Sains
Selasa, 3 Februari 2026 11:09 WIB

Tenaga nuklir untuk kapal kargo semakin dekat lewat proyek NuProShip II

Norwegian University of Science and Technology (NTNU) memimpin proyek ambisius bernama NuProShip II.
Sumber: New Atlas

Norwegian University of Science and Technology (NTNU) memimpin proyek ambisius bernama NuProShip II yang tengah mengembangkan reaktor nuklir modular kecil (SMR Generasi IV) khusus untuk kapal komersial besar, mulai dari tanker minyak hingga kapal kargo.

Kenapa ini penting: Industri pelayaran saat ini menyumbang sekitar 3% emisi global, dan angka ini diperkirakan bisa naik hingga 10% pada 2030. Sementara bahan bakar hijau alternatif seperti amonia atau hidrogen masih sulit didapat dan harganya mahal, tenaga nuklir menawarkan solusi nol emisi yang lebih ekonomis dan siap digunakan tanpa membebani jaringan listrik darat, sebagaimana dilansir dari New Atlas.

Teknologi yang dikembangkan

Proyek ini menggunakan kapal demonstrasi Vard 3 sepanjang 120 meter sebagai uji coba. Konsepnya menghadirkan sejumlah inovasi radikal:

  • Mudah dipasang: Reaktor dirancang sebagai modul mandiri yang bisa dipasang di kapal baru atau di-retrofit ke kapal lama tanpa perlu membongkar ruang mesin secara besar-besaran.
  • Bahan bakar: Menggunakan partikel uranium berlapis keramik yang tahan suhu ekstrem lebih dari 1.600°C dan bersifat self-regulating, sehingga jauh lebih aman dibanding reaktor konvensional.
  • Anti panas: Pendingin helium digunakan alih-alih air atau garam cair, untuk meminimalkan risiko reaksi berbahaya jika terjadi kontak dengan air laut.

Angka penting

  • 15–45 MW: Daya panas yang dihasilkan per modul reaktor.
  • 5 tahun: Interval pengisian bahan bakar, bahkan bisa dirancang untuk seumur hidup kapal tanpa isi ulang.
  • Jarak tak terbatas: Kapal dapat beroperasi terus-menerus tanpa perlu mengisi bahan bakar fosil.

Tantangan: Meski teknologinya menjanjikan, hambatan terbesar ada pada infrastruktur dan regulasi. Galangan kapal membutuhkan fasilitas khusus untuk penanganan limbah nuklir, dan desain reaktor harus terbukti aman dalam skenario ekstrem seperti kebakaran besar, tabrakan, hingga tenggelam di dasar laut.

Apa kata industri: “Kapal bertenaga nuklir bukan lagi sekadar visi, melainkan solusi teknis yang layak,” kata Henrik Burvang dari Vard, menegaskan bahwa pemilik kapal mulai serius mempertimbangkan opsi ini.

Pax insight

Proyek NuProShip II menunjukkan bahwa tenaga nuklir berpotensi menjadi jalan paling murah dan efisien menuju pelayaran hijau. Dengan teknologi modular, bahan bakar TRISO, dan pendingin helium, solusi ini bisa melewati hambatan suplai yang dihadapi bahan bakar alternatif seperti metanol atau hidrogen. Jika berhasil, kapal kargo masa depan dapat beroperasi tanpa emisi sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil.