Sains
Selasa, 28 Juli 2026 12:03 WIB

Kenapa baterai smartphone tetap berkurang meski dimatikan dalam waktu yang lama?

Jika kalian ingin menyimpan smartphone dalam waktu lama dengan aman, ini tipsnya!

Banyak pengguna smartphone modern yang mematikan perangkat cadangan mereka dengan harapan perangkat cadangan mereka dapat digunakan dengan aman saat dibutuhkan. Namun nyatanya, kebanyakan orang terkejut karena saat mereka menyalakan perangkat cadangan mereka setelah beberapa lama, baterai mereka malah berkurang.

Nyatanya, baterai lithium ion pada smartphone akan tetap mengalami penurunan daya perlahan meski perangkat mati total. Penurunan ini dipicu oleh aktivitas sirkuit internal perangkat serta reaksi kimiawi alami di dalam sel baterai yang terus berjalan tanpa henti.

Perlunya pemahaman cara kerja perangkat modern

Memahami cara kerja pelepasan daya ini sangat penting untuk menjaga kesehatan komponen baterai dalam jangka panjang. Kesalahan penanganan saat menyimpan ponsel lama di dalam laci dapat memicu kerusakan permanen pada struktur baterai. Pengisian daya yang tidak tepat saat perangkat disimpan dapat merusak kapasitas penyimpanan, bahkan berisiko menyebabkan korsleting internal pada gawai kesayangan Anda.

Apa saja yang perlu diketahui?

Mekanisme Sirkuit Internal dan Reaksi Kimiawi Pelepasan Mandiri

  • Peran Arus Mikro Sirkuit Kendali: Saat ponsel dimatikan, sirkuit clock and wake tetap menyedot arus listrik mikro. Sistem ini bekerja secara konstan agar tombol daya dapat merespons perintah saat ditekan, sekaligus memastikan informasi jam dan tanggal langsung akurat saat ponsel menyala kembali.
  • Proses Reaksi Kimia Self Discharge: Baterai lithium ion mengalami fenomena pelepasan mandiri self discharge secara alami. Dalam keadaan mati total, baterai akan kehilangan sekitar 1 hingga 2 persen kapasitas dayanya setiap bulan. Laju pelepasan daya ini akan berlangsung jauh lebih cepat jika gawai diletakkan di area dengan suhu di atas suhu ruang.

Panduan Penyimpanan Jangka Panjang dan Pencegahan Kerusakan Permanen

  • Aturan Pengisian Daya 50 Persen: Produsen teknologi seperti Apple menyarankan untuk tidak menyimpan ponsel dalam kondisi baterai kosong sama sekali atau penuh 100 persen. Batas pengisian paling ideal sebelum disimpan adalah sekitar 50 persen, diikuti pengisian ulang berkala setiap enam bulan sekali.
  • Pencegahan Kondisi Deep Discharge: Menyimpan ponsel dalam kondisi baterai habis total untuk waktu yang sangat lama dapat memicu kondisi deep discharge state. Kondisi berbahaya ini membuat komponen pengumpul arus tembaga di dalam baterai larut dan mengendap kembali, yang berujung pada penurunan kapasitas simpan secara permanen hingga risiko korsleting.

Pax insight

Mematikan smartphone memang menjadi cara paling ampuh untuk menghemat sisa daya dalam situasi darurat, seperti saat melakukan penerbangan jarak jauh. Namun, perlu diingat bahwa mematikan perangkat kalian tidak pernah membekukan pemakaian energi secara total.

Untuk menjaga smartphone cadangan tetap awet di dalam laci, pastikan daya terisi 50 persen, simpan di tempat yang sejuk serta kering di bawah suhu 32 derajat Celsius, dan lakukan pengisian ulang secara rutin tiap enam bulan sekali.