Hibura
Rabu, 11 Februari 2026 08:02 WIB

Nikon catat kerugian masif, pangkas target penjualan kamera

Nikon sedang menghadapi masa sulit dengan laporan keuangan terbaru mereka.

Nikon sedang menghadapi masa sulit dengan laporan keuangan terbaru mereka. Perusahaan asal Jepang ini mencatat kerugian besar pada Kuartal III tahun fiskal 2025, yang membuat banyak pihak khawatir akan masa depan bisnis kameranya.

Kenapa ini penting: Kerugian besar Nikon menegaskan rapuhnya posisi perusahaan di industri kamera yang makin tertekan oleh kompetitor dan dominasi smartphone.

Sepanjang tahun fiskal ini, Nikon mencatat kerugian bersih sebesar 103,6 miliar yen. Angka ini terutama disebabkan oleh penurunan nilai aset dan penjualan yang lesu. Divisi Produk Pencitraan (yang mencakup kamera dan lensa) menyumbang hampir separuh dari total pendapatan Nikon. Meski masih mencatat keuntungan, performanya jauh di bawah ekspektasi, meleset 35% dari target internal perusahaan, dilansir dari Peta Pixel.

Angka-angka penting:  

- 98,8 miliar yen: kerugian operasional hanya di kuartal ketiga.  

- 28,7 miliar yen: penurunan pendapatan dibandingkan tahun lalu.  

- 11 miliar yen: laba operasi divisi kamera yang gagal mencapai target.  

Penyebab utama:  

Nikon menyebut kombinasi faktor yang memperburuk kondisi:  

- Fluktuasi nilai tukar dan tarif perdagangan.  

- Biaya pemasaran yang membengkak demi melawan kompetitor.  

- Penurunan harga jual rata-rata produk.  

- Pertumbuhan pasar negara berkembang yang melambat.  

Produk yang dijual: Meski penjualan stagnan sejak 2022, ada sedikit titik terang. Kamera sinema Nikon ZR menjadi pemimpin penjualan. Selain itu, perusahaan berharap model Z5 II dan Z50 II bisa membantu mendongkrak angka penjualan di akhir tahun.

Realitas pahit: Optimisme terhadap produk baru ternyata tidak cukup. Nikon akhirnya menurunkan proyeksi penjualan tahunan:  

- Kamera: dari 950.000 unit menjadi 900.000 unit.  

- Lensa: dari 1,4 juta unit menjadi 1,3 juta unit.  

Pax insight

Hasil yang mengecewakan ini berdampak langsung pada manajemen puncak. Kondisi ini menegaskan bahwa Nikon sedang berada di titik kritis, di mana strategi bisnis dan inovasi produk harus segera diperkuat agar bisa bertahan di tengah persaingan global yang semakin brutal.