Kelebihan :
- Baterai besar 6.500mAh, pengisian daya cepat 100W
- Desain premium
- Punya ketahanan tinggi
Kekurangan :
- Software kamera masih harus ada perbaikan
Ringkasan ulasan Xiaomi Redmi Note 15 Pro+ 5G
- Desain premium, punya pilihan cover vegan leather
- Layar 6,83 inci 120Hz, tebal 8,5mm, bobot 207 gram
- Hadir dengan chipset Qualcomm Snapdragon 7s Gen 4 dengan pilihan RAM 8GB/12GB dan penyimpanan 256GB/512GB
- Kamera utama 200MP OIS, kamera wide 8MP, kamera depan 20MP
- Baterai 6.500mAh, charger 100W
- Punya sertifikasi IP66, IP68, IP69, dan IP69K yang tahan 24 jam di air kedalaman 1 meter, layar depan dilapisi Corning Gorilla Glass Victus 2
Pax.id - Ketika berbicara mengenai smartphone dengan harga 6 juta-an, ekspektasi kita pasti sudah mendapatkan sebuah smartphone yang dengan spesifikasi yang sangat baik, baik dari sisi performa, daya tahan baterai, layar, kamera, fitur, dan lainnya. Tapi nyatanya, kebanyakan vendor hanya memberikan sekedar apa yang diinginkan oleh pengguna, terkadang tidak memberikan nilai tambahan yang bisa memikat calon pengguna.
Tapi, Xiaomi sedikit lebih berani dalam meluncurkan Redmi Note 15 Pro+ 5G. Selama kurang lebih sebulan kami memegang smartphone yang satu ini, harga Rp5.899.000 yang ditawarkan untuk meminang HP ini terasa sangat masuk akal.
Desain
Saat pengguna membeli HP di kisaran harga ini, soal desain, mungkin sebagian orang melihat desain sebagai pertimbangan, namun di sisi lain desain hanyalah nilai tambah saja. Tapi, saat pertama kali kami membuka dus HP ini, aura premium sangat terasa, apa lagi kami mendapatkan varian vegan leather untuk cover belakangnya.

Feel di tangan terasa kesat dan tidak licin, yang membuat kami tak takut terlepas saat sedang digunakan dalam kondisi tangan basah. Warna coklat dari vegan leather untuk cover belakangnya terlihat elegan dengan tulisan REDMI di bagian bawah dan housing kamera yang berwarna chrome, yang bisa membuat orang menengok untuk melihat.
Body-nya melengkung, tidak seperti kebanyakan perangkat lain yang masih menggunakan body dengan sudut tajam. Meski tak terlihat terlalu melengkung, lengkungannya pas saat digenggam. Ngomong-ngomong kenyamanan, perangkat ini juga hanya memiliki ketebalan 8.5 mm dengan bobot hanya 207 gram yang nyaman meski digunakan oleh wanita.
Masih berbicara body belakang, untuk urusan housing kamera, mereka menggunakan desain persegi dengan tepian melengkung tepat di tengah atas perangkat. Di dalam housing kamera terdapat empat lingkaran, dua diantaranya kamera, satu lampu flash, dan satu lagi, hanya lingkaran hitam.

Desain housing ini menurut penulis kurang masuk dengan estetika housing kamera yang sedang tren saat ini, yakni berada di sebelah kiri perangkat. Tapi kami mengapresiasi Xiaomi dapat memangkas ketebalan housing kamera ini sehingga camera bump-nya tidak terlalu terasa, apa lagi saat dimasukkan ke kantong celana.
Beralih ke bagian depan, Xiaomi lagi-lagi menggunakan layar lengkung untuk meningkatkan ergonomis. Bukan hanya di bagian sisi samping, namun juga mereka membuat layar bagian atas dan bawah melengkung, yang membuatnya nyaman saat digunakan dalam posisi landscape.
Nah untuk kamera depan, letaknya berada tepat di tengah atas layar, dimana merupakan posisi yang umum digunakan. Ukurannya cukup kecil sehingga tidak terlalu mengganggu saat digunakan.
Untuk bagian bezel, di sebelah kanan perangkat terdapat tombol volume dan power, sementara di bagian kiri tidak terdapat tombol apapun. Sedangkan di sisi atas terdapat lubang speaker serta mic, dan di bagian bawah terdapat speaker yang membuat perangkat ini mendukung audio stereo, USB Type-C, mic, dan slot SIM/SD card combo.
Layar dan audio
Layar merupakan bagian dari sebuah smartphone yang selalu kita lihat di setiap kegiatan. Xiaomi memutuskan untuk menggunakan layar AMOLED 6,83 inci yang cukup besar, bahkan yang terbesar saat ini di deretan Redmi Note series.

