Meta akhirnya menjawab keluhan pengguna Threads soal algoritma rekomendasi yang sering dianggap tidak relevan. Menariknya, keluhan yang awalnya sekadar candaan kini resmi dijadikan fitur baru bernama “Dear algo”.
Kenapa Ini Penting?
Perubahan ini penting karena algoritma rekomendasi adalah “jantung” platform sosial modern. Jika rekomendasi tidak relevan, pengguna biasanya cepat bosan, engagement turun, dan akhirnya platform terasa seperti tempat random yang nggak ada hubungannya sama minat pribadi.
Konsep “Dear Algo”
Fitur “Dear Algo” bekerja dengan konsep yang simpel:
- Meta menjelaskan bahwa fitur “dear algo” dibuat untuk mempermudah pengguna mengontrol rekomendasi feed mereka.
- Permintaan yang ditulis lewat “dear algo” tidak cuma berhenti sebagai postingan biasa.
- Meta juga menyediakan fitur untuk memantau semua permintaan “dear algo” yang pernah dibuat pengguna, lewat menu pengaturan di aplikasi Threads.
- Bukan cuma melihat daftar permintaan, pengguna juga bisa mengedit atau menghapus permintaan tersebut kapan saja, sehingga preferensi tidak bersifat permanen.
- Terdapat opsi sosial untuk merepost permintaan “dear algo” milik orang lain.
- Tidak berlaku selamanya, setiap permintaan hanya aktif selama tiga hari.
Ketersediaan
Sebelumnya fitur ini sempat diuji dalam skala terbatas pada akhir tahun lalu. Kini, mulai dirilis lebih luas ke publik. Namun baru beberapa negara saja, seperti:
- Amerika Serikat
- Inggris
- Australia
- Selandia Baru
Pax Insight
Dengan fitur “dear algo”, Meta membuat Threads terasa berbeda dari kompetitor. Bukan karena teknologinya revolusioner, tapi karena konsepnya sangat relatable, dimana pengguna akhirnya bisa curhat ke algoritma, dan curhatan itu benar-benar dianggap.



