Kelebihan
- Fitur kamera melimpah
- Punya fitur keamanan yang unik
- Hadir dengan banyak upgrade
Kekurangan
- Pengisian daya masih tertinggal meski sudah 60W
- S-Pen yang kurang bergairah
Ringkasan ulasan Samsung Galaxy S26 Ultra
- Hadir dengan desain yang lebih manis, sudut lebih membulat
- Layar 6,9 inci 120Hz, bobot 214 gram
- Hadir dengan chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy dengan pilihan RAM 12GB/16GB dan penyimpanan 256GB/512GB/1TB
- Kamera utama 200MP, Ultra Wide 50MP, telefoto 10MP 3x Optical Zoom, periskop 50MP dengan 5x optical zoom dan 100x digital zoom, kamera depan 12MP PDAF
- Baterai 5.000mAh, charger 60W
- Layar depan dilapisi Corning Gorilla Armor 2
- Fitur keamanan : Privacy Display, Call Assist
- Fitur kamera : APV LOG, Horizontal Lock
Jika kita berbicara mengenai smartphone flagship, kini banyak orang sudah salah kaprah terkait definisi kalimat tersebut. Banyak yang menganggap, smartphone flagship itu adalah smartphone termahal yang ditawarkan oleh sebuah brand.
Arti dari sebuah smartphone flagship sejatinya adalah sebuah produk unggulan atau andalan utama dari sebuah merek smartphone yang mengusung teknologi paling canggih, fitur terbaik, dan spesifikasi tertinggi. Artinya, untuk menyandang titel ini, ada banyak persyaratan.
Dan di 2026 ini, Samsung kembali menghadirkan jajaran Galaxy S26 Series yang menawarkan semua hal tersebut di dalam sebuah smartphone. Dan jika dibandingkan dengan vendor lain yang berbondong-bondong hanya menunjukkan kehebatan di satu komponen saja, seperti kamera misalnya, Samsung menjual paket lengkap plus satu keunggulan yang berguna bagi penggunanya, yakni fitur keamanan.
Pada kesempatan kali ini, tim Pax.id akan mengulas varian kasta tertinggi dari seri ini, yakni Galaxy S26 Ultra. smartphone ini hadir dengan sistem keamanan unik, yang belum ada di smartphone manapun.
Desain lebih cantik
Secara desain, Galaxy S26 Ultra di mata kami merupakan varian ultra paling cantik yang ada saat ini. Jika dibandingkan dengan S24 Ultra yang memiliki desain persegi panjang dengan sudut tajam dan S25 Ultra yang masih berbentuk persegi panjang dan sudut yang sedikit melengkung, smartphone ini kini tampil lebih membulat sehingga lebih nyaman digunakan.

Di bagian belakang, housing kameranya kini dijadikan satu kesatuan, memberikan tampilan yang lebih clean. Namun kalau boleh jujur, tonjolan kameranya masih terlalu tinggi sehingga masih sering kali tersangkut saat ingin memasukkan atau mengeluarkan dari kantong atau tas.
Pilihan warna dari Galaxy S26 Ultra juga semakin menarik, dimana tersedia warna unik seperti biru dan ungu yang kalem selain warna standar lain seperti silver, putih, dan hitam. Pilihan warna yang banyak ini memberikan pilihan bagi pengguna agar dapat sesuai dengan karakter mereka.
Ada satu lagi nih peningkatan yang dilakukan Samsung di Galaxy S26 Ultra, yakni di bagian S-Pen. Karena tepiannya agak membulat, ujung dari S-Pen nya ini juga ikut membulat. Selain itu, ukuran S-Pennya juga lebih kecil sehingga tidak akan bisa tertukar dengan seri sebelumnya.
Kehadiran S-Pen yang mungkin tidak banyak di highlight saat Galaxy Unpacked 2026 menjadi salah satu penentu yang krusial. Kehadiran S-Pen ini akan sangat membantu saat bekerja, terutama dalam membuat notes di saat kita tidak bisa menggunakan keyboard fisik.
