Rating
Ringkasan Review
Setelah digunakan selama beberapa hari, Galaxy A27 5G menunjukkan kalau perangkat ini mengutamakan kestabilan penggunaan jangka panjang dibanding mengejar performa tertinggi di kelasnya. Ditambah fitur AI seperti Circle to Search dan Voice Transcription, Galaxy A27 menawarkan pengalaman yang terasa lebih modern dibanding generasi sebelumnya. Pendekatan tersebut membuatnya cocok bagi pengguna yang menginginkan smartphone awet untuk dipakai bertahun-tahun, meski harus menerima kompromi pada kemampuan fast charging dan sertifikasi proteksi yang terbatas di IP64.
Kelebihan Samsung Galaxy A27 5G
- Dukungan 6 generasi update OS dan 6 tahun pembaruan keamanan, memastikan perangkat aman dan relevan hingga tahun 2032.
- Performa tangguh serta efisien berkat Snapdragon 6 Gen 3 (4nm) dan RAM LPDDR5X.
- Deretan fitur AI yang hampir mirip dengan seri di atasnya seperti seperti Voice Transcription, Circle to Search 3.0, serta pilihan GenAI Gemini, Perplexity, dan Bixby.
- Desain lebih modern berkat Infinity-O (punch-hole), bukan lagi waterdrop notch seperti Galaxy A26.
Kekurangan Samsung Galaxy A27 5G
- Pengisian daya relatif tidak spesial karena masih memakai fast charging 25W.
- Kemampuan kamera pendukung, seperti lensa ultra-wide 5MP dan makro 2MP, terasa biasa saja.
- Sertifikasi ketahanan air yang standar, karena hanya mengantongi sertifikasi IP64, belum IP68 seperti seri di atasnya.
Spesifikasi Samsung Galaxy A27 5G
- Layar: 6,7” FHD+ Super AMOLED, Infinity-O Display, Refresh Rate 120 Hz
- Chipset: Snapdragon 6 Gen 3 (4nm) Octa-Core (4x 2,4GHz + 4x 1,8GHz)
- Memori: LPDDR5X
- Kamera Belakang: Utama 50 MP (OIS) + Ultra-Wide 5 MP + Makro 2 MP
- Kamera Depan: 12 MP
- Baterai dan Pengisian: 5.000 mAh dengan 25W Fast Charging
- Software: One UI 8.5 berbasis Android 16 dengan dukungan hingga 6 kali pembaruan OS
- Proteksi: Sertifikasi IP64
- Warna: Black, Blue, dan Light Pink
- Harga: Rp 5.299.000 (RAM 6GB/128GB), Rp 6.299.000 (RAM 8GB/256GB)
Desain

Galaxy A27 5G membawa penyegaran visual yang signifikan dibandingkan pendahulunya Galaxy A26. Perubahan paling mencolok langsung terlihat pada bagian depan, karena Samsung akhirnya mengadopsi Infinity-O Display untuk pertama kalinya di Galaxy A2 Series.
Pengalaman kami saat menjelajah layarnya terasa jauh lebih luas dan imersif berkat panel Super AMOLED 6,7 inci, serta refresh rate 120Hz yang terbilang responsif untuk scrolling harian.
Galaxy A27 5G ini juga memiliki siluet yang lebih modern dan proporsional. Meski bezelnya masih cukup tebal, ukuran di tiap-tiap sisinya tidak jauh berbeda, sehingga tidak terlalu timpang. Bodinya pun tidak terlalu tebal dengan bobot yang cukup ringan sekitar 200 gram, sehingga memberikan kesan yang mantap di genggaman.
Kesan modern ditunjukkan pula di frame kamera belakang yang sekarang tampil mirip dengan model HP premium Samsung. Pada sisi bodi bagian kanan, ada tombol power yang berfungsi sebagai pemindai sidik jari untuk membuka layar perangkat, serta tombol volume.
Sementara di bagian bawah, ada port USB Type-C yang didampingi speaker. Lalu, di bagian kiri bodi, ada slot kartu SIM dan micro SD hingga 2TB. Sebagai proteksi, Samsung menyertakan sertifikasi IP64 yang membuatnya tahan debu dan cipratan air, tapi belum sepenuhnya tahan perendaman air seperti seri di atasnya yang memiliki sertifikasi IP68, bahkan jika dibandingkan Galaxy A26.
Performa

Dapur pacu Galaxy A27 5G ditenagai chipset Qualcomm Snapdragon 6 Gen 3 (4nm) yang dipadukan dengan arsitektur memori hemat daya RAM LPDDR5X. Unit yang kami uji merupakan varian RAM 8GB dengan memori internal 256GB.
Saat kami uji untuk kebutuhan harian, eksekusi aplikasi smartphone terasa responsif. Membuka aplikasi, seperti YouTube, game, atau aplikasi streaming musik bisa dilakukan dengan lancar, tanpa kendala berarti.
