Ketika Nintendo Switch 2 diluncurkan, perusahaan game legendaris itu menghadirkan suatu keputusan teknis yang cukup berani: hanya mendukung kartu microSD Express dan meninggalkan kompatibilitas dengan kartu microSD standar untuk penyimpanan game.
Keputusan ini bukan semata-mata untuk memperumit kehidupan pengguna, melainkan untuk memberikan performa penyimpanan yang optimal guna mendukung pengalaman bermain game yang mulus tanpa hambatan transfer data. Inilah di mana Samsung P9 Express masuk ke panggung sebagai salah satu kartu pilihan utama untuk konsol hybrid terbaru Nintendo tersebut.
Nintendo Switch 2 hadir dengan kapasitas penyimpanan internal yang jauh lebih besar dibanding pendahulunya, yaitu 256GB menggunakan teknologi UFS 3.1. Namun, untuk pengguna yang ingin menyimpan puluhan game digital, perpanjangan penyimpanan tetap menjadi kebutuhan. Di sini letak perbedaan krusial antara Switch 2 dan Switch generasi pertama.
Hadir untuk gaming
Samsung P9 Express hadir dalam dua pilihan kapasitas: 256GB dan 512GB. Unit yang saya review adalah varian 512GB, yang bisa dikatakan sebuah pilihan yang ideal untuk mereka yang berencana membangun perpustakaan game digital yang bisa diandalkan di Switch 2 tanpa khawatir cepat penuh.

Dari segi spesifikasi, P9 Express menawarkan kecepatan baca sekuensial hingga 800 MB/s, membuat kartu ini menjadi salah satu yang tercepat di kelasnya untuk perangkat konsumer. Kartu ini berbasis antarmuka PCIe dengan dukungan protokol NVMe, memungkinkan komunikasi data yang efisien dengan host device. Dalam hal dimensi, kartu ini mempertahankan ukuran standar microSD standar: 15 x 11 x 1 mm, dengan bobot sekitar 0,25 gram.

Performa tiada halangan
Saya melakukan serangkaian pengujian langsung menggunakan Nintendo Switch 2 untuk memverifikasi kinerja praktis dari Samsung P9 Express. Berikut adalah temuan dari sesi uji coba saya. Dalam pengujian performa loading time, saya mencoba dua judul game digital berbeda untuk melihat perbandingan waktu akses dari menu sistem hingga munculnya menu utama.
The Witcher 3 membutuhkan waktu sekitar 41 detik (tanpa melakukan skip cutscene), sementara Rapala Fishing Pro Series tercatat lebih cepat dengan durasi 20 detik. Hasil ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam kecepatan loading antar game, yang dapat dipengaruhi oleh kompleksitas grafis, ukuran data, serta optimasi sistem masing-masing judul.
Saat membandingkan dengan penyimpanan di memori internal Switch 2, waktu loading tetap identik: 41 detik untuk The Witcher 3 (tanpa melakukan skip cutscene) dan 20 detik untuk Rapala Fishing Pro Series. Intinya, tidak ada perbedaan performa ketika saya menyimpan game di microSD terbaru buatan Samsung tersebut, sesi bermain game tetap lancar dengan pengalaman yang sama baiknya.
Pada aspek transfer file dan kecepatan operasional, Samsung P9 Express menunjukkan performa yang sangat menonjol, terutama saat menangani file berukuran besar. Proses pemindahan game digital dan update dengan total kapasitas 52,9 GB dari memori internal Switch 2 ke P9 Express memerlukan waktu 13 menit, dengan kecepatan transfer rata-rata sekitar 67,8 MB/s. Hasil ini menegaskan bahwa kartu ini mampu bekerja stabil dalam skenario penggunaan berat, seperti distribusi game digital maupun update sistem.

Tidak hanya unggul dalam skala besar, P9 Express juga responsif ketika berhadapan dengan file berukuran kecil dan banyak pilihan. Hal tersebut terlihat saat meng-copy file 3 GB dalam bentuk screenshot dan rekaman video gameplay Nintendo Switch 2, yang hanya membutuhkan waktu 58 detik. Kecepatan ini menunjukkan kemampuan kartu dalam menangani banyak file kecil dengan efisien, sehingga memberikan pengalaman transfer data yang cepat dan praktis, baik untuk kebutuhan gaming maupun multimedia sehari-hari.
Satu hal lagi yang paling mengesankan dari pengalaman praktis adalah responsivitas kartu saat saya melakukan screenshot dan recording gameplay di Switch 2 dan langsung merekamnya di P9 Express. Ketika saya menekan tombol screenshot berkali-kali dalam kecepatan tinggi selama gameplay aktif, P9 Express menyimpan setiap capture tanpa lag atau performa drop.
Demikian pula, perekaman gameplay dapat dilakukan secara instan tanpa hambatan penyimpanan. Gameplay tetap lancar bahkan dengan recording video atau screenshot secara kontinyu, membuktikan bahwa P9 Express tidak membuat rintangan signifikan pada sistem.

Meski demikian, ada satu area di mana Samsung bisa lebih baik: packaging dan marketing. Tidak ada logo khusus atau penanda pada kemasan penjualan yang mengindikasikan bahwa P9 Express benar-benar kompatibel Nintendo Switch 2. Mengingat bahwa mayoritas konsumen pembeli Switch 2 mungkin tidak familiar dengan teknis perbedaan antara microSD Express dan microSD UHS-I standar, penambahan logo "Nintendo Switch 2 Compatible" atau sticker pada kemasan akan sangat membantu dan mengurangi kebingungan calon pembeli.
Kesimpulan
Samsung P9 Express adalah kartu microSD Express yang solid untuk Nintendo Switch 2, menawarkan kombinasi performa tinggi dan responsivitas operasional yang unggul. Meski waktu loading game tidak jauh berbeda dibandingkan penyimpanan internal, kemampuan transfer file berukuran besar serta responsivitas saat menangani screenshot dan rekaman gameplay menunjukkan keunggulan teknis yang jelas.
Bagi pengguna Switch 2 yang serius membangun koleksi game digital, varian 512GB P9 Express merupakan investasi yang layak dipertimbangkan. Namun, kemasan pemasaran masih perlu ditingkatkan agar konsumen dapat lebih mudah memahami bahwa kartu ini adalah pilihan terbaik untuk konsol terbaru Nintendo.
Hadir di Indonesia mulai Januari 2026, Samsung P9 Express dijual dengan harga Rp1.066.720 untuk kapasitas 256 GB, dan Rp1.996.682 untuk varian 512 GB.