Ya, meski tidak mendapatkan pembaruan yang signifikan, namun kehadiran benda panjang nan tipis ini sangat dibutuhkan, bahkan untuk kami. Mencatat materi saat rapat dan saat press meeting menjadi lebih mudah ketimbang harus mengetik di layar.

Untuk bagian depan alias layar, desainnya masih sama dengan kamera punch-hole yang berada di tengah atas layar. Ukuran lubang untuk kameranya juga tidak terlalu besar sehingga tidak mengganggu penggunaan.
Nah untuk tepian, di sebelah kanan terdapat tombol volume dan power, sedangkan di bagian kiri tidak terdapat apapun. Sedangkan di bagian atas terdapat lubang microphone dan di bawah terdapat S-Pen, speaker, USB Type-C Port, microphone, dan SIM tray.
Layar lebih lebar
Jika berbicara mengenai layar, sebenarnya tidak ada perubahan yang sangat signifikan. Panelnya masih menggunakan panel Dynamic LTPO AMOLED 2X, punya refresh rate 120Hz, mendukung HDR10+, dan kecerahan hingga 2600 nits. Yang berbeda secara kasat mata hanyalah ukurannya yang membesar 1 inci saja, karena S26 Ultra hadir dengan layar 6,9 inci.

Meski layar lebih besar, dimensi perangkat ini tidak banyak berubah. Dan yang paling mengesankan, perangkat ini bisa lebih ringan sekitar 4 gram jika dibandingkan dengan S25 Ultra.
Pengalaman penggunaannya pun masih sama nyamannya. Kami dapat memanfaatkan split screen untuk membuka dua aplikasi secara bersamaan dengan nyaman. Penggunaan S-Pen juga masih cukup menyenangkan, meski memiliki lebih sedikit fitur jika dibandingkan dengan S24 Ultra, yang bisa digunakan untuk mengontrol kamera lebih luwes.
Saat digunakan untuk bermain gim juga lebih menyenangkan karena sudah mendukung refresh rate tinggi, dimana di beberapa gim sudah mendukung fitur yang satu ini. Dan karena memiliki layar yang terang, kami dapat menggunakan smartphone yang satu ini meski di bawah sinar matahari yang terik, apa lagi dalam beberapa bulan kedepan akan menjadi musim panas dengan intensitas yang tinggi.
Tapi, ada satu hal yang di upgrade oleh Samsung di bagian layar Galaxy S26 Ultra, terutama di sektor keamanan. Ya, soalnya di layar baru ini, mereka menyematkan teknologi bernama Privacy Display, dimana bisa memblokir orang untuk mengintip layar dari samping.
Ya, fitur ini sebenarnya bukan fitur baru, soalnya tempered glass privacy menawarkan perlindungan yang sama. Namun fitur ini ada di level hardware perangkat dan bukan sesuatu yang ditambahkan dan tidak menjadi bagian dari perangkat itu sendiri.
Ini berarti, pengguna dapat mengatur sendiri kapan fitur ini bisa aktif beserta seberapa besar perlindungan yang mereka inginkan. Ya, soalnya fitur Privacy Display ini hadir dengan dua level tingkat keamanan.
Memang terdengar sepele, namun fitur ini merupakan sebuah fitur game changer yang banyak orang butuhkan, apalagi mereka yang tidak nyaman saat menggunakan tempered glass di atas layar mereka.
Tapi, sebelum membahas kedua level perlindungan ini, ada baiknya kita sedikit membahas apa yang Samsung lakukan agar dapat menghadirkan keamanan ini tanpa harus menambah perangkat tambahan, dimana biasanya tempered glass mengurangi sensitivitas layar, yang dimana sangat mengganggu pada saat penggunaan.
Jadi, teknologi ini memanfaatkan LED yang ada di bagian layar, dimana mereka menyematkan sebuah penutup yang nantinya akan memblokir perpendaran cahaya sehingga cahaya lebih difokuskan di satu titik.
Di sini, cahaya sengaja diarahkan agar hanya dapat dilihat dari arah depan, sementara dari sisi samping yang tidak mendapatkan pendaran cahaya akan terlihat gelap.
