Meta baru saja merilis alat baru bernama Facebook Content Protection untuk membantu kreator melindungi Reels dari pencurian konten. Fitur ini bekerja langsung dari perangkat mobile dan mendeteksi ketika video asli kreator digunakan orang lain tanpa izin.
Saat sistem menemukan Reels yang dipakai ulang, kreator akan mendapatkan notifikasi. Mereka bisa langsung memblokir visibilitas video itu di Facebook dan Instagram atau melacak performanya sambil menambahkan atribusi.
Kreator juga bisa memilih untuk melepas klaim mereka, agar kontennya tetap bisa tayang di seluruh platform Meta. Opsi ini memberi fleksibilitas bagi kreator yang ingin tetap membiarkan konten mereka menyebar.
Dilansir dari laman Techcrunch (18/11), Meta menyambut fitur ini bagian dari upaya mendukung kreator asli agar tidak tenggelam oleh konten tiruan. Pada Juli lalu, perusahaan menghapus sekitar 10 juta profil yang meniru kreator besar dan menindak 500.000 akun yang melakukan spam atau manipulasi interaksi.
Sistem perlindungan ini juga membantu mengamankan konten asli yang diunggah di Instagram. Namun, proses pendeteksian baru berjalan jika kreator mengunggah Reels tersebut ke Facebook, termasuk lewat fitur cross-posting “Share to Facebook”.
Meta memperkirakan fitur ini dapat mendorong lebih banyak kreator untuk aktif membagikan Reels mereka di Facebook. Dengan perlindungan otomatis, kreator bisa merasa lebih aman saat memperluas jangkauan konten.
Fitur ini akan diberikan otomatis kepada kreator yang tergabung dalam program Facebook Content Monetization dan memenuhi standar integritas serta orisinalitas yang ditetapkan. Meta juga mulai membuka akses untuk kreator yang menggunakan Rights Manager.
Pax Insight
Fitur perlindungan konten Meta ini penting banget buat kreator muda yang bikin konten di Reels sebagai side hustle atau karier. Dengan adanya tool ini, kreator bisa lebih percaya diri membangun portofolio konten serta membuka pulang monetisasi yang lebih sehat tanpa takut kontennya dicuri atau disalip akun reuploader.



