Presiden Nintendo, Shuntaro Furukawa, menegaskan bahwa perusahaan belum memiliki rencana untuk menaikkan harga konsol Switch 2 saat ini. Hal ini disampaikan meskipun biaya komponen memori (RAM) global sedang melonjak akibat permintaan besar dari industri kecerdasan buatan (AI).
Kenapa ini penting: Ledakan pusat data AI telah menyebabkan kelangkaan pasokan memori, yang biasanya memicu kenaikan harga perangkat elektronik konsumen. Namun, Nintendo memilih menahan harga demi menjaga momentum adopsi konsol baru mereka dan memastikan lebih banyak pengguna bisa masuk ke ekosistem Switch 2, dilansir dari Video Games Chronicle.
Strategi Nintendo:
Dalam sesi tanya jawab dengan investor, Furukawa menjelaskan pendekatan perusahaan:
- Pasokan aman: Nintendo sudah bernegosiasi dengan pemasok untuk memastikan pasokan stabil jangka panjang. Dengan begitu, lonjakan harga saat ini tidak terlalu memengaruhi profitabilitas kuartal berjalan.
- Permainan jangka panjang: Tahun kedua dan ketiga dianggap masa krusial dalam siklus hidup konsol. Nintendo lebih memprioritaskan memperluas basis pengguna daripada mengejar margin keuntungan perangkat keras jangka pendek.
- Pandangan menyeluruh: Keputusan harga tidak hanya didasarkan pada biaya komponen, tetapi juga mempertimbangkan tren penjualan dan kondisi pasar secara keseluruhan.
Catatan penting: Meski demikian, Furukawa memberi peringatan. Jika lonjakan harga komponen berlanjut hingga tahun fiskal berikutnya, profitabilitas bisa tergerus. Jika situasi memburuk drastis, Nintendo akan “menilai pasar dan mengambil langkah yang sesuai.”
Kilasan ke belakang: Nintendo tidak sepenuhnya kebal terhadap kenaikan harga. Pada Agustus lalu, mereka menaikkan harga Switch generasi pertama di AS (model OLED naik dari $349 menjadi $399) karena faktor ekonomi dan tarif. Selain itu, beberapa aksesori Switch 2 juga sudah mengalami penyesuaian harga dari pengumuman awal.
Pax insight
Untuk saat ini, Nintendo memilih menyerap sebagian tekanan biaya demi menjual lebih banyak unit Switch 2. Strategi ini diharapkan bisa menutup keuntungan melalui penjualan software yang masif di kemudian hari. Dengan fokus pada ekspansi basis pengguna, Nintendo berusaha menjaga daya tarik konsol barunya di tengah tantangan rantai pasokan global.



