Hibura
Sabtu, 17 Januari 2026 14:04 WIB

AS dan Taiwan sepakat kerjasama dagang Rp3,9 triliun untuk produksi chip

Amerika Serikat dan Taiwan baru saja menandatangani kesepakatan dagang besar yang akan mendorong investasi miliaran dolar untuk produksi chip.
Ilustrasi: Pinterest

Amerika Serikat dan Taiwan baru saja menandatangani kesepakatan dagang besar yang akan mendorong investasi miliaran dolar untuk produksi chip semikonduktor di AS, sebagaimana dilansir dari Engadget. Departemen Perdagangan AS menyebut perusahaan Taiwan akan menanamkan investasi awal sebesar USD250 miliar (sekitar Rp3,9 triliun) untuk meningkatkan kapasitas produksi chip di Amerika.

Selain itu, pemerintah Taiwan juga akan memberikan jaminan kredit senilai minimal USD250 miliar lagi untuk mendukung industri semikonduktor dan rantai pasokan di AS. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Amerika untuk mengurangi ketergantungan pada produsen chip asing sekaligus memperkuat keamanan teknologi dalam negeri.

Sebagai imbalan, Taiwan akan mendapat perlakuan tarif lebih baik. Tarif timbal balik dibatasi hanya 15 persen, turun dari 20 persen sebelumnya. Beberapa produk seperti obat generik, komponen pesawat, dan sumber daya alam tertentu bahkan dibebaskan dari tarif. Perusahaan Taiwan yang memiliki pabrik di AS juga akan diizinkan mengimpor lebih banyak barang tanpa bea, sesuai aturan Pasal 232.

Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), produsen chip terbesar asal Taiwan, siap memanfaatkan kesepakatan ini untuk memperluas operasinya di Arizona. Sebelumnya, TSMC sudah berkomitmen menginvestasikan USD100 miliar dalam empat tahun ke depan untuk mendukung produksi chip di Amerika. Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, menegaskan bahwa pemerintah ingin 40 persen rantai pasokan semikonduktor Taiwan dipindahkan ke AS.

Lutnick bahkan memberi peringatan keras: “Jika mereka tidak membangun di Amerika, tarif bisa mencapai 100 persen.” Pernyataan ini menunjukkan bagaimana AS menggunakan tarif sebagai alat tekanan sekaligus insentif agar produsen chip internasional membangun fasilitas di wilayahnya. Tujuannya jelas, mengurangi risiko gangguan pasokan global dan memperkuat posisi Amerika dalam industri semikonduktor.

Pax Insight

Kesepakatan dagang senilai Rp3,9 triliun ini menjadi tonggak penting dalam geopolitik teknologi. Negara maju kini berlomba mengamankan produksi chip dengan investasi besar. Bagi AS, strategi ini bukan hanya memperkuat ekonomi domestik, tetapi juga membuktikan bahwa tarif bisa menjadi senjata diplomasi ekonomi yang efektif di tengah ketegangan perdagangan internasional.