Hibura
Jumat, 19 Desember 2025 16:08 WIB

Sony resmi kuasai penuh Snoopy dan Charlie Brown

Raksasa hiburan asal Jepang, Sony, baru saja melakukan pembelian besar-besaran untuk menguasai salah satu waralaba kartun paling dicintai di dunia, Peanuts.
Sumber: Peanuts

Raksasa hiburan asal Jepang, Sony, baru saja melakukan pembelian besar-besaran untuk menguasai salah satu waralaba kartun paling dicintai di dunia, Peanuts. Sony menggelontorkan dana sekitar US$ 460 juta atau setara dengan Rp 7,7 triliun (mengacu kurs Rp 16.740 per USD) untuk membeli 41 persen saham tambahan dari perusahaan media Kanada, WildBrain.

Dilansir dari Engadget, langkah strategis ini menjadikan Sony sebagai pemegang saham mayoritas Peanuts dengan total kepemilikan mencapai 80 persen. Sebelumnya, Sony sudah memiliki 39 persen saham waralaba ini sejak tahun 2018. Kini, setelah transaksi ini selesai dan disetujui oleh regulator, Peanuts, termasuk karakter ikonik seperti Snoopy, Charlie Brown, dan Woodstock, akan resmi menjadi anak perusahaan terkonsolidasi di bawah payung Sony Group.

Meskipun Sony kini memegang kendali utama, keluarga mendiang kreator Peanuts, Charles M. Schulz, tetap mempertahankan kepemilikan saham mereka sebesar 20 persen. Hal ini memastikan warisan kreatif Schulz, yang melahirkan komik strip ini pertama kali pada tahun 1950 (75 tahun lalu), tetap terjaga keasliannya.

Shunsuke Muramatsu, CEO Sony Music Entertainment Japan, menyatakan kegembiraannya atas kesepakatan ini. Ia menyebut bahwa dengan kepemilikan mayoritas ini, Sony berencana untuk lebih meningkatkan nilai merek Peanuts menggunakan jaringan global dan keahlian kolektif yang dimiliki Sony Group.

Waralaba Peanuts sendiri telah berkembang jauh dari sekadar komik strip koran menjadi fenomena budaya pop global, melahirkan berbagai serial animasi, film layar lebar, hingga pertunjukan musikal.

Pax Insight

Akuisisi ini bukan sekadar tentang membeli gambar anjing lucu; ini adalah strategi Sony untuk memperkuat portofolio kekayaan intelektual (IP) abadi mereka. Di tengah persaingan ketat layanan streaming dan konten digital, memiliki karakter yang "tahan banting" lintas generasi seperti Snoopy adalah aset emas. Karakter ini bisa diolah menjadi apa saja: film, game PlayStation, merchandise, hingga taman hiburan. Dengan kendali penuh di tangan Sony, kita bisa mengharapkan Snoopy dan kawan-kawan akan muncul lebih sering dalam teknologi dan media modern, mungkin dengan sentuhan inovasi Jepang yang khas.