YouTube Music dilaporkan mulai menerapkan sistem berbayar untuk fitur lirik lagu. Pengguna gratis kini menghadapi pembatasan ketat terhadap akses lirik yang sebelumnya bisa dinikmati bebas sejak 2020.
Kenapa ini penting: Langkah ini mengubah fitur dasar menjadi fitur premium. Google tampaknya mengikuti jejak berisiko yang pernah dicoba kompetitornya, dengan memaksa pengguna gratis berlangganan jika ingin bernyanyi bersama lagu favorit mereka.
Cara kerja:
Berdasarkan laporan pengguna dan 9to5Google, mekanisme pembatasan ini cukup agresif:
- Batasan: Pengguna gratis hanya bisa melihat lirik untuk 5 lagu.
- Efek blur: Setelah kuota habis, teks lirik akan dikaburkan dan muncul pesan peringatan: “Buka kunci lirik dengan Premium.”
Kilasan ke belakang: Strategi ini terasa familiar. Spotify pernah mencoba membatasi akses lirik pada tahun 2024, namun akhirnya terpaksa membatalkan kebijakan tersebut setelah mendapat reaksi keras dan negatif dari penggunanya, sebagaimana dilansir dari Engadget.
Di balik layar: Spekulasi menyebut Google melakukan langkah ini untuk menutupi biaya lisensi yang dibayarkan ke agregator lirik seperti Musixmatch. Dengan meningkatnya biaya lisensi, Google tampaknya ingin mengalihkan beban tersebut ke pengguna melalui paket berlangganan.
Pax insight
Bagi pengguna gratis, hari-hari karaoke santai tanpa biaya mungkin segera berakhir. Jika kebijakan ini benar-benar diterapkan secara luas, YouTube Music berisiko menghadapi reaksi negatif serupa dengan yang pernah dialami Spotify.



