Hibura
Senin, 9 Februari 2026 13:07 WIB

Disney+ cabut fitur Dolby Vision di Eropa, sengketa paten jadi sorotan

Pelanggan Disney+ di sejumlah negara Eropa, termasuk Jerman, Prancis, dan Belanda, tiba-tiba kehilangan akses ke format video premium Dolby Vision.

Pelanggan Disney+ di sejumlah negara Eropa, termasuk Jerman, Prancis, dan Belanda, tiba-tiba kehilangan akses ke format video premium Dolby Vision. Disney menyebut hal ini sebagai “kendala teknis,” namun bukti kuat menunjukkan penyebab sebenarnya adalah kekalahan hukum terkait paten.

Kenapa ini penting: Bagi pengguna TV kelas atas, ini adalah penurunan kualitas yang signifikan. Tanpa Dolby Vision, penonton kehilangan metadata dinamis yang biasanya mengoptimalkan warna dan kecerahan per adegan. Hasilnya, kualitas tayangan turun ke format HDR10 standar yang lebih terbatas, sebagaimana dilansir dari Engadget.

Intrik di balik keputusan:

Alasan “teknis” yang diberikan Disney diragukan karena beberapa hal:

  • Gugatan hukum: Perusahaan teknologi InterDigital baru saja memenangkan perintah pengadilan di Jerman pada November 2025 melawan Disney. Kasus ini terkait pelanggaran paten teknologi streaming, khususnya metode pelapisan subtitle.
  • Penghapusan jejak: Disney telah menghapus referensi Dolby Vision dari halaman dukungan mereka di Jerman. Langkah ini tidak lazim jika memang hanya sekadar gangguan teknis sementara.

Apa yang perlu diperhatikan: Pelanggan di Amerika Serikat mungkin menjadi target berikutnya. Referensi Dolby Vision juga sudah dihapus dari halaman dukungan Disney+ versi AS. Selain itu, InterDigital saat ini sedang menggugat Disney di Pengadilan Distrik California. Jika Disney kalah di sana, fitur Dolby Vision bisa hilang secara global.

Pax insight

Untuk saat ini, pengguna Disney+ masih bisa menikmati tayangan dalam format 4K UHD dan HDR10. Namun, masa depan kualitas streaming premium di platform ini kini bergantung pada hasil sengketa hukum, bukan kemampuan teknologi.

Langkah Disney ini menyoroti betapa besar dampak sengketa paten terhadap pengalaman pengguna. Jika masalah hukum tidak segera terselesaikan, Disney+ berisiko kehilangan daya tarik di kalangan penonton yang mengutamakan kualitas visual. Sementara itu, pesaing mereka bisa memanfaatkan celah ini untuk menawarkan pengalaman menonton yang lebih unggul.