AI
Sabtu, 15 November 2025 17:37 WIB

Siasati larangan AS, startup Tiongkok sewa GPU Nvidia via Indosat

Startup INF Tech dari Shanghai mengakses 2.300 GPU Nvidia Blackwell melalui penyewaan cloud computing dari Indosat Ooredoo Hutchison di Jakarta.

​Meskipun Presiden AS Donald Trump secara tegas menyatakan bahwa chip Nvidia Blackwell terbaru tidak akan dijual ke Tiongkok, perusahaan-perusahaan Tiongkok terus mencari cara legal untuk mengakses GPU AI teranyar tersebut. Dilansir dari Tom's Hardware, sebuah startup yang berbasis di Shanghai, INF Tech, yang mengembangkan AI untuk aplikasi keuangan dan kesehatan, berhasil mendapatkan akses ke 2.300 GPU AI Nvidia yang dioperasikan oleh sebuah perusahaan di Jakarta.

Secara teknis, ahli hukum menyatakan langkah ini sepenuhnya legal, meskipun menimbulkan isu di tengah retorika ketat Washington D.C. dan Beijing. ​Jejak chip ini dimulai di California, tempat Nvidia menjual chip terbarunya kepada Aivres, salah satu mitranya yang membangun server AI. Menariknya, Aivres diduga sebagian dimiliki oleh Inspur, perusahaan teknologi Tiongkok yang masuk daftar hitam (blacklist) pemerintah AS karena bekerja sama dengan militer Tiongkok. Namun, karena Aivres adalah perusahaan yang berbasis di AS, mereka tidak terikat oleh pembatasan ekspor yang dikenakan pada perusahaan asing, selama mereka mematuhi aturan ekspor AS.

​Indosat Ooredoo Hutchison Jadi Perantara dengan Investasi $100 Juta

​Dari Aivres, perusahaan telekomunikasi Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), mengakuisisi 32 rak server Nvidia GB200. Dengan setiap rak berisi 72 chip Blackwell, totalnya mencapai 2.304 GPU. Jumlah ini relatif kecil dibandingkan data center raksasa AI seperti OpenAI, tetapi ini adalah kesepakatan besar bagi Indosat, dengan nilai sekitar $100 juta. IOH memang tengah gencar membangun AI Center of Excellence di Indonesia, dan telah mengumumkan kemitraan dengan Nvidia untuk membawa GB200 NVL72 pertama di Asia Tenggara. 

​Indosat tidak membeli GPU ini tanpa mengamankan pelanggan terlebih dahulu. Sumber menyebutkan bahwa Aivres menemukan klien untuk Indosat, yaitu INF Tech. Startup ini didirikan oleh Qi Yuan, seorang warga negara Amerika kelahiran Tiongkok yang juga mengepalai institut AI di Universitas Fudan. Perwakilan dari Universitas Fudan bahkan disebut hadir selama negosiasi antara INF Tech dan Indosat, meskipun INF Tech menjadi penandatangan kontrak. Setelah kontrak ditandatangani, server tersebut dipasang di lokasi Indosat di Jakarta pada Oktober 2025.

​Lubang Regulasi dan Red Flag Geopolitik: Legal, Tapi Bikin Konflik

​Karena Indosat, INF Tech, dan bahkan Universitas Fudan tidak termasuk dalam Daftar Entitas AS, transaksi ini secara teknis legal. Namun, hal ini pasti akan menarik perhatian, terutama dari pihak-pihak yang menentang akses perusahaan Tiongkok terhadap hardware Amerika yang mutakhir. Mereka berargumen bahwa Beijing dapat memaksa perusahaan mana pun (milik negara atau swasta) untuk bekerja sama dengan negara, dan kesepakatan ini membuka celah regulasi yang berisiko. Menariknya, AI Diffusion Rule yang diusulkan Pemerintahan Biden sebenarnya bisa mencegah hal ini, namun Presiden Trump tidak mengimplementasikannya. 

​Nvidia sendiri selama ini mendorong kontrol ekspor yang lebih longgar, dengan alasan AS harus mengizinkan negara lain mengakses hardware-nya untuk mempertahankan keunggulannya. Juru bicara Nvidia menyatakan tim kepatuhan mereka telah mengevaluasi dan membersihkan mitra mereka sebelum pengiriman. "Kami mendukung visi Pemerintahan Trump untuk mengamankan kepemimpinan AI AS dan menciptakan lapangan kerja Amerika," kata juru bicara Nvidia.

Sementara itu, Vikram Sinha, CEO Indosat, mengatakan perusahaannya bekerja dengan perusahaan multinasional dan memperlakukan setiap pelanggan asing sama. "Pelanggan mana pun yang berada di luar Indonesia melewati regulasi yang sama... Jika lolos semua regulasi, kami mendukungnya," kata Sinha.

​INF Tech menyatakan bahwa mereka tidak melakukan penelitian dengan aplikasi militer dan mematuhi kontrol ekspor AS. Dilaporkan server Blackwell tersebut akan digunakan untuk melatih model AI untuk pemodelan keuangan dan penelitian ilmiah, seperti penemuan obat. 

Akses INF Tech ke server Indosat ini menyoroti bagaimana perusahaan Tiongkok secara strategis menyewa cloud computing di negara-negara yang tidak dibatasi untuk mendapatkan daya komputasi AI yang sangat dibutuhkan, mengamankan akses ke chip tercanggih yang secara langsung dilarang di pasar domestik mereka.