Google DeepMind baru saja merilis model AI terbaru WeatherNext 2, yang dirancang untuk membuat prediksi cuaca jadi jauh lebih akurat dan efisien. Model baru ini bisa memberikan prakiraan hingga dua minggu ke depan, lengkap dengan informasi suhu, tekanan udara, hingga kecepatan angin.
Peningkatan paling signifikan ada pada kemampuan memprediksi jalur badai tropis. Sebelumnya, WeatherNext 2 hanya dapat memprediksi hingga dua hari sebelum badai, kini bisa memprediksi hingga tiga hari sebelum badai. Ini pasti akan sangat membantu dalam peringatan dini.
Selain itu, model ini sudah mendukung prediksi cuaca per jam. Menurut DeepMind, WeatherNext 2 berkembang delapan kali lebih cepat daripada generasi sebelumnya,yang membuatnya sangat berguna untuk industri seperti energi yang membutuhkan data cuaca yang selalu terkini untuk membuat keputusan penting.
Dilansir dari Engadget (18/11), peneliti DeepMind, Akib Uddin, menjelaskan bahwa prediksi yang lebih detail ini membantu banyak industri jadi lebih siap menghadapi perubahan cuaca. Dengan update per jam, bisnis bisa mengatur strategi secara lebih presisi agar lebih tahan terhadap risiko cuaca ekstrem.
Peningkatan performa WeatherNext 2 sendiri berasal dari pendekatan baru yang lebih efisien. Jika sebelumnya model cuaca berbasis AI membutuhkan proses berulang layaknya membuat gambar atau video, versi terbaru hanya butuh satu kali pemrosesan.
Meski begitu, WeatherNext 2 masih memiliki tantangan, terutama dalam memprediksi hujan atau salju ekstrem yang jarang terjadi karena minimnya data pelatihan untuk kejadian yang tidak umum. Namun, mereka memastikan peningkatan di area ini sedang dilakukan.
Saat ini, bidang prediksi cuaca berbasis AI semakin kompetitif karena banyak perusahaan besar seperti NVIDIA, Microsoft, AccuWeather, dan Huawei mengembangkan teknologi serupa. Persaingan ini mendorong inovasi meteorologi semakin cepat.
Pax Insight
Teknologi seperti WeatherNext 2 bisa sangat bermanfaat bagi negara seperti Indonesia karena cuacanya cepat berubah dan sering menghadapi cuaca ekstrem. Prediksi jam yang lebih akurat bisa membantu bisnis seperti energi, transportasi, dan pertanian membuat keputusan lebih cepat dan lebih tepat. Jika teknologi ini dirilis luas nanti, dampaknya bisa sangat besar untuk mitigasi bencana di wilayah rawan.



