Kisah
Senin, 9 Februari 2026 21:37 WIB

Indonesia masuk 10 besar Global Ambassador Samsung Solve for Tommorow 2025

Samsung Electronics bersama International Olympic Commite (IOC) resmi menunjuk 10 tim Global Ambassador dari program Solve for Tomorrow (SFT).

Samsung Electronics bersama International Olympic Commite (IOC) resmi menunjuk 10 tim Global Ambassador dari program Solve for Tomorrow (SFT). Pengumuman ini dilakukan di Milan, bertepatan dengan persiapan Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026.

Kenapa ini penting: Program ini menjadi panggung prestisius bagi inovator muda dunia. Salah satu tim yang terpilih berasal dari Indonesia, membuktikan bahwa ide dan solusi anak bangsa mampu bersaing di tingkat global. Melalui teknologi STEM, para peserta berusaha menjawab tantangan sosial dengan cara kreatif dan berdampak nyata.

Perwakilan Indonesia: Tim Run Sight, yang beranggotakan Anthony Edbert Feriyanto, Kaindra Rizq Sachio, Muhammed Fazil Tirtana, dan Ariq Maulana Malki Ibrahim, berhasil masuk dalam kategori Sport & Tech.

Inovasi mereka: Run Sight mengembangkan solusi wearable berbasis AI yang membantu penyandang tunanetra berlari dan beraktivitas fisik dengan aman. Teknologi ini mampu mendeteksi jalur dan rintangan, sehingga pengguna bisa bergerak lebih bebas tanpa khawatir akan bahaya.

Keuntungan bagi para duta:

Tim yang terpilih tidak hanya mendapat pengakuan, tetapi juga dukungan nyata:

  • Pendanaan: Dana khusus untuk pengembangan proyek.
  • Pendampingan: Mentorship intensif dari Samsung dan IOC selama dua tahun, dengan tujuan mengubah prototipe menjadi produk komersial yang siap dipasarkan.

Kategori tim:

10 tim Global Ambassador dibagi ke dalam dua fokus utama:

  • Sport & Tech: Indonesia (AI untuk tunanetra), Australia (platform koneksi tim olahraga), Turki (solusi keselamatan renang), Inggris (sepatu pintar untuk penderita diabetes), dan Amerika Serikat (pelindung alat bantu dengar).
  • Accessibility & Environment: Tiongkok (kursi roda berbasis gelombang otak), Prancis (teknologi daur ulang baterai), India (AI untuk komunikasi suara), Turki (alat pembersih tumpahan minyak), dan Amerika Serikat (perban pintar).

Apa kata mereka: “Kalian memanfaatkan teknologi untuk membentuk masa depan yang lebih inklusif, berkelanjutan, sehat, dan aktif,” kata Kirsty Coventry, Presiden IOC, dalam sambutannya.

Pax insight

Kolaborasi antara Samsung dan IOC ini bukan sekadar kompetisi, melainkan inkubator nyata untuk mencetak pemimpin masa depan. Dengan menggabungkan semangat olahraga dan kecanggihan teknologi, program Solve for Tomorrow membuka jalan bagi generasi muda untuk menciptakan solusi yang relevan dengan tantangan global.

Bagi Indonesia, keberhasilan tim Run Sight menjadi bukti bahwa inovasi lokal bisa bersaing di panggung internasional. Dukungan dana dan mentorship dari Samsung serta IOC diharapkan mampu membawa ide mereka ke tahap implementasi nyata, sehingga memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Dengan adanya 10 Duta Global ini, Samsung dan IOC menegaskan komitmen mereka untuk mendorong inovasi yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga berdampak sosial. Masa depan olahraga dan teknologi kini semakin terhubung, dan anak muda dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, berada di garis depan perubahan tersebut.