Ulas
Selasa, 30 Desember 2025 20:12 WIB

HyperX Cloud III S Wireless : Headset yang cocok untuk segala aktivitas

Lagi cari headset gaming wireless tapi gak bikin kantong jebol? Coba HyperX Cloud III S Wireless aja!

Kalau berbicara tentang headset gaming wireless, HyperX sudah menjadi nama yang nggak bisa diabaikan. Tapi kali ini, mereka ngeluarin varian yang bukan sekadar ngikutan trend, HyperX Cloud III S Wireless hadir dengan pilihan warna putih yang bersih dan elegan. Penasaran gimana performa dan fitur-fiturnya? Yuk, kita bahas tuntas di review ini!

Desain yang Sophisticated dan Serba Guna

 

Pertama-tama, hal yang langsung menarik perhatian adalah desainnya yang tidak terlalu "gamer" dalam artian klasik. Jadi kalau lu orang yang sering streaming atau bahkan kerja di kantor dengan headset ini, kamu nggak akan keliatan seperti siap main gim seharian. Warna putih yang dipilih HyperX untuk varian ini memberikan kesan minimalis dan sophisticated, sesuatu yang sangat cocok untuk kreator dan profesional.

Desain over-ear yang tertutup membuat headset ini terlihat sleek, dan kamu bisa pake ini sambil streaming gaming, merekam konten, atau bahkan saat menghadiri meeting virtual tanpa terasa berlebihan. Itulah keunggulan Cloud III S ini, versatile banget untuk berbagai kebutuhan.

Nyaman Dipakai Seharian

Kalau kamu pernah pake headset selama berjam-jam, pasti tahu gimana rasanya telingamu panas dan kepala terasa berat. Nah, HyperX sudah antisipasi banget hal ini dengan memberikan cushion super lembut di bagian earcup dan di bagian kepala. Material memory foam yang digunakan pada ear cushion ini benar-benar membuat pengalaman pakai jadi sangat nyaman, bahkan kalau dipakai selama 8 sampai 10 jam non-stop. Telinga dan kepala nggak akan terasa capek atau sakit.

 

Jika dilihat dari material yang dipakai, kemungkinan besar busa yang mereka pakai adalah busa memory foam yang sangat lembut. Bagian pembungkusnya juga terasa smooth dan kenyal, menambah kenyamanan saat penggunaan. Ini adalah fitur yang underrated, tapi sangat penting kalau lu seorang content creator atau gamer yang sering marathon session. Perlindungan pada headband juga design sedemikian rupa sehingga nggak ada tekanan yang tidak perlu. Serius, dari segi kenyamanan, HyperX benar-benar juara di sini.

 

Microphone dari Cloud III S Wireless dapat dicopot pasang, yang adalah huge win untuk portability. Kalau kamu perlu bawa headset kemana-mana, kamu bisa mencopot mic-nya dimana lebih aman saat transportasi. Untuk mic-nya sendiri menggunakan polar pattern unidirectional, yang berarti suara yang datang dari samping dan belakang akan tereduksi, yang dimana mendapatkan suara yang jernih.

Adjustability yang Praktis

 

Earcup dari Cloud III S ini bisa di-adjust panjangnya, jadi bisa disetel pas sama ukuran kepala kamu. Tapi, sayangnya nggak bisa di-tilt atau diputar ke kiri-kanan untuk menyesuaikan fit yang lebih presisi. Ini mungkin jadi masalah bagi beberapa pengguna, tapi mengingat comfort level yang sudah sangat baik, masih bisa dimaafkan.

Control yang Intuitif dan On-Device

Di sisi headset, HyperX memberikan physical button yang sangat berguna, mulai dari tombol mute untuk mic dan tombol power yang mudah dijangkau. Physical button seperti ini penting banget karena kalian nggak perlu menjangkau smartphone atau PC kalau mau quick-mute mic saat streaming atau dalam call.

 

Tombol ini juga memberi tactile feedback yang memuaskan, kamu bisa confirm bahwa apa yang kalian pencet benar-benar terlaksana tanpa perlu nengok ke device lagi. Untuk volume adjustment dan fungsi lainnya, kamu bisa gunakan multifunction button yang tersedia. Dan oh iya, tombol volumenya tmengontrol langsung besaran volume di PC, bukan di headsetnya. Agak sedikit kurang intuitif untuk kami, tapi sebenarnya gak terlalu masalah untuk banyak orang.

Connectivity yang Fleksibel: Dual Wireless Option

Cloud III S menawarkan fleksibilitas connectivity yang jarang kalian dapat di range harga ini. Kamu bisa menghubungkan ke perangkat lain melalui Bluetooth 5.3 untuk seamless pairing dengan smartphone, tablet, atau laptop. Atau kamu bisa gunakan dongle 2.4GHz wireless untuk lower-latency connection yang ideal untuk gaming.

