Sains
Jumat, 9 Januari 2026 17:02 WIB

Tiongkok bangun mesin gravitasi super kuat 1.900 kali Bumi

Tiongkok kembali mencetak sejarah dengan membangun mesin sentrifugal hipergravitasi raksasa.
Sumber: Xinhua

Tiongkok kembali mencetak sejarah dengan membangun mesin sentrifugal hipergravitasi raksasa di bawah tanah yang mampu memodelkan skenario dengan gaya gravitasi hingga 1.900 kali kekuatan gravitasi Bumi. Mesin revolusioner ini disebut mampu menciptakan kondisi ekstrem yang membuka peluang penemuan fenomena maupun teori baru dalam sains, dilansir dari New Atlas.

Mesin bernama CHIEF1900 ini dikembangkan oleh Shanghai Electric Nuclear Power Group sebagai bagian dari Fasilitas Percobaan Hipergravitas Sentrifugal dan Interdisiplin Tiongkok (CHIEF). Dengan kapasitas 1.900 g-ton, CHIEF1900 melampaui pendahulunya, CHIEF1300, yang mulai beroperasi pada September 2025 dengan kemampuan 1.300 g-ton. Artinya, mesin terbaru ini sekitar 46 persen lebih kuat.

Menurut Chen Yunmin, ilmuwan kepala CHIEF sekaligus profesor di Universitas Zhejiang, tujuan utama fasilitas ini adalah menciptakan lingkungan eksperimen yang dapat mencakup rentang waktu dari milidetik hingga puluhan ribu tahun, serta skala dari atom hingga kilometer, baik dalam kondisi normal maupun ekstrem. Dengan cara ini, ilmuwan dapat mempercepat simulasi fenomena fisik jangka panjang atau berskala besar yang sulit dilakukan di dunia nyata.

Kedua mesin sentrifugal, CHIEF1300 dan CHIEF1900, digunakan untuk memodelkan gravitasi intens yang mampu “memampatkan” waktu dan skala percobaan. Teknologi ini memungkinkan simulasi fenomena seperti integritas struktural bendungan, dampak gempa bumi, tanah longsor, hingga penyimpanan limbah nuklir. Dengan meningkatkan gravitasi efektif, peneliti dapat mempercepat proses puluhan tahun stres geologis atau material menjadi hanya beberapa jam.

CHIEF1900 dipasang 15 meter di bawah Universitas Zhejiang di Hangzhou untuk mengurangi gangguan getaran. Sistem pendingin berbasis vakum serta ventilasi udara bertekanan tinggi digunakan untuk mengatasi panas ekstrem yang dihasilkan oleh mesin berkecepatan tinggi ini.

Fasilitas hipergravitas ini menelan biaya sekitar 285 juta dolar AS (sekitar 4,56 triliun rupiah) dan diharapkan menjadi pusat penelitian internasional. Tim Tiongkok bahkan mengundang ilmuwan dari seluruh dunia untuk memanfaatkan teknologi ini, menjadikannya mercusuar kolaborasi global.

Pax Insight

Pembangunan CHIEF1900 menunjukkan komitmen besar Tiongkok dalam investasi sains fundamental, menempatkan negara tersebut sebagai pemimpin dalam penelitian material dan geomekanika. Lebih dari sekadar pencapaian teknologi, fasilitas ini juga menjadi simbol strategi jangka panjang Tiongkok untuk membuka akses riset mutakhir bagi komunitas ilmuwan global, sekaligus memperkuat posisi negara melalui kepemimpinan sains sebagai bentuk soft power.