Untuk konsumsi konten, baik video maupun audio, kami merasa Galaxy A27 bisa melakukannya dengan cukup baik. Namun perlu diingat, smartphone ini hanya memiliki satu speaker. Jadi, meski keluaran audionya cukup kencang, pengalaman stereo sound tidak bisa didapatkan di perangkat ini.
Saat diuji menggunakan sejumlah aplikasi benchmark, hasil Galaxy A27 5G juga terbilang solid. Salah satunya saat menggunakan Geekbench 6, smartphone ini berhasil mencatatkan skor Single-Core hingga 999 dan Multi-Core menembus 3.037 poin.
Selain itu, saat diukur menggunakan AnTuTu, skornya berhasil menyentuh angka 900 ribuan. Lalu, ketika diuji produktivitas hariannya dengan menggunakan PCMark Work 3.1, ponsel ini meraih skor puncak 13.944.
Di sisi lain, pengujian 3DMark Wild Life menggunakan API Vulkan menembus skor puncak di angka 3.551 poin. Sementara itu, pada uji Wild Life Stress Test selama 20 siklus berturut-turut, Galaxy A27 5G mencatatkan tingkat stabilitas performa sebesar 74,8 persen dengan skor Lowest Loop 2.658 dan Best Loop di 3.551.
Selain performanya yang solid, manajemen termalnya pun terbilang baik. Selama pengujian AnTuTu dijalankan, suhu baterai terbukti hanya mengalami kenaikan minimal sebesar 1,1°C. Bahkan saat digempur stress test 3DMark selama 20 menit penuh, suhu bodi luar perangkat mampu ditahan dengan ketat di kisaran 41°C hingga 42°C saja.

Ketika diajak bermain game, kami juga tidak menemui kendala berarti. Kami mencoba memainkan beberapa judul game mobile di Galaxy A27 5G, seperti PUBG Mobile, Asphalt Unite, hingga Garena Delta Force. Hasilnya, semua game itu bisa dijalankan dengan baik.
Saat memainkan game PUBG Mobile, kami mencoba memainkan game ini dalam pengaturan grafis high. Selama permainan, performa frame rate-nya memang berfluktuasi di rentang 44 hingga 56 fps, tapi masih sangat nyaman dimainkan.
Dalam durasi permainan sekitar 30 menit, baterai Galaxy A27 berkurang sekitar 9 persen, dengan suhu yang masih terjaga. Lalu, kami juga mencoba untuk memainkan game Garena Delta Force di pengaturan grafis HD dan frame rate tinggi.
Dengan pengaturan tersebut, game ini memang masih bisa berjalan dengan baik, dengan mencatat sekitar 30-44 fps. Namun, ketika terjadi pertempuran besar dengan banyak aset visual, mulai terasa ada patah-patah ringan.
Ketika diajak untuk bermain selama kurang lebih 30 menit, baterai smartphone ini berkurang sekitar 8 persen. Suhunya pun mulai sedikit lebih tinggi, tapi dalam batas yang masih bisa ditolerir.
Dibekali baterai 5.000mAh, performa baterainya juga bisa diandalkan untuk kebutuhan sehari-hari. Dalam pemakaian normal, seperti bermain game, browsing, mengambil konten foto, hingga menonton video, dari jam 9 pagi hingga 9 malam, sisa baterai ini masih bertahan sekitar 25 persen dari kondisi awal 90 persen.
Sementara dari pengujian PCMark Battery Test, Galaxy A27 5G mampu bertahan di kisaran 12 jam. Namun yang perlu jadi catatan mungkin kemampuan pengisian dayanya yang masih dipertahankan di 25W. Selama pemakaian, pengisian daya baterai mulai dari 20 persen hingga 100 persen membutuhkan waktu sekitar 70-80 menit.
Kamera

Sektor fotografi jadi salah satu daya tarik utama berkat kehadiran kamera utama 50 MP yang sudah dilengkapi dengan Optical Image Stabilization (OIS). Saat kami uji dalam kondisi siang hari, hasil kamera Galaxy A27 mampu memperlihatkan detail arsitektur gedung, tekstur jalan, hingga pepohonan tertangkap dengan sangat tajam dan bersih.
Pemrosesan HDR bekerja solid, memastikan area langit yang terang tidak mengalami overexposure, sedangkan area shadow pada bangunan tetap mempertahankan detail yang jelas. Distorsi pada garis bangunan juga tergolong minim dan terkontrol dengan baik.
Lensa ultra-wide 5MP juga mampu diandalkan untuk mengambil foto dalam sudut super lebar, tanpa memberikan efek lengkung yang berlebih. Namun, lensa makronya memang terasa sebagai pelengkap yang mungkin tidak akan banyak digunakan dalam pemakaian sehari-hari.
