Google resmi umumkan fitur Deep Research yang akan hadir dalam satu minggu ke depan. Integrasi ini menggabungkan kemampuan analisis mendalam milik Gemini dengan alat riset berbasis catatan milik Google.
Google sebelumnya telah mengintegrasikan Deep Research ke produk Workspace seperti Gmail, Drive, dan Google Chat. Ini memungkinkan AI untuk membantu riset lebih akurat dengan mengekstrak konteks dari email, dokumen, dan percakapan pengguna.
Dilansir dari laman Engadget (14/11), Google mengatakan fitur ini memudahkan pengguna membangun basis pengetahuan yang lebih kaya tanpa meninggalkan rutinitas kerja mereka. Sebab, pengguna dapat memiliki dua gaya riset di NotebookLM antara fast atau Deep.
Mode fast melakukan pencarian cepat, sementara mode deep menyajikan analisis lebih mendalam dan mencari sumber berkualitas tinggi. Sebelum proses dimulai, pengguna akan menerima rencana riset yang bisa disesuaikan.
Laporan akhir akan menyertakan kutipan sumber, mulai dari artikel, situs web, hingga jurnal akademik. Semua referensi tersebut bisa langsung dimasukkan ke notebook pengguna untuk dipelajari lebih jauh.
Tak hanya itu saja, NotebookLM juga mendapat dukungan format file baru. Pengguna bisa menautkan Google Sheets dan meminta analisis statistik dari data di dalamnya. Selain itu, kini pengguna bisa menambