Hibura
Kamis, 13 November 2025 12:01 WIB

Steam Machine meluncur 2026, versi steroid dari Steam Deck

Valve mengumumkan Steam Machine dan Steam Controller terbaru, meluncur 2026. Bawa pengalaman PC Gaming high-end ke ruang tamu.

​Valve kembali mencoba peruntungan untuk menghadirkan pengalaman bermain game ala konsol di ruang tamu dengan feel PC gaming yang kental. Perusahaan tersebut baru saja mengumumkan Steam Machine22 dan Steam Controller terbaru yang memungkinkan pengguna memainkan game PC di TV, serupa dengan cara Steam Deck membawanya ke mode portable.

Kabar baiknya, perangkat ini direncanakan rilis pada awal tahun 2026. Ini adalah gebrakan besar dari Valve untuk menjembatani gap antara PC gaming dengan kenyamanan sofa ruang tamu, menawarkan console-style experience tanpa meninggalkan koleksi game Steam.

​Spek Gahar: 6 Kali Lebih Kuat dari Steam Deck, Ready 4K/60 FPS

​Secara teknis, Steam Machine adalah PC ringkas dengan sistem operasi SteamOS (berbasis Linux), namun didesain layaknya konsol. Perangkat ini ditenagai oleh CPU AMD Zen 4 semi-custom dan GPU AMD RDNA3 semi-custom, dilengkapi kombinasi VRAM hingga 16GB DDR5 + 8GB GDDR6, serta opsi penyimpanan SSD 512GB atau 2TB.

Valve mengklaim device ini memiliki "kira-kira enam kali kemampuan Steam Deck" dan sanggup mendukung gaming di resolusi 4K dengan frame rate 60 FPS yang diperkuat oleh FSR (FidelityFX Super Resolution), sebuah fitur krusial untuk high-fidelity gaming.  

​All-in-One Ports: Desain yang Nggak Pelit Konektivitas

​Meskipun ukurannya kompak, Steam Machine memiliki desain yang nggak pelit konektivitas dan tetap aesthetic. Di bagian depan, terdapat port USB-A dan slot kartu microSD yang fungsional. Sementara di bagian belakang, tersedia port lengkap seperti DisplayPort 1.4, HDMI 2.0, dan ethernet.

Desainnya juga customizable dengan front plate yang dapat diatur dan LED light strip yang menambah kesan gaming. Valve juga mempromosikan perangkat ini sebagai cara untuk streaming game yang lebih menuntut ke perangkat lain, seperti Steam Deck atau Steam Frame VR headset yang juga baru diumumkan, menggunakan teknologi Steam Link.  

Steam Controller Baru: Paduan Trackpad dan Conventional Controller

​Meskipun Steam Machine bisa dipakai dengan controller Bluetooth biasa, Valve menciptakan solusi ultimate mereka sendiri: Steam Controller versi terbaru. Controller nirkabel ini mengintegrasikan semua metode kontrol dari Steam Deck ke dalam satu perangkat, termasuk stick, face button, grip button, trigger, dan bumper.

Fitur krusialnya adalah trackpads yang berfungsi untuk kontrol ala mouse dan gyro controls untuk presisi tambahan. Controller ini bekerja via Bluetooth atau koneksi kabel, dan dilengkapi dongle charging yang berfungsi ganda sebagai wireless transmitter untuk koneksi super cepat.  

​Customisasi Next-Level: Profil Input yang Bisa Dibagikan

​Seperti controller Steam generasi pertama, input method pada Steam Controller baru ini dapat disesuaikan secara individual untuk setiap game, memberikan gamer fleksibilitas next-level untuk experience yang personalized. Profil custom ini juga dapat dibagikan antar pengguna melalui Steam Community.

Valve juga memastikan bahwa controller baru ini akan berfungsi di semua perangkat yang menjalankan Steam, termasuk Steam Deck, Steam Machine, dan Steam Frame, menjadikannya controller yang universal di ekosistem Valve.

​Strategi Harga yang Bikin Penasaran: Bakal Good Deal or no?

​Satu hal yang masih menjadi misteri dari pengumuman Valve adalah harga resmi dari kedua perangkat ini. Hands-on awal dari media teknologi menunjukkan bahwa Valve memiliki ambisi untuk membanderol Steam Machine dan Steam Controller secara kompetitif dengan PC dan controller sejenis di pasaran.

Namun, dengan tambahan power dan fitur high-end seperti 4K/60 FPS dan custom VRAM yang ditawarkan, banyak yang memprediksi harganya mungkin nggak akan semurah Steam Deck yang diluncurkan dengan harga USD400, dan ini bikin penasaran di kalangan gamer.

Pax Insight

​Peluncuran Steam Machine baru ini menurut tim Pax.id merupakan momentum yang tepat. Meski umur Steam Deck sudah cukup tua, namun masih banyak orang yang mencari perangkat tersebut. Hal ini menunjukkan banyak gamer yang mengakui kehebatan dari perangkat tersebut.

Di sisi lain, para gamer konsol masih merasa bahwa perangkat yang mereka miliki saat ini masih terasa underpowered dibandingkan dengan PC gaming. Tapu, mereka masih enggan untuk berpindah dari konsol karena 1 hal, yang pertama karena gim eksklusif dan ukuran konsol yang relatif kecil, jadi pas diletakkan di ruang tamu.

Untuk masalah gim eksklusif, Sony dan Microsoft saat ini sudah mulai terbuka dengan gim-gim eksklusif mereka dengan membawanya ke platform lain, termasuk PC. Dan karena ukuran Steam Machine yang relatif kecil, harusnya mereka mulai tertarik untuk pindah ke lain hati. Masalahnya hanya tinggal 1, berapa harga yang akan ditawarkan oleh Steam untuk produk yang satu ini.

Spesifikasi Steam Machine

Kategori Steam Machine Steam Deck (Model OLED)
Tujuan Utama Konsol Mini PC (Gaming di Ruang Tamu) Konsol Genggam (Handheld Gaming)
Sistem Operasi SteamOS (Berbasis Linux Arch) SteamOS 3.0 (Berbasis Linux Arch)
Prosesor (CPU) Semi-custom AMD Zen 4 6 Core/12 Thread, hingga 4.8 GHz AMD Zen 2 4 Core/8 Thread, 2.4—3.5 GHz
Grafis (GPU) Semi-custom AMD RDNA 3 28 CU, 8 GB GDDR6 VRAM AMD RDNA 2 8 CU, 1.6 GHz
Memori (RAM) 16 GB DDR5 SO-DIMM 16 GB LPDDR5 terintegrasi
Penyimpanan 512 GB atau 2 TB NVMe SSD 512 GB / 1 TB NVMe SSD
Layar Output ke TV/Monitor Eksternal 7.4" OLED HDR, 1280 x 800 piksel, 90 Hz
Output Video DisplayPort 1.4 (4K@240Hz); HDMI 2.0 (4K@120Hz) USB-C (melalui dock) hingga 8K@60Hz atau 4K@120Hz
Konektivitas Gigabit Ethernet, Wi-Fi 6E, Bluetooth 5.3 Wi-Fi 6E, Bluetooth 5.3
Dimensi (PxLxT) ∼156 x 152 x 162 mm ∼298 x 117 x 49 mm