Hibura
Rabu, 14 Januari 2026 15:01 WIB

Kurangi biaya metaverse, Meta tutup tiga studio VR

Meta menutup tiga studio VR sebagai bagian dari pengurangan biaya di proyek metaverse.
Ilustrasi: Pinterest

Meta menutup tiga studio VR sebagai bagian dari pengurangan biaya di proyek metaverse. Studio yang ditutup termasuk Armature, Sanzaru, dan Twisted Pixel. Selain itu, aplikasi kebugaran VR bernama Supernatural tidak akan lagi mendapat konten baru, sebagaimana dilansir dari Engadget.

Karyawan Twisted Pixel, yang merilis Marvel's Deadpool VR pada November, dan Sanzaru, yang dikenal lewat Asgard's Wrath, membagikan kabar penutupan di media sosial. Bloomberg juga melaporkan bahwa Armature, studio yang membawa Resident Evil 4 ke Quest pada 2021, ikut ditutup. Meski begitu, aplikasi Supernatural masih bisa digunakan, hanya saja tidak akan ada update konten baru.

Meta mengonfirmasi penutupan ini. "Bulan lalu kami mengatakan akan mengalihkan sebagian investasi dari metaverse ke perangkat wearable," kata juru bicara Meta. "Langkah ini bagian dari strategi tersebut, dan dana yang dihemat akan dipakai untuk mendukung pertumbuhan perangkat wearable tahun ini."

Pemangkasan ini menimbulkan keraguan tentang komitmen Meta terhadap ekosistem VR yang selama ini banyak mereka investasikan. Perusahaan belum merilis headset VR baru sejak Quest 3S pada 2024, dan bulan lalu juga menghentikan rencana headset Horizon OS dari Asus dan Lenovo. Kini, Meta bahkan mundur dari pengembangan game internal.

Meski begitu, Meta menegaskan tetap mendukung industri game. "Perubahan ini tidak berarti kami meninggalkan video game," kata direktur Oculus Studios, Tamara Sciamanna, dalam memo yang dilaporkan Bloomberg. "Kami hanya mengalihkan investasi untuk fokus pada pengembang pihak ketiga dan mitra agar ekosistem bisa bertahan lebih lama."

Penutupan studio VR ini mencerminkan perubahan strategi besar Meta. Setelah menghabiskan miliaran dolar untuk metaverse, kini perusahaan lebih fokus pada perangkat wearable, seperti kacamata AR Ray-Ban hasil kerja sama dengan EssilorLuxottica. Keputusan ini menunjukkan Meta melihat masa depan teknologi interaktif lebih menjanjikan di augmented reality dan perangkat wearable dibanding pengalaman VR metaverse yang imersif.

Dampak penutupan ini akan terasa bagi industri game VR dan komunitas penggemar yang selama ini mendukung ekosistem Meta. Dengan Meta mundur dari pengembangan game internal dan aplikasi populer seperti Supernatural berhenti mendapat update, muncul pertanyaan tentang arah jangka panjang perusahaan dalam dunia VR.

Pax Insight

Penutupan tiga studio VR Meta menandakan bahwa setelah bertahun-tahun berinvestasi besar di metaverse, perusahaan kini beralih fokus ke perangkat wearable dan augmented reality. Hal ini menunjukkan antusiasme konsumen terhadap pengalaman VR metaverse penuh belum sesuai harapan, sehingga Meta memilih mengalihkan sumber daya ke kategori baru yang lebih jelas jalur komersialisasinya dalam waktu dekat.