun ke depan.

Blue Origin resmi menghentikan layanan wisata luar angkasa komersialnya setidaknya selama dua tahun ke depan. Perusahaan milik Jeff Bezos ini memutuskan untuk mengalihkan seluruh sumber daya dan fokusnya demi mengembangkan pendarat bulan berawak untuk mendukung misi NASA.

Kenapa ini penting: Langkah ini merupakan perubahan strategi yang mendesak. NASA saat ini membutuhkan opsi pendaratan yang andal untuk misi Artemis III, yaitu misi pertama yang akan membawa manusia ke permukaan Bulan. Keputusan ini muncul setelah rival utama Blue Origin, SpaceX, mengalami serangkaian penundaan akibat kegagalan uji coba roket Starship, sebagaimana dilansir dari Engadget.

Detail perubahan

  • Misi: Awalnya, Blue Origin hanya dikontrak untuk misi Artemis V, yakni mengantar astronot dari stasiun Gateway ke Kutub Selatan Bulan. Namun, kini peran mereka diperluas sebagai solusi alternatif untuk Artemis III agar tenggat waktu tetap tercapai.
  • Tekanan politik: Pemerintahan Trump menargetkan pendaratan di Bulan harus terjadi sebelum masa jabatan presiden berakhir. Hal ini menambah tekanan bagi NASA dan kontraktor seperti Blue Origin untuk mempercepat pengembangan teknologi.

Rekam jejak New Shepard

Sebelum dihentikan sementara, roket wisata New Shepard telah mencatat prestasi yang cukup signifikan:

  • 37 kali terbang dan mendarat dengan sukses.
  • 98 penumpang telah dibawa ke garis Karman, termasuk tokoh terkenal seperti Jeff Bezos sendiri, aktor William Shatner, dan penyanyi Katy Perry.

Dampak keputusan: Bagi para miliarder dan penumpang yang sudah mengantre tiket wisata luar angkasa, pintu kini tertutup rapat. Namun, bagi Blue Origin, ini adalah pertaruhan reputasi terbesar. Mereka harus membuktikan bahwa mampu bersaing dengan SpaceX dalam perlombaan mengembalikan manusia ke Bulan.

Pax insight

Keputusan Blue Origin menghentikan wisata luar angkasa menunjukkan betapa seriusnya mereka dalam mengejar misi Bulan. Dengan fokus penuh pada pengembangan pendarat berawak, perusahaan ini berusaha menjawab kebutuhan mendesak NASA sekaligus membuktikan diri sebagai pesaing utama SpaceX. Jika berhasil, Blue Origin tidak hanya akan memperkuat posisinya di industri luar angkasa, tetapi juga mencatat sejarah sebagai perusahaan yang ikut membawa manusia kembali ke permukaan Bulan.