Ulas
Kamis, 5 Februari 2026 19:41 WIB

Review Honor Pad 10: Tablet bongsor yang ringan untuk kerja dan hiburan

Honor Pad 10 tampil sebagai tablet yang mampu menyeimbangkan kebutuhan hiburan dan produktivitas.

Ringkasan review Honor Pad 10:

  • Seimbang: Honor Pad 10 mampu menyeimbangkan kebutuhan hiburan dan produktivitas.
  • Performa lancar: Mendukung multitasking tanpa hambatan yang berarti berkat dapur pacu yang bertenaga.
  • Baterai awet: Kapasitas 10.100 mAh sanggup untuk streaming hingga ±16 jam atau gaming kasual ±11 jam.
  • Pengisian cepat: Charger SuperCharge 35W membuat pengisian penuh lebih praktis dan efisien.
  • Harga menarik: Rp5.499.000 sudah termasuk bonus Smart Bluetooth Keyboard dan Honor Choice Pencil.
  • Aksesori produktif: Meski ada keterbatasan (sudut keyboard statis, pensil isi daya terpisah), tetap memberi nilai tambah untuk kerja dan kreativitas.
  • Pilihan: Cocok bagi pelajar, pekerja, maupun kreator konten yang membutuhkan tablet lengkap untuk bekerja sekaligus bersantai.

Sekitar seminggu terakhir ini saya menggunakan Honor Pad 10 untuk bekerja dan hiburan, seperti menulis artikel atau menonton film via aplikasi Netflix. Hal ini saya lakukan lantaran penasaran apakah perangkat berlayar 12,1 ini bisa memenuhi kebutuhan produktivitas dan lainnya. Sebagai catatan, biasanya saya menggunakan laptop 14 inci untuk melakukan hal tersebut. Ternyata, transisi dari laptop ke tablet ini cukup mulus dan tidak membuat saya merasa kehilangan kenyamanan bekerja. Saya rasa ini tidak lepas dari layar yang cukup besar yang diusung tablet.

 

Benar, tablet ini hadir dengan keyboard Bluetooth yang membuat mengetik artikel lebih mirip seperti laptop dan disandingkan dengan aplikasi bawaan Honor Docs, malahan saya juga bisa menulis pakai Honor Choice Pencil. Untuk menonton film, suaranya bukan hanya menampilkan suara stereo, tetapi surround yang imersif untuk sebuah tablet. Dan berikut adalah hasil ulasan saya untuk Honor Pad 10.

Desain tipis berasa premium

Kita putar waktu satu minggu sebelumnya, kesan pertama saat saya memegang Honor Pad 10 adalah nuansa premium yang langsung mengena. Begitu digenggam, bodinya terasa kokoh dengan finishing halus yang membuat nyaman di tangan. Saya sempat berpikir, kalau orang lain melihat tablet ini, mungkin punya pendapat seperti saya juga. Ehhmm, setidaknya mungkin sekitar 90% orang setuju.

Yang membuat saya kagum adalah bagaimana Honor berhasil menanamkan baterai raksasa 10.100 mAh ke dalam bodi yang tipis, hanya 6,3 mm. Biasanya, baterai besar identik dengan perangkat tebal dan berat, tapi kali ini berbeda. Secara teknis, mungkin baterainya dialokasikan ke lebar badannya, bukan ke ketebalannya.

 

Selama saya bawa ke berbagai tempat, profil rampingnya tetap terasa praktis dan bobotnya yang ringan, 525 gram, membuat tablet ini mudah masuk ke tas tanpa menambah beban berarti, bagasi sepeda motor saya juga bisa menampungnya. Sebagai seseorang yang sering berpindah tempat liputan, saya benar-benar merasakan manfaat desain ini.

Saat beralih ke layar, pengalaman saya semakin positif. Layar luas 12,1 inci dengan resolusi 2560 x 1600 piksel terasa tajam dan nyaman dipakai. Refresh rate 120Hz membuat scrolling Instagram maupun berpindah menu terasa mulus. Warna yang ditampilkan juga natural, tidak berlebihan, sehingga saya bisa menonton film atau sekadar bekerja dengan visual yang enak dipandang dari berbagai sudut.

Warna yang dihasilkan layar tidak mengalami gangguan over-saturated atau terlalu mencolok yang seringkali membuat mata cepat lelah. Akurasi warna yang pas ini membuat Honor Pad 10 sangat ideal untuk menonton film. Selain itu, bagi para pemain game kasual, layar ini memberikan keunggulan visual yang jernih untuk mendeteksi setiap detail dalam permainan.

