Hibura
Kamis, 4 Desember 2025 10:09 WIB

Apple rekrut mantan karyawan Google untuk jadi bos divisi AI

Apple telah merekrut Amar Subramanya, peneliti AI berpengalaman yang paling baru dari Microsoft, sebagai Wakil Presiden AI barunya.

Apple  telah merekrut Amar Subramanya, peneliti AI berpengalaman yang paling baru dari Microsoft, sebagai Wakil Presiden AI barunya. Subramanya adalah figur terkemuka di industri yang menghabiskan 16 tahun di Google, di mana dia menjadi kepala teknik untuk Gemini, model bahasa canggih Google.

Pengumuman ini datang bersamaan dengan berita bahwa John Giannandrea, kepala AI Apple saat ini, akan pensiun pada 2026. Perubahan kepemimpinan ini menandai reorganisasi signifikan di divisi AI Apple yang telah menghadapi tantangan serius.

Dilansir dari Engadget, Subramanya akan melapor langsung kepada Craig Federighi dan akan memimpin area-area kritis termasuk Apple Foundation Models (model dasar khusus Apple), penelitian machine learning, dan evaluasi keamanan AI. Keahliannya dianggap krusial untuk mengakselerasi pengembangan AI di Apple.

Perubahan kepemimpinan ini tidak terlalu mengejutkan. Giannandrea bergabung dengan Apple pada 2018 setelah memiliki posisi tinggi di Google sebagai VP Pencarian. Saat itu, rekrutmennya dilihat sebagai kemenangan besar bagi Apple dalam perebutan talenta AI.

Namun, Apple telah menghadapi kemunduran signifikan, terutama kegagalan untuk meluncurkan versi Siri yang lebih personal dan berbasis AI yang mereka promosikan tahun lalu. Giannandrea, yang mengawasi Siri selama bertahun-tahun, menanggung sebagian besar atas keterlambatan ini.

Media bisnis melaporkan awal tahun ini bahwa CEO Tim Cook telah "kehilangan kepercayaan pada kemampuan John Giannandrea untuk mengeksekusi pengembangan produk" dan menempatkan eksekutif lain yang bertanggung jawab atas Siri.

Dalam pernyataan, Cook berterima kasih atas kontribusi Giannandrea dan mengakui peran Federighi dalam mendorong Siri yang diperbarui maju. "Dengan kedatangan Amar, Craig memperluas tim kepemimpinan dan tanggung jawab AI-nya. Craig telah menjadi instrumental dalam mendorong upaya AI kami, termasuk mengawasi pekerjaan kami untuk menghadirkan Siri yang lebih personal kepada pengguna tahun depan."

Rekrutmen Subramanya menunjukkan komitmen Apple untuk serius dalam ketertinggalan di AI, terutama setelah tertinggal dari kompetitor dalam personalisasi Siri dan fitur AI on-device yang dijanjikan.

Pax Insight

Kepergian Giannandrea dan kedatangan Subramanya mencerminkan realitas besar: di industri teknologi yang bergerak cepat, bahkan seorang visioner seperti Giannandrea bisa dinilai berdasarkan eksekusi, bukan visi. Rekrutmen dari Google menunjukkan Apple masih percaya bahwa talenta eksternal bisa mempercepat AI internal.