Nah, untuk pengaturan Privacy Display sendiri, pengguna dapat memilih Medium Privacy dan Maximum Privacy. Untuk medium privacy, meski dapat memblokir cahaya agar tidak dapat dilihat dari samping, tapi sudut efektifitasnya tidak terlalu baik, sehingga terkadang masih dapat diintip oleh orang di sebelah hingga sudut tertentu.
Sedangkan untuk Maximum Privacy, layar benar-benar akan memblokir cahaya agar tidak dapat berpendar dan menampilkan sesuatu saat dilihat dari samping. Ada kekurangan dan kelebihan dari masing-masing pengaturan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Kelebihan dari Medium Privacy adalah Anda masih akan mendapatkan pengalaman yang sangat baik pada saat menggunakan perangkat, karena reproduksi warnanya masih sangat baik. Namun kekurangannya seperti yang sudah kami jelaskan di atas, di sudut tertentu orang di samping masih bisa melihat apa yang ada di layar.
Di sisi lain, Maximum Privacy menawarkan perlindungan maksimal bagi pengguna yang memang membutuhkannya. Tapi kekurangannya adalah reproduksi warna layar akan sangat berubah, bahkan layarnya terlihat lebih kuning dibandingkan dengan warna aslinya.
Sedangkan untuk perlindungan layar sendiri, mereka sudah menggunakan Corning Gorilla Armor 2 yang diklaim jauh lebih tahan goresan jika dibandingkan dengan para pendahulunya.
Pengalaman audio yang menyenangkan
Untuk audio, Galaxy S26 Ultra hadir dengan audio stereo. Memang jika dilihat, perangkat ini hanya memiliki satu speaker saja di bagian bawah. Tapi, speaker satu lagi memang sengaja disembunyikan di bagian earpiece.
Pemilihan desain ini bukan tanpa alasan, melainkan memang sengaja dilakukan untuk menghadirkan solusi audio yang lebih baik. Dan saat kami melakukan pengujian, suaranya memang terdengar terfokus ke arah kami.
Untuk mid masih terasa warm, sedangkan untuk high tidak terasa pecah. Untuk low, bassnya terasa deep tapi tidak over sehingga memberikan pengalaman yang sangat baik saat mendengarkan musik.
Dan saat digunakan menonton video, suara yang dihasilkan pun cukup terasa mengesankan. Suara percakapan terdengar jelas meski di latar belakang ada suara kencang, seperti ledakan, teriakan, suara tembakan, dan lainnya.
Nah, berbicara mengenai audio, ada fitur yang menarik nih yang bernama Audio Eraser. Secara teori, fitur ini sama seperti saat kita menghilangkan suara latar belakang saat melakukan perekaman. Namun, fitur ini dapat digunakan secara real time saat kita menonton video.
Samsung menggunakan AI untuk menghapus suara yang tidak diinginkan saat menonton video. Misalnya, Anda sedang melihat cuplikan pertandingan sepak bola dan ingin fokus mendengarkan komentator. Saat fitur ini diaktifkan, suara latar belakang seperti suara teriakan yel-yel suporter akan terhapus, sehingga Anda dapat mendengarkan komentar dengan lebih jelas lagi.
Dan untuk pengalaman audio lain, tidak terdapat jack audio 3.5 mm, tapi Galaxy S26 Ultra hadir dengan teknologi Bluetooth 6.0 terbaru. Teknologi ini jika digabungkan dengan TWS yang memiliki versi Bluetooth yang sama, seperti Galaxy Buds4 Series, akan memberikan pengalaman terbaik.
OneUI 8 : kaya fitur AI dan keamanan
Samsung Galaxy S26 Ultra out of the box sudah menggunakan sistem operasi terbaru milik mereka, yakni OneUI 8. Meski OneUI 8.5 akan hadir dalam waktu dekat ini, namun OS yang bisa Anda gunakan langsung saat ini memiliki banyak fitur AI dan keamanan canggih.
Dan jika berbicara soal OS, menurut kami OneUI 8 merupakan OS paling ringan dan paling clean, setelah mungkin OS Android murni di perangkat Pixel milik Google. Tidak ada iklan, tidak ada aplikasi bloatware yang mengganggu, pokoknya clean.
