Hibura
Jumat, 19 Desember 2025 17:11 WIB

TikTok di Amerika selangkah lagi mandiri

Setelah berbulan-bulan penuh drama dan negosiasi yang alot, nasib operasional TikTok di Amerika Serikat tampaknya mulai menemui titik terang.

Setelah berbulan-bulan penuh drama dan negosiasi yang alot, nasib operasional TikTok di Amerika Serikat tampaknya mulai menemui titik terang. Kesepakatan bisnis yang didorong oleh Presiden Donald Trump untuk memisahkan bisnis TikTok di AS dari induk perusahaannya di Tiongkok dikabarkan selangkah lagi menuju peresmian.

Menurut laporan dari Engadget, CEO TikTok, Shou Chew, telah memberitahu karyawannya bahwa TikTok dan ByteDance (perusahaan induknya) sudah menyetujui perjanjian kontrol atas bisnis mereka di AS. Skema kesepakatan ini terdengar mirip dengan apa yang pernah diumumkan Trump sebelumnya: sekelompok investor Amerika, termasuk perusahaan besar seperti Oracle, Silver Lake, dan MGX, akan memegang kendali mayoritas atas entitas baru tersebut. Sementara itu, ByteDance hanya akan mempertahankan sebagian kecil kepemilikan saham.

Dalam memo internalnya, Chew menyebutkan bahwa kesepakatan ini diharapkan rampung pada 22 Januari 2026. Setelah resmi, perusahaan patungan baru di AS ini akan beroperasi secara mandiri. Mereka akan memegang wewenang penuh atas perlindungan data pengguna Amerika, keamanan algoritma, moderasi konten, dan jaminan perangkat lunak. Ini semua dibangun di atas fondasi organisasi keamanan data TikTok yang sudah ada saat ini.

Namun, masih ada satu tanda tanya besar: bagaimana sikap pemerintah Tiongkok? Trump sebelumnya mengklaim bahwa Tiongkok "sepenuhnya setuju", tetapi pertemuan-pertemuan selanjutnya antara kedua negara hanya menghasilkan pernyataan yang samar. Pada bulan Oktober lalu, Kementerian Perdagangan Tiongkok hanya menyatakan akan "bekerja sama dengan AS untuk menyelesaikan masalah terkait TikTok dengan baik."

Jika kesepakatan ini benar-benar final bulan depan, ini akan menandai tepat satu tahun sejak Trump mengeluarkan perintah eksekutif pertamanya untuk menunda undang-undang yang mewajibkan penjualan atau pelarangan aplikasi tersebut.

Pax Insight

Saga panjang TikTok ini adalah contoh nyata bagaimana geopolitik modern bisa menyandera bisnis teknologi global. Apa yang dulunya murni masalah aplikasi joget-joget, kini telah berubah menjadi pertarungan kedaulatan data tingkat tinggi. Jika model "pemisahan operasional" ini berhasil, ia bisa menjadi preseden (contoh) baru bagi perusahaan teknologi asing lainnya yang ingin beroperasi di pasar AS tanpa takut diblokir, menciptakan standar baru di mana "tembok digital" antarnegara semakin nyata dan tebal.