Ukuran layar ini bagi kami sangat luas, baik untuk menonton film, scrolling media sosial, bahkan bermain gim. Tapi memang, ada beberapa kasus layar besar menjadi bumerang, seperti saat bermain gim. Untuk gim casual, layar besar memang sangat enak digunakan, namun untuk gim kompetitif yang membutuhkan kecepatan jari, jika kita kurang bisa mengatur layout tombol, mungkin agak sedikit sulit untuk dijangkau.
Kekurangan ini tapi masih bisa ditutupi karena layarnya sudah menggunakan refresh rate 120Hz dan dengan respon layar 1920Hz. Di gim-gim yang sudah mendukung refresh rate tinggi, layarnya sangat mulus dan tentunya sangat responsif saat menekan tombol
Namun, dengan bobot yang hanya 207 gram saja, pengalaman kami memegang Redmi Note 15 Pro+ 5G dalam waktu yang lama masih sangat nyaman. Kami belum merasa pegal walau menggunakan perangkat ini bermain gim atau menonton selama 2 jam.
Sedangkan untuk audio, karena sudah menggunakan speaker stereo, pengalaman kami dalam menonton film dan bermain gim sangat imersif, karena suara datang dari dua arah yang bisa membantu kita menilai asal suara datang dari mana. Sedangkan saat mendengarkan lagu, suaranya tak pecah saat disetel ke volume tertinggi, dengan tone suara mid yang cukup baik dan bass yang masih terdengar jelas meski tak terlalu punchy.
Kamera
Salah satu segmen yang mungkin ditunggu-tunggu untuk dibahas mungkin adalah sektor kamera. Redmi Note 15 Pro+ 5G hadir dengan konfigurasi dua kamera belakang, dimana satu merupakan kamera utama 200MP dan kamera ultra-wide 8MP. Sedangkan di depan, perangkat ini menggunakan kamera 20MP.
Berikut ini hasil foto-foto yang kami ambil menggunakan kamera Xiaomi Redmi Note 15 Pro+ 5G :
Saat kami menguji kamera ultra-lebar pada siang hari, hasil fotonya terlihat memuaskan dengan reproduksi warna yang akurat. Keseimbangan antara bagian highlight dan shadow tampil cukup apik, meski saya mencatat bahwa warna merah terkadang tampak sedikit over-saturated, yang berdampak pada detail yang seharusnya bisa lebih tajam di area warna tersebut.
Selain itu, saya merasakan adanya sedikit shutter lag pada lensa ultra-lebar ini walaupun memotret dalam kondisi cahaya melimpah. Namun secara keseluruhan, kamera ini tetap bisa diandalkan untuk mengabadikan pemandangan luas tanpa perlu banyak berpikir.
Kemampuan kamera ultra-lebar di malam hari juga tidak mengecewakan karena mampu menghasilkan foto yang terang. Ketika saya mencoba memotret pemandangan dengan ribuan cahaya lampu kecil, hasilnya tergolong memuaskan tanpa gangguan blooming yang berarti, sehingga detail tetap terjaga dengan baik.
Meski sesekali muncul gangguan flare pada hasil foto, intensitasnya masih dalam tahap yang wajar dan dapat dikendalikan dengan baik. Hal ini memberikan nilai tambah bagi pengguna yang gemar melakukan eksplorasi fotografi di kondisi minim cahaya.
Untuk kamera utama pada siang hari, kualitas warna yang dihasilkan tampak sangat natural dan seimbang tanpa ada saturasi yang berlebihan. Kemampuan HDR-nya patut diacungi jempol, terutama saat menghadapi skenario cahaya yang rumit seperti memotret pepohonan rindang dengan sela-sela cahaya di antara dedaunan.
Namun, performa olah digital berbasis AI pada mode HDR ini terkadang memicu munculnya shutter lag sesaat setelah tombol ditekan. Untungnya, di luar penggunaan mode HDR, gangguan jeda tersebut tidak saya rasakan sama sekali, sehingga proses pengambilan foto terasa lebih instan.
Pengalaman memotret malam hari dengan kamera utama terasa sangat menyenangkan karena porsi eksposurnya terasa pas. Foto tidak hanya tampil terang, tetapi warnanya tetap terlihat cerah tanpa gangguan over-highlight yang merusak estetika. Saya tidak menemukan masalah blooming maupun flare saat memotret taman yang dihiasi dekorasi lampu kecil.