Tampilannya sederhana dan mudah dinavigasi, cocok buat para profesional yang menginginkan kemudahan dalam mengakses semua konten yang ada di perangkat mereka.
Saat berbicara mengenai fitur keamanan, ada sebuah fitur baru yang hadir di Galaxy S26 Series, yakni Call Assist. Di tengah maraknya percobaan pencurian identitas, terutama melalui panggilan telepon, fitur ini sangat berguna.
Fitur ini akan menjadi “penengah” antara penelepon dan pengguna. Terkadang, kita suka tak yakin apakah nomor yang menghubungi benar-benar orang yang butuh berkomunikasi dengan kita atau memang berniat jahat.
Call Assist akan dapat menerima panggilan telepon yang sedang masuk, dan merespon apa yang dibicarakan oleh lawan bicara. Bahkan, AI ini dapat langsung membuat jadwal di kalender jika memang pihak penelepon ingin membuat janji. Tapi sayangnya, fitur ini belum mendukung bahasa Indonesia, setidaknya untuk saat ini.
Fitur keamanan lain juga sangat berlimpah di smartphone yang satu ini, yang membuat para profesional akan sangat tertarik dengan Galaxy S26 Ultra. Salah satunya adalah fitur pemblokir otomatis.

Ya, sesuai namanya, fitur ini membolokir upaya serangan dari luar, baik melalui jalur kabel via port USB yang berupa serangan perintah dari perangkat luar, memblokir malware yang disamarkan menjadi gambar di aplikasi perpesanan atau email, dan bahkan dapat memblokir pembaruan aplikasi yang tidak dari sumber terpercaya.
Semua pemasangan aplikasi yang diluar dari PlayStore dan Galaxy Store juga akan diblokir. Belum lagi, fitur keamanan ini juga memblokir aplikasi admin di perangkat serta memblokir jaringan 2G, yang merupakan jaringan tipe lama yang kini digunakan oleh peretas untuk melakukan serangan ke perangkat.
Bagi Anda yang masih menggunakan aplikasi pemblokir nomor pihak ketiga, di Galaxy S26 Ultra juga menawarkan sistem yang sama. Dengan mengaktifkan fitur tersebut, bukan hanya dapat memblokir, namun juga melindungi dari telepon spam yang kini marak terjadi di Indonesia.

Jika masih kurang, di OneUI 8 Anda juga akan dapat menemukan fitur lain, seperti fitur asistensi, mulai dari Writing Assist, Interpreter, Note Assist, Transcript Assist, dan lainnya secara gratis.
Beberapa fitur seperti Transcript Assist, biasanya ditawarkan oleh perusahaan teknologi dengan harga langganan yang mahal, yang merupakan sebuah keunggulan ekstra bagi para penggunanya.
Fitur yang tak kalah pentingnya bagi para profesional menurut opini kami adalah kehadiran fitur S Lime. Fitur yang dianggap oleh sebagian orang mengganggu malah akan memberikan benefit yang sangat banyak untuk para profesional.

Aplikasi ini memang menawarkan konten buku digital berbayar untuk dapat kita baca di perangkat. Tapi, ada beberapa koran digital ditawarkan secara gratis, sehingga penggunanya dapat mengakses informasi terbaru di tangan tanpa harus membayar biaya langganan koran digital setiap bulannya.
Fitur AI lain juga tersedia di Galaxy S26 Ultra ini, termasuk editing AI yang lebih canggih. Kini, Anda bisa dengan leluasa mengubah baju setelah foto agar lebih sesuai dengan lingkungan saat mengambil foto.
Selain itu, fitur Circle to Search sekarang juga dapat mengenali lebih dari satu objek sehingga akan dapat memudahkan kita dalam mencari informasi di satu gambar. Berikut video bagaimana kita dapat memanfaatkan teknologi tersebut :
Untuk masalah AI, Samsung juga memberikan satu lapisan piece of mind tambahan untuk mereka yang takut datanya digunakan untuk pembelajaran AI. Di Galaxy S26 Series, termasuk S26 Ultra, AI mereka bekerja secara hybrid dimana untuk proses AI ringan akan dikerjakan secara native di perangkat, dan untuk proses yang lebih berat akan dikirimkan ke cloud.
