Hibura
Kamis, 2 Juli 2026 10:05 WIB

Bagaimana nasib akun digital saat pemiliknya meninggal? Ini tips mengatur ahli warisnya

Saat seseorang meninggal dunia, harta bendanya akan jadi barang yang diwariskan ke ahli waris, namun bagaimana nasib akun-akun digitalnya?

Ketika seseorang meninggal dunia, pernahkah kamu membayangkan apa yang akan terjadi pada akun-akun digital yang dimiliki mendiang semasa hidupnya? Sebut saja akun Google, m-banking, cloud, hingga media sosial lainnya, apakah langsung tutup?

Ternyata jawabannya, penyedia layanan digital tidak akan langsung menutup akun seseorang setelah mereka meninggal dunia. 

Mengapa ini penting?

  • Google, Apple dan perusahaan besar penyedia layanan digital lainnya memiliki langkah agar akun-akun yang telah ditinggalkan pemiliknya, termasuk saat pemilik akun wafat, tetap bisa dimiliki para ahli warisnya. Konsep ini dikenal sebagai Digital Inheritance alias warisan digital. 
  • Hal ini tidak terlepas dari aset yang saat ini tidak hanya terbatas pada harta benda fisik. Foto kenangan, dokumen pekerjaan di cloud, hingga data finansial juga bisa menjadi warisan, meski nilainya tidak selalu bersifat finansial. 

Bagaimana cara mengatur ahli waris akun-akun digital?

Beberapa platform penyedia layanan digital telah menyediakan fitur yang memungkinkan akun seseorang diakses secara legal oleh orang yang mereka percaya, jika si pemilik telah tiada. Cek di sini cara mengaturnya. 

1. Google 

Google punya fitur bernama Pengelola Akun Tidak Aktif. Mengutip layanan dukungan Google, Pengelola Akun Tidak Aktif adalah salah satu cara bagi pengguna untuk membagikan bagian dari data akun mereka atau untuk memberi tahu seseorang jika akun mereka tidak aktif selama periode waktu tertentu. 

Dengan ini, pengguna bisa menetapkan pihak ketiga: keluarga atau orang terdekat, untuk menerima data akun tertentu jika pengguna meninggal dunia. 

Pengguna bisa memilih hingga 10 orang untuk menerima data akun, setelah pengguna tersebut menyiapkan fitur ini. Data-data yang disiapkan bisa berbeda untuk masing-masing ahli waris. 

  • Pertama-tama, Google melihat beberapa sinyal untuk memastikan pengguna masih memakai akun Google mereka atau tidak. Salah satu acuannya adalah login terakhir, aktivitas terbaru, serta penggunaan Gmail. 
  • Caranya, buka akun Google Anda. Pada my Account, geser ke bagian paling bawah, pilih opsi Data & Privacy. 
  • Selanjutnya, geser ke bagian paling bawah pada menu “Make a plan for your digital legacy”. Klik dan Anda diarahkan masuk ke laman Your digital legacy. 
  • Pada laman Your digital legacy, pengguna diberi kesempatan untuk memilih 10 orang untuk menerima salinan data di akun Google. 
  • Lalu, pilih waktu, berapa lama setelah akun Google tersebut tak aktif yang akan memicu penghapusan data dan pengiriman data ke kontak-kontak yang telah ditentukan. 
  • Selanjutnya, aktifkan opsi Delete your Google account setelah akun tidak aktif. Ini memastikan Google menghapus akun digital pengguna setelah pemiliknya meninggal dunia. 

Pengguna juga mengatur reminders agar Google mengirimkan data-data akun tersebut ke ahli warisnya. Selain itu, pengguna juga dapat memperbarui informasi kontak yang akan mendapatkan data-data dari akun si pengguna. 

2. Apple

Pada akun Apple, Digital Legacy memungkinkan orang yang dipercaya mengakses data akun icloud setelah si pengguna meninggal dunia. Pengguna dapat mengaturnya langsung dari iPhone/ iPad atau komputer Mac mereka. 

Hal-hal yang bisa diakses oleh ahli waris meliputi Photos, Messages, Notes, Files, Contacts, serta App yang bisa diunduh. Data-data sensitif seperti Keychain, kata sandi yang disimpan, hingga informasi pembayaran tidak bisa dibagikan aksesnya ke ahli waris. 

Cara meambahkan kontak ahli waris:

  • Buka menu Pengaturan “Settings” di iPhone atau iPad pengguna
  • Ketuk nama Anda atau bagian Profil Apple ID di bagian paling atas
  • Pilih Masuk & Keamanan atau Sign-in & Security
  • Ketuk Legacy Contact
  • Ketuk Tambah Kontak Pewaris atau add Legacy Contact, kemudian, konfirmasi dengan kode sandi iPhone/iPad Anda
  • Pilih anggota keluarga dari daftar Family Sharing atau cari kontak dari phonebook pengguna
  • Pilih lanjutkan dan pilih cara untuk membagikan kunci akses yang bisa dikirimkan via iMessage atau mencetaknya. 

Nah, sebagai catatan, kunci ini sangat penting dan wajib disapa oleh kontak yang ditunjuk sebagai Digital Legacy. 

Sementara, kalau si pemilik akun sudah meninggal dan Anda merupakan kontak yang ditunjuk, bisa meminta akses via situs web resmi. Pastikan si ahli waris sudah menyiapkan kunci akses unik bersama keterangan Akta Kematian si pemilik akun. 

3. Meta (Facebook dan Instagram)

Pada platform Meta (Facebook dan Instagram), fitur warisan digital dikelola melalui Kontak Pewaris atau Legacy Contact. Pengaturan ini disatukan via Account Center Meta. Begini cara mengaturnya.

  • Buka aplikasi Facebook atau Instagram di ponsel Anda
  • Buka halaman profil Anda lalu ketuk ikon Menu (tiga garis di pokok kanan atas)
  • Ketik Pusat Akun atau Account Center Meta
  • Pilih menu Detail Pribadi atau Personal details
  • Ketuk kepemilikan dan kontrol akun (Account ownership and control)
  • Pilih Kenangan atau Memorialization
  • Pilih akun Facebook atau Instagram Anda, tentukan teman atau keluarga yang ingin ditunjuk sebagai kontak pewaris. 

Perlu diketahui, kontak yang Anda pilih tidak bisa login langsung ke akun Facebook/ Instagram pengguna ataupun membaca pesan DM. 

Yang dapat dilakukan hanya mengubah foto profil, foto sampul, menulis unggahan seperti pengumuman duka cita, mengunduh salinan foto dan unggahan yang pernah dibuat pemilik akun. 

Pax Insight

Pengaturan digital legacy hanya bisa dilakukan oleh si pemilik akun, sebelum mereka meninggal dunia. Kehadiran digital legacy menjadikan pemilik akun bisa membagikan segala foto hingga video ke ahli waris. 

Hal ini tidak lepas dari kondisi di era digital bahwa foto dan video bisa menjadi momen kenangan yang berharga dan mungkin ingin disimpan sebagai kenangan.