Sementara untuk hasil foto malam harinya, Galaxy A27 5G memiliki tingkat noise di area langit gelap yang terpantau cukup terkontrol tanpa menghilangkan detail utama. Manajemen cahaya seperti lampu jalan dan papan reklame LED juga sangat baik, terbaca jelas tanpa mengalami efek blooming atau glare berlebihan.
Software
Galaxy A27 5G langsung menjalankan One UI 8.5 berbasis Android 16. Seperti diketahui, pengalaman memakai One UI besutan Samsung membuat navigasi terasa fluid, bersih, dan intuitif.
Tak hanya itu, Samsung juga membekali sejumlah fitur AI untuk mendukung pemakaian sehari-hari penggunanya. Meski belum selengkap saudaranya, beberapa fitur AI yang dibenamkan seperti Circle to Search untuk pengenalan multi-objek harus diakui cukup membantu.
Fitur ini membantu terutama ketika ingin mencari jenis atau brand pakaian yang sedang dipakai orang lain atau model yang ada di media sosial, tanpa perlu mencari satu persatu. Cukup lingkari keseluruhan subjek, dan Google akan memberikan informasi masing-masing objek yang sedang dipakai.
Integrasi AI juga membantu saat mencari foto yang ada di Gallery. Cukup mengetikkan kategori gambar yang ingin dicari, seperti bangunan atau bunga di kolom pencarian, AI akan langsung mencarikan gambar yang sesuai dengan kategori tersebut.
Nilai jual lainnya dari sisi software di Galaxy A27 5G adalah jaminan update hingga 6 generasi dan 6 tahun update keamanan. Kombinasi keduanya membuat smartphone ini bisa diandalkan untuk pemakaian jangka panjang, setidaknya hingga 2032.
Samsung Galaxy A27 5G cocok untuk siapa?
Cocok untuk mereka:
- Konsumen yang ingin membeli ponsel sekali untuk pemakaian hingga 4 hingga 5 tahun ke depan berkat jaminan update 6 tahun dan performa harian yang konsisten.
- Mereka yang mencari ponsel dengan performa stabil dengan konsumsi daya yang efisien saat dipakai dalam waktu lama.
Kurang cocok untuk mereka:
- Yang membutuhkan raw performance tinggi tanpa adanya pembatasan thermal throttling untuk memainkan game-game kelas berat.
- Tidak sabar dengan pengisian daya 25W dan lebih memilih ponsel dengan fast charging di atasnya.
Pax insight
Dibanderol dengan harga mulai dari Rp 5 jutaan, Samsung Galaxy A27 5G harus diakui jadi HP all-rounder yang solid di kelas menengah. Dari serangkaian uji benchmark, chipset di smartphone ini jelas bukan sekadar mengejar skor tinggi, melainkan menawarkan kestabilan pemakaian dan efisiensi daya, sekaligus menjaga bodi tetap dingin.
Selain spesifikasi yang dibenamkan, dukungan update software hingga 6 generasi dan update keamanan hingga 6 tahun membuat smartphone ini memiliki peluang untuk bisa digunakan dalam jangka panjang. Kombinasi tersebut membuat smartphone ini bisa jadi pilihan bagi mereka yang mengutamakan pengalaman penggunaan jangka panjang.
Terlebih, dengan tren harga smartphone di 2026 yang terus naik, dukungan jangka panjang ini terasa seperti komplementer yang makin dibutuhkan, karena membuatnya masih bisa diandalkan untuk pemakaian di masa depan.
Kendati demikian, Galaxy A27 5G memang bukan perangkat untuk semua orang. Bagi mereka yang tetap membutuhkan perangkat dengan performa chipset super ngebut atau kemampuan pengisian daya lebih cepat, termasuk sertifikasi IP64 yang terasa tanggung, smartphone ini mungkin bukan model yang mereka cari.
FAQ
Berapa harga Samsung Galaxy A27 5G di Indonesia?
Samsung Galaxy A27 5G varian RAM 8GB dan memori internal 256GB dijual dengan harga resmi Rp 6.299.000, sedangkan varian RAM 6GB dan memori internal 128GB dibanderol Rp 5.299.000. Keduanya sudah tersedia di Indonesia sejak 18 Juli 2026.
Apakah ponsel ini aman jika terkena hujan atau masuk ke dalam air?
Ponsel ini mengantongi sertifikasi IP64, yang berarti tangguh terhadap debu dan cipratan air (seperti gerimis atau ketumpahan air minum). Namun, berbeda dari rating IP67/IP68, ponsel dengan rating IP64 tidak boleh direndam atau dibawa berenang di dalam air.
Apa keunggulan Galaxy A27 dibandingkan A26?
Desain yang lebih modern dengan Infinity O (punch-hole), berbeda dari Galaxy A26 yang masih memakai waterdrop notch, serta pemakaian chipset Snapdragon 6 Gen 3 yang menawarkan performa lebih efisien dan stabil, dan penggunaan memori LPDDR5X yang lebih cepat.