Tapi, meski dikirimkan ke cloud, Samsung memastikan data yang dikirim akan aman.
Dan untuk yang terakhir, dalam pembaruan terkini, Samsung Galaxy S26 Ultra kini dapat melakukan transfer data ke iPhone secara langsung melalui Quick Share. Fitur ini sangat berguna karena biasanya para profesional memiliki dua perangkat atau bahkan lebih, baik iPhone sebagai complimentary phone atau iPad dan MacBook untuk pendukung produktivitas.
Nah dengan kehadiran fitur ini, pengguna bisa dengan mudah berbagi foto, video, file, dan lainnya tanpa harus repot menggunakan aplikasi pihak ketiga yang biasanya banyak iklan dan lainnya.
Nightography yang lebih baik
Sejujurnya, jika membicarakan soal kamera, di atas kertas tidak ada perubahan signifikan yang dibawa Samsung di perangkat ini. Galaxy S26 Ultra hadir dengan kamera utama 200MP, kamera ultra wide 50MP, kamera telephoto 10MP, kamera periskop 50MP, dan kamera depan 12MP.
Tapi, apa yang terlihat mungkin tidak menceritakan semua hal. Nyatanya, ada perubahan yang cukup noticeable saat Anda benar-benar menggunakannya. Kamera utamanya kini memiliki aperture f/1.4, kamera ultra widenya memiliki aperture f/1.9, kamera telefotonya memiliki aperture f/2.4, dan kamera periskopnya hadir dengan aperture f/2.9. Tapi, apa artinya?
Dengan aperture yang lebih tinggi, sensor kamera akan dapat menerima cahaya yang lebih banyak. Hal ini akan meningkatkan kualitas gambar yang diambil, terutama pada saat keadaan low light. Yup, perusahaan asal Korea Selatan ini juga dengan bangga mengatakan bahwa pengalaman Nightography di Galaxy S26 Ultra akan jauh lebih menyenangkan.
Berikut hasil foto saat kami menggunakannya untuk mengambil gambar di malam hari :
Jika dilihat, hasil foto yang dihasilkan sangat minim noise, warnanya terlihat natural, sedikit blooming, dan yang pasti saat memotret cahaya secara langsung, Anda bisa langsung melihat perbedaannya dengan lingkungan sekitar.
Sedangkan untuk hasil video, kami juga sudah melakukan pengujian. Berikut hasil videonya :
Sama seperti saat mengambil foto, hasil videonya juga minim sekali noise dan blooming. Detailnya masih sangat tajam dan warnanya terlihat natural. Jadi, Anda tidak perlu menyentuh banyak tools editing saat mengedit video.
Di sisi lain, untuk hasil foto dengan pencahayaan baik, hasil fotonya sangat tajam. Warnanya masih sangat natural ala Samsung, sehingga dapat langsung dapat diunggah ke media sosial tanpa harus banyak melakukan editing. Berikut hasil fotonya :
Nah, untuk video, ada fitur menarik nih. Samsung S26 Ultra kini hadir dengan fitur format APV LOG. Ya, format ini biasanya digunakan di kamera video profesional seperti RED, Sony, dan lainnya.
Format resolusinya juga bisa merekam hingga di resolusi 8K, namun di semua pengujian yang kami lakukan menggunakan pengaturan resolusi 4K 60fps. Di mode pro bahkan Anda akan menemukan pengaturan refresh rate hingga 120fps, yang akan memberikan Anda keleluasaan lebih saat menciptakan konten.
Jika kalau Anda berencana untuk menggunakan format yang satu ini, maka siap-siap penyimpanan di perangkat akan segera habis. Soalnya, saat menggunakan fitur ini, ukuran file-nya saat kami mencoba fitur ini 3 hingga 4 kali lebih besar dibandingkan dengan pada saat menggunakan fitur LOG biasa, apalagi dalam format standar.