Gangguan noise pun dapat diredam dengan baik tanpa mengorbankan ketajaman detail. Selain itu, kinerja OIS terbukti sangat membantu saat menggunakan shutter speed panjang, memastikan gambar tetap tajam tanpa ada efek kabur akibat guncangan tangan saat menunggu waktu exposure.
Namun, ada satu catatan kecil mengenai pengalaman operasionalnya, yakni responsivitas saat berpindah antar kamera. Saya merasakan adanya sedikit hambatan atau kurang responsif ketika beralih dari kamera ultra-lebar kembali ke kamera standar, di mana sistem membutuhkan waktu sekitar 2 detik untuk benar-benar siap.
Sebaliknya, peralihan dari kamera standar ke lensa ultra-lebar justru terasa responsif. Meskipun bukan masalah besar, hal ini cukup terasa jika kamu sering bergonta-ganti sudut pandang secara cepat saat memotret.
Bagi kamu yang sering membutuhkan jangkauan jarak jauh, kualitas zoom pada ponsel ini tergolong bagus hingga pembesaran tidak lebih 4 kali. Hasil fotonya bersih tanpa adanya gangguan color fringing yang mengganggu pada tepian objek. Dengan sedikit sentuhan olah digital manual, hasil jepretan zoom ini masih layak untuk langsung diunggah ke media sosial.
Untuk perekaman video, kamera belakang sudan mendukung format 4K 30fps yang memiliki detail yang sangat baik. Sedangkan untuk kamera depan hanya dapat merekam hingga 1080P 60fps, yang juga memiliki hasil yang cukup layak untuk langsung diposting di media sosial.
Secara keseluruhan, meski ada beberapa catatan kecil pada sisi perangkat lunak, sistem kamera Redmi Note 15 Pro+ 5G sudah lebih dari cukup untuk memenuhi ekspektasi pengguna di kelasnya.
Performa
Satu lagi nih hal yang mungkin cukup dicari saat ingin membeli smartphone baru, yakni performanya. Redmi Note 15 Pro+ 5G hadir dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 7s Gen 4, dan untuk unit yang kami ulas memiliki RAM 12 GB dan penyimpanan internal lega sebesar 512 GB. Ada juga pilihan RAM 8GB dengan penyimpanan 256GB.
Untuk mengukur performanya secara objektif, saya melakukan serangkaian tes benchmark. Hasilnya cukup impresif, AnTuTu Benchmark menembus angka 1.057.439 poin. Pada pengujian Geekbench 6, ponsel ini mencetak skor 1.155 untuk Single Core dan 3.257 untuk Multi Core. Sementara untuk kemampuan grafis, 3DMark Wild Life Unlimited mencatatkan skor 4.327 poin, dan untuk simulasi produktivitas, PCMark Work 3.0 memberikan nilai 14.111 poin.
| Benchmark | Skor | Catatan |
|---|---|---|
| AnTuTu Benchmark | 1.057.439 | Performa keseluruhan solid, sanggup menjalankan aplikasi berat dan multitasking. |
| Geekbench 6 (Single Core) | 1.155 | Menunjukkan kinerja perintah tunggal yang responsif untuk penggunaan harian. |
| Geekbench 6 (Multi Core) | 3.257 | Multitasking lancar, mendukung tugas berat secara bersamaan. |
| 3DMark Wild Life Unlimited | 4.327 | Bukti kemampuan grafis mumpuni untuk gaming dengan frame rate stabil. |
| PCMark Work 3.0 | 14.111 | Efisien untuk produktivitas: editing dokumen, browsing intensif, dan manipulasi data. |
Jika dibandingkan dengan Redmi Note 14 Pro+ 5G yang dirilis tahun lalu, terlihat dinamika performa yang menarik. Secara keseluruhan, Redmi Note 15 Pro+ 5G unggul telak pada skor AnTuTu dengan selisih lebih dari 300.000 poin, yang mengindikasikan potensi performa mentah yang jauh lebih tinggi.
| Benchmark | Redmi Note 15 Pro+ 5G | Redmi Note 14 Pro+ 5G |
|---|---|---|
| AnTuTu | 1.057.439 | 736.000 |
| Geekbench Single | 1.155 | 1.090 |
| Geekbench Multi | 3.257 | 3.211 |
| 3DMark Wild Life | 4.327 | 4.240 |
| PCMark Work 3.0 | 14.111 | 13.923 |
Pada sektor prosesor yang diukur melalui Geekbench, persaingan menjadi sangat ketat. Redmi Note 14 Pro+ 5G hanya beda cukup jauh pada single core (1.090 poin), sementara Redmi Note 15 Pro+ 5G memimpin tipis di sektor multi core.