 

Untuk memaksimalkan fungsinya, tablet ini mendukung aksesori pendukung seperti Smart Bluetooth Keyboard dan Honor Choice Pencil. Dengan keyboard eksternal, saya bisa mengetik seolah-olah sedang menggunakan laptop. Sementara itu, Choice Pencil memberikan presisi tinggi bagi mereka yang gemar menggambar atau sekadar membuat catatan tangan.

 

Hal yang agak mengganjal menurut saya adalah Smart Bluetooth Keyboard tidak mendukung aneka sudut kemiringan untuk tablet agar dapat disesuaikan ketika digunakan untuk mengetik atau menikmati hiburan. Selain itu, aksesori Honor Choice Pencil membutuhkan pengisian terpisah menggunakan charger, tidak mendukung wireless charging ketika ditempelkan di bodi tablet.

Meski demikian, saya sudah merasa terbantu dengan adanya keyboard eksternal tablet ini untuk bekerja di mana saja. Dan untuk Choice Pencil, baterainya sangat irit bertahan berhari-hari sehingga tidak perlu bolak-balik isi ulang setelah seharian dipakai.

 

Fitur pendukung kerja dan hiburan

Pengalaman audiovisual pada Honor Pad 10 semakin baik dengan kehadiran 6 speaker yang tertanam di bodinya. Ketika mencobanya, saya merasa konfigurasi ini memungkinkan tablet menghasilkan suara yang lantang namun tetap jernih tanpa distorsi, bahkan pada volume maksimal. Bass yang dihasilkan terasa cukup bertenaga untuk ukuran sebuah tablet..

Tak hanya soal kerasnya suara, Honor juga menyematkan teknologi HONOR Spatial Audio. Teknologi ini menciptakan efek surround yang membuat suara terasa seolah-olah datang dari berbagai arah. Saat saya menonton film animasi ‘Migration’ di Netflix, suara sekitar terdengar cukup imersif, memberikan pengalaman menonton lebih puas tanpa perlu audio eksternal.

Dari sisi produktivitas, pabrikan asal Tiongkok tersebut telah menyediakan aplikasi bawaan yang sangat membantu yaitu Honor Docs. Fitur ini memungkinkan saya untuk mengedit dokumen Word, Excel, hingga PowerPoint dengan antarmuka yang mudah dimengerti meski tidak sama persis seperti MS Office.

 

Kemudahan mencatat juga ditingkatkan berkat fitur handwriting recognition. Ketika kamu menggunakan Honor Choice Pencil untuk menulis catatan tangan, sistem dapat mengenali tulisan tersebut dan mengubahnya menjadi teks digital secara instan. Fitur ini sangat fleksibel bagi mahasiswa yang ingin mencatat penjelasan dosen dengan cepat namun tetap ingin hasilnya terorganisir secara digital.

Tidak ketinggalan pula fitur AI Magic Portal. Ini merupakan fitur berbasis AI yang didesain untuk menyederhanakan alur kerja multitasking. Magic Portal memungkinkan kamu untuk memindahkan konten hanya dengan satu gerakan geser (drag & drop) antar aplikasi yang berbeda, yang secara signifikan memangkas waktu kerja.

Sebagai contoh, kamu bisa langsung menggeser teks atau gambar menarik dari browser langsung ke WhatsApp untuk dibagikan, atau menarik lampiran dari galeri langsung ke dalam draft email. Kamu tidak perlu lagi melakukan proses copy-paste tradisional yang melibatkan banyak ketukan layar. Semua perpindahan konten terasa lebih intuitif dan mendukung produktivitas yang relatif cepat.

Performa lancar

Honor Pad 10 ditangani oleh chipset Snapdragon 7 Gen 3, sebuah prosesor kelas menengah ke atas yang dikenal efisien namun bertenaga. Untuk mendukung performanya, tersedia RAM 8 GB (dapat ditingkatkan hingga 16 GB via RAM Turbo) yang cukup layak untuk menjalankan banyak aplikasi sekaligus, serta penyimpanan internal 256 GB yang sanggup menampung ribuan foto, video, dan aplikasi tanpa khawatir memori cepat penuh.

Berdasarkan pengujian teknis yang saya lakukan, tablet ini mencetak skor AnTuTu Benchmark sebesar 1.051.573 poin. Pada Geekbench 6, ia meraih skor 1.168 (single core) dan 3.168 (multi core). Sementara itu, skor 3DMark Wild Life Unlimited berada di angka 5.451 poin, dan PCMark Work 3.0 mencatatkan nilai 14.383 poin.