 

Dongle ini juga pakai USB Type-C, yang hadir dengan converter USB Type-A untuk kompatibilitas backward dengan perangkat yang lebih lawas yang masih pake USB-A. Transisi antara Bluetooth dan dongle sangat smooth, dan kamu bisa pindah-pindah tanpa merasa ribet.

Kami juga melakukan testing dengan berbagai perangkat, termasuk menggunakan Xbox dan Nintendo Switch melalui Bluetooth. Koneksinya instan dan stabil. Dan untuk pengaturan, kalian bisa pakai aplikasi NGENUITY. Namanya lumayan nyeleneh ya!

Baterai Badak

Ini adalah selling point utama Cloud III S, yakni mengenai masa pakai headset yang panjang. HyperX mengklaim hingga 120 jam battery life saat menggunakan koneksi 2.4GHz wireless, dan ini bukan tipu-tipu marketing aja. Dalam pengujian, untuk penggunaan menggunakan Bluetooth selama 3 hari tanpa jeda, baterainya berkurang dikisaran 30 persen. Sementara itu, saat menggunakan koneksi 2.4Ghz, selama 3 hari, baterainya berkurang dikisaran 48 persen. Jadi, klaimnya cukup terbukti lah ya.

Pengujian ini memperlihatkan bahwa Bluetooth mode emang lebih efisien dari segi penggunaan baterai. Jadi kalau kalian ingin menghemat daya, pas lagi sesi gaming intensif saat bermain judul eSport, pakailah mode 2,4GHz. Tapi kalau lagi cuma nonton film, main gim kasual, atau sekedar dengerin lagu, mending pakai mode Bluetooth aja.

Sedangkan untuk pengisian daya, HyperX Cloud III S menggunakan USB Type-C untuk pengisian daya, yang sudah menjadi standar modern. Proses charging dari 5% hingga 100% memakan waktu sekitar 5 jam. Sekilas mungkin kedengarannya lama, tapi mengingat waktu pakai yang panjang, 5 jam itu relatif singkat.

Immersive Audio Quality

Buat kalian yang meremehkan kualitas audio headset gaming, HyperX Cloud III S menggunakan driver 53mm yang specially tuned untuk gaming dan konten. Ukuran driver ini memberikan suara yang detail dan balanced, nggak boomy, nggak terlalu flat, tapi tetap engaging. Frequency response spanning 20Hz hingga 20kHz memberikan coverage yang comprehensive untuk semua jenis konten.

Tapi yang paling exciting adalah dukungan 7.1 digital spatial audio melalui DTS Headphone:X. Fitur ini transform pengalaman menonton film atau series kamu, dimana sound positioning-nya membuat pengalaman yang imersif. Kalau kamu lagi nonton Fallout atau film action-heavy, kamu akan benar-benar merasakan perbedaannya. Setiap sound cue terasa datang dari arah yang benar dan jarak yang cukup akurat.

Gaming Performance: Spatial Audio yang Game-Changing

Dalam konteks gaming, keunggulan spatial audio mungkin sedikit kontroversial. Ada yang suka, tapi ada juga yang gak suka. Tapi, dengan kehadiran teknologi 7.1, arah suara datang dengan sangat detail. Kamu bisa merasakan arah pergerakan kaki musuh, arah tembakan, ambient sound placement, semua terasa natural dan informatif. Untuk gim kompetitif, ini adalah advantage yang nyata, dan hampir jadi cheat code sendiri.

Pax Insight - Wireles Gaming Headset yang Must Have!

HyperX Cloud III S Wireless dalam warna putih adalah headset yang truly versatile. Ini bukan pure gaming headset yang bikin kalian kelihatan jadi atlet eSport profesional, tapi juga bukan yang terlalu biasa dan tidak menarik perhatian. Headset yang ini masih akan menarik banyak perhatian.

Daya tahan baterai yang tinggi juga menjadi salah satu nilai plus yang untuk sebuah headset wireless. Selain itu, hasil suara yang dihasilkan dan minimnya lag membuat headset yang satu ini merupakan headset all-purpose yang memiliki tone suara yang nyaman digunakan di segala situasi, baik gaming ataupun menikmati video dan musik.

Untuk harga sendiri, HyperX Cloud III S Wireless ada dikisaran Rp2,9 juta yang menurut kami masih masuk akal untuk sebuah headset gaming yang bisa digunakan untuk segala hal dan masih memiliki desain model yang ciamik.