Hibura
Selasa, 30 September 2025 14:04 WIB

Disney kehilangan 1,7 juta pelanggan setelah skors Kimmel

Disney dilaporkan kehilangan lebih dari 1,7 juta pelanggan berbayar dalam seminggu setelah menunda tayangan acara "Jimmy Kimmel Live".
Ilustrasi

Disney dilaporkan kehilangan lebih dari 1,7 juta pelanggan berbayar dalam seminggu setelah menunda tayangan acara "Jimmy Kimmel Live" pada 17-23 September 2025, dilansir dari Engadget. Penurunan pelanggan ini mencakup layanan Disney+, Hulu, dan ESPN dengan tingkat pembatalan berlangganan yang melonjak 436 persen dari tingkat normal.

Masalah dimulai ketika ABC milik Disney menunda acara bincang-bincang tengah malam "Jimmy Kimmel Live" pada 17 September setelah Presiden Donald Trump dan pejabat pemerintahan menuduh pembawa acara Jimmy Kimmel membuat komentar tidak pantas terkait pembunuhan tokoh sayap kanan Charlie Kirk. Meskipun Disney mengumumkan pemulihan acara pada 22 September dan tayang kembali keesokan malamnya, banyak penonton sudah tidak terkesan dengan tindakan perusahaan.

Marisa Kabas, pendiri The Handbasket, melaporkan data ini di platform Bluesky berdasarkan sumber internal. Angka 1,7 juta pembatalan menunjukkan reaksi keras dari basis pelanggan Disney terhadap keputusan perusahaan menangguhkan acara populer tersebut.

Disney juga memilih menaikkan harga berlangganan minggu lalu, yang berpotensi memperpanjang gelombang pembatalan. Menurut sumber Kabas, Disney mempercepat pemulihan acara karena semula berencana mengumumkan kenaikan harga pada hari Selasa tersebut. Kombinasi kontroversi penangguhan dan kenaikan harga menciptakan badai sempurna bagi exodus pelanggan.

Kehilangan 1,7 juta pelanggan dalam waktu seminggu merupakan pukulan berat bagi Disney, terutama di tengah persaingan ketat industri streaming. Dengan rata-rata pendapatan per pengguna Disney+ sekitar $6-8 per bulan, kerugian ini bisa mencapai $10-14 juta per bulan jika pelanggan tidak kembali.