Oh iya kembali ke LOG, di perangkat ini Samsung juga sudah memberikan beberapa preset color grading yang bisa digunakan. Dan berikut ini contoh hasil video yang kami rekam menggunakan LOG dan preset color grading yang dihadirkan oleh Samsung :
Selain itu, ada fitur lain yang banyak dibicarakan oleh orang-orang, yakni fitur Horizontal Lock. Ya, fitur ini membuat hasil video terlihat presisi meski Anda mengguncang atau bahkan memutar perangkat secara barbar. Fitur ini mengandalkan AI agar dapat bekerja. Berikut ini contoh hasil fitur Horizontal Lock di Galaxy S26 Ultra :
Performa, baterai, dan pengisian daya yang konsisten
Nah, yang terakhir adalah berbicara mengenai performa. Galaxy S26 Ultra hadir dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy untuk semua wilayah, tidak seperti Galaxy S26 dan S26+ yang memiliki varian Exynos 2600 di beberapa negara, termasuk Indonesia.
Untuk pilihan penyimpanan, ada 3 varian, yakni 256GB, 512GB dan 1TB dengan 2 pilihan kapasitas RAM, yakni 12GB dan 16GB. Untuk varian 256GB dan 512GB hanya tersedia di varian RAM 12GB, sedangkan penyimpanan 1TB hanya tersedia di varian RAM 16GB.
Nah untuk unit yang kami ulas memiliki RAM 12GB dengan penyimpanan 512GB. Berikut hasil benchmark yang telah kami lakukan :
| Benchmark | S26 Ultra | S25 Ultra | S24 Ultra |
|---|---|---|---|
| Antutu v10 | 2.627.986 | 2.328.119 | 2.127.281 |
| Antutu v11 | 3.892.165 | 3.591.224 | 3.321.198 |
| Geekbench 6 (Single) | 3.313 | 3.061 | 2.892 |
| Geekbench 6 (Multi) | 8.609 | 8.411 | 8.198 |
| 3DMark Wild Life Ex | 6.472 | 5.812 | 5.514 |
| 3DMark Solar Bay | 10.415 | 998 | 941 |
| Solar Bay Extreme | 995 | 884 | 719 |
| Steel Nomad Light | 2.218 | 2.143 | 2.098 |
| PCMark Work 3.0 | 21.153 | 18.323 | 16.871 |
Hasil benchmark yang telah kami uji menunjukkan ada peningkatan performa sekitar 10% hingga 13% dibandingkan generasi sebelumnya. Hal ini sangat wajar, mengingat setiap lompatan generasi prosesor, peningkatannya rata-rata ada di kisaran tersebut.
Dan untuk pengalaman bermain gim berat seperti Genshin Impact, When Winds Meet, PUBG, dan lainnya, kami dapat memainkannya dengan dengan pengaturan grafis "rata kanan" dan dapat berjalan sangat lancar tanpa lag.
Sistem pendinginnya juga telah di-upgrade, membuat HP tetap nyaman dipegang meski digunakan bermain gim nonstop hingga 1,5 jam.
Dengan meningkatnya performa, Samsung juga menyematkan baterai yang lebih besar. Saat ini, Galaxy S26 Ultra hadir dengan baterai 5.000mAh yang dalam pengujian PCMark Battery Test dapat bertahan hingga 20 jam 21 menit.
Sedangkan saat kami gunakan sebagai daily driver, kami menguji perangkat ini dari jam 8 pagi dalam keadaan baterai 100%. Dan saat kami cek pada jam 10 malam, baterainya masih tersisa sekitar 29%.
Kami melakukan pengujian normal, seperti mengetik berita selama 4 jam, scrolling media sosial selama kurang lebih 3 jam, mengambil video selama kurang lebih 1 jam, menonton video selama kurang lebih 2 jam, dan mengedit video selama kurang lebih 1 jam. Jika Anda memiliki aktivitas yang lebih sedikit, mungkin baterai dari perangkat ini dapat bertahan lebih lama.
Dan upgrade terbesar dari Galaxy S26 Ultra ini ada di pengisian dayanya. Kini, perangkat tersebut hadir dengan pengisian daya 60W menggunakan kabel, yang sudah mendukung teknologi pengisian daya PD3.0.
Saat melakukan pengujian, dari baterai kurang lebih 5% dan diisi dayanya hingga 75 menit, selama beberapa kali pengujian kami mendapatkan waktu sekitar 30 sampai 35 menit, sesuai dengan klaim yang diberikan oleh Samsung. Sementara untuk mencapai kapasitas penuhnya, membutuhkan waktu kurang dari 1 jam.
Kemudian untuk pengisian daya nirkabel, Samsung juga memberikan upgrade nih. Kini, Galaxy S26 Ultra sudah mendukung teknologi Qi 2.2 dimana dapat mengisi daya dengan tegangan hingga 25 Watt.
Spesifikasi Samsung Galaxy S26 Ultra vs Galaxy S25 Ultra vs Galaxy S24 Ultra
| Fitur / Spesifikasi | Galaxy S24 Ultra | Galaxy S25 Ultra | Galaxy S26 Ultra (Proj.) |
|---|---|---|---|
| Chipset | Snapdragon 8 Gen 3 (4nm) | Snapdragon 8 Elite (3nm) | Snapdragon 8 Gen 5 (2nm) |
| RAM | 12GB LPDDR5X | 12GB / 16GB LPDDR5X | 16GB / 20GB LPDDR6 |
| Layar & Kecerahan | 6.8" Flat (2,600 nits) | 6.86" Slim Bezel (3,100 nits) | 6.9" Tandem OLED (3,500+ nits) |
| Kamera Utama | 200MP (HP2) | 200MP (HP2 Optimized) | 200MP (New 1-inch/HP5) |
| Sistem Kamera Zoom | 10MP (3x) + 50MP (5x) | 10MP (3x) + 50MP (5x) | 50MP (3x) + 50MP (Variable Zoom) |
| Baterai & Cas | 5,000 mAh (45W) | 5,000 mAh (45W) | 5,200 - 5,500 mAh (65W Stacked) |
| Material & Desain | Titanium G2 (Sharp Corners) | Titanium G5 (Rounded) | Titanium G5+ (Ultra-Thin Bezel) |
| OS & Koneksi | One UI 6.1 (BT 5.3) | One UI 7.1 (BT 5.4) | One UI 8.1 (Wi-Fi 8 / BT 6.0) |
Harga Samsung Galaxy S26 Ultra
- RAM 12 GB / 256 GB: Rp24.499.000
- RAM 12 GB / 512 GB: Rp27.499.000
- RAM 16 GB / 1 TB: Rp31.999.000
Pax insight
Jadi, apakah sudah saatnya Anda melakukan upgrade? Jawabannya tergantung dengan apa yang Anda gunakan saat ini. Jika Anda pengguna Galaxy S24 Ultra atau perangkat lain yang diluncurkan pada tahun yang sama, maka S26 Ultra layak untuk dibeli.
Peningkatan signifikan di kamera dan chipset akan sangat terasa, terlebih lagi di masa pakai baterai karena chipset generasi terbaru ini jauh lebih efisien. Dan fitur AI yang hadir juga jauh lebih canggih.
Sementara itu, untuk pengguna Galaxy S25 Ultra atau perangkat lain yang diluncurkan pada tahun yang sama, mungkin Anda bisa menunggu tahun depan. Kecuali jika memang fitur keamanan menjadi hal yang penting, Galaxy S26 Ultra akan sangat logis untuk dibeli.
Terlepas dari layak atau tidaknya alasan untuk upgrade, menurut kami, Galaxy S26 Ultra akan menjadi smartphone flagship terbaik, setidaknya untuk tahun 2026 ini. Selain menawarkan performa tinggi, baterai tahan lama, pengisian daya cepat, dan kamera canggih, fitur keamanan seperti Privacy Display serta fitur AI lainnya seperti Horizontal Lock membuat perangkat yang satu ini bisa ada di atas para pesaingnya.