Untuk pengalaman gaming, kami mencoba beberapa gim yang cukup populer. Untuk Genshin Impact, kami dapat menjalankannya di pengaturan grafis tertinggi dengan sangat nyaman, meski terkadang merasakan sedikit stuttering saat menjelajah lokasi baru.
Where Winds Meet di sisi lain memiliki pengalaman gaming yang lebih stabil. Meski kami tidak menggunakan pengaturan grafis tertinggi dan bermain aman di pengaturan grafis medium, kami tidak mengalami kendala sama sekali saat bermain selama 2 jam non-stop.
Terakhir, saat menjalankan gim PUBG dan CODM, kami menggunakan pengaturan grafis tertinggi dan kembali dapat merasakan pengalaman gaming yang smooth meski dimainkan lebih dari 2 jam. Tidak ada panas berarti yang membuat kami tidak nyaman selama melakukan pengujian berjam-jam.
Baterai besar, ketahanan kuat
Untuk baterai, Redmi Note 15 Pro+ 5G hadir dengan baterai besar 6.500mAh dengan pengisian daya Redmi Note 15 Pro+ 5G hadir dengan pengisian daya 100W, yang tentu saja sangat cepat. Dan dikisaran harga ini, mendapatkan charger super cepat adalah salah satu daya tarik yang cukup besar bagi kami.
Selama pengetesan, kami mencoba merekam video resolusi Full HD 60 fps selama 1 jam penuh, dan baterainya hanya berkurang 9%. Jika dikalkulasikan, artinya smartphone ini sanggup digunakan untuk merekam video terus-menerus selama kurang lebih 11 jam.
Uji coba selanjutnya adalah untuk bermain gim. Untuk bermain gim berat, baterainya berkurang antara 8% hingga 10% per jam tergantung dengan intensitas grafis yang kita mainkan. Sedangkan untuk scrolling media sosial, penggunaan selama 1 jam hanya menghabiskan daya sebesar 3%.
Sebagai validasi akhir untuk sektor daya, kami menggunakan pengujian baterai PCMark Work 3.0 Battery Life. Hasilnya, perangkat ini mampu bertahan menyala aktif selama 17 jam 52 menit. Ini adalah skor yang cukup solid, menjamin bahwa untuk penggunaan normal hingga agak berat, ponsel ini dapat dengan mudah bertahan hampir sehari penuh tanpa perlu di-charge.
| Aktivitas/Pengujian | Konsumsi Daya (1 jam) | Estimasi Durasi |
|---|---|---|
| Rekam video Full HD 60 fps | 9% | 11 jam |
| Gaming non-stop | 5% | 18 jam |
| Streaming YouTube | 3% | 33 jam |
| PCMark Work 3.0 Battery Life | — | 17 jam 52 menit |
| Pengisian daya (20% → 100%) | — | 36 menit (Charger 100W) |
Terakhir, tidak lupa kami mencoba kecepatan pengisian dayanya menggunakan charger bawaan berdaya 100 watt. Proses pengisian dari 20% hingga 100% hanya membutuhkan waktu sekitar 36 menit.
Bukan cuma baterainya saja yang tahan lama. Namun, Redmi Note 15 Pro+ 5G juga hadir dengan jargon TITAN Durability. Perangkat ini mendukung IP66, IP68, IP69, dan IP69K yang membuatnya bisa bertahan 24 jam di air kedalaman hingga 1 meter dan tidak rusak.
Kami sudah mencoba membawa perangkat ini untuk diuji berenang sambil merekam video, dan hasilnya kami bisa merekam dengan bebas tanpa harus khawatir perangkat ini kemasukan air dan rusak selama proses penggunaan.
Sedangkan untuk layarnya, Xiaomi sudah menyematkan perlindungan Corning Gorilla Glass Victus 2 yang lebih tahan banting untuk pengalaman penggunaan yang lebih baik. Kami sudah mencoba mengetes menjatuhkan HP ini sebagai uji coba, dan hasilnya perangkat ini masih bisa berjalan dengan normal.
Pax insight
Bagi kalian yang punya budget di angka Rp6 juta-an, Redmi Note 15 Pro+ mungkin bisa menjadi salah satu pilihan kalian. Smartphone ini menawarkan desain yang cukup elegan, performa yang hampir menyamai perangkat flagship, kamera yang cukup mengesankan, baterai besar, dan tentunya daya tahan banting yang sangat kuat.
Berikut adalah harga Redmi Note 15 Pro+ 5G:
- Rp5.999.000 (RAM 8GB + 256GB)
- Rp.6.799.000 (RAM 12GB + 512GB)