Benchmark

Skor

Makna

AnTuTu

1.051.573

Menunjukkan performa keseluruhan yang sangat baik untuk multitasking dan aplikasi berat.

Geekbench 6

(Single Core)

1.168

Kinerja perintah tunggal responsif, cocok untuk penggunaan sehari-hari.

Geekbench 6

(Multi Core)

3.168

Kinerja multitasking lancar, mendukung tugas berat secara bersamaan.

3DMark Wild Life Unlimited

5.451

Bukti kemampuan grafis mumpuni untuk gaming dengan pengaturan tinggi.

PCMark Work 3.0

14.383

Menunjukkan efisiensi kerja harian seperti editing, browsing, dan produktivitas.

Dalam penggunaan nyata, skor AnTuTu yang menembus satu juta berarti tablet ini sanggup melibas aplikasi berat dan multitasking tanpa lag yang berarti, sebagaimana terbukti dengan percobaan yang saya lakukan saat berpindah dari aplikasi ke aplikasi lainnya. Skor Geekbench menunjukkan bahwa pemrosesan perintah tunggal maupun tugas berat secara bersamaan akan berjalan sangat responsif. Sedangkan skor 3DMark mengonfirmasi bahwa tablet ini punya kemampuan olah grafis yang mumpuni untuk gaming dengan pengaturan tinggi.

Berlanjut ke sektor daya tahan, baterai tablet ini menunjukkan efisiensi yang terbilang baik. Saat digunakan untuk menonton Netflix, penggunaan selama 1 jam hanya menghabiskan daya sebesar 6%. Secara matematis, kamu bisa menikmati tontonan streaming film atau serial favorit selama kurang lebih 16 jam non-stop tanpa perlu menyentuh kabel charger.

Bagi para gamer, performanya juga stabil. Saat saya mencoba memainkan game Beach Buggy Racing selama 1 jam penuh, baterainya hanya berkurang 9%. Artinya, tablet ini bisa menemani kamu bermain game kasual selama sekitar 11 jam terus-menerus. Ketahanan ini cukup impresif mengingat layar besar yang harus ditenagai selama permainan berlangsung.

 

Pengujian lebih lanjut menggunakan simulasi kerja pada PCMark menunjukkan hasil yang konsisten. Tablet ini mampu bertahan selama 12 jam 32 menit untuk menangani tugas-tugas simulasi seperti editing foto, video, dan browsing web secara intens. Ini adalah durasi yang lebih dari cukup untuk menemani aktivitas bekerja dari pagi hingga malam hari.

Ketika daya mulai menipis, saya tidak perlu menunggu terlalu lama berkat dukungan charger SuperCharge 35W yang disertakan dalam paket penjualan. Dalam pengujian pengisian daya dari posisi 20% hingga penuh 100%, waktu yang dibutuhkan hanya sekitar 1 jam 36 menit. Untuk kapasitas baterai sebesar 10.100 mAh, waktu pengisian ini tergolong cepat.

Aktivitas/Pengujian

Konsumsi Daya

Estimasi Durasi Pemakaian Non-Stop

Streaming Netflix 1 jam

6%

±16 jam

Gaming kasual 1 jam

9%

±11 jam

Simulasi kerja (PCMark)

12 jam 32 menit

Pengisian daya (20% ke 100%)

±1 jam 36 menit (SuperCharge 35W)

Intinya, baterai Honor Pad 10 terbilang awet untuk streaming dan gaming, ditambah pengisian cepat 35W, menjadikannya perangkat yang sangat praktis.

Kesimpulan

Honor Pad 10 tampil sebagai tablet yang mampu menyeimbangkan kebutuhan hiburan dan produktivitas. Dari sisi performa, memastikan multitasking berjalan lancar. Baterai 10.100 mAh memberikan daya tahan luar biasa, sanggup menemani streaming hingga 16 jam atau gaming kasual sekitar 11 jam. Pengisian cepat 35W semakin menambah nilai praktis.

Dengan harga Rp5.499.000, Honor Pad 10 semakin menarik karena sudah termasuk bonus Smart Bluetooth Keyboard dan Honor Choice Pencil. Meski aksesori ini punya keterbatasan, seperti sudut kemiringan keyboard yang statis dan pengisian stylus yang terpisah, keduanya tetap memberi nilai tambah signifikan untuk produktivitas maupun kreativitas. Secara keseluruhan, Honor Pad 10 adalah pilihan tepat bagi pelajar, pekerja, maupun kreator konten yang mencari tablet dengan kemampuan untuk bekerja dan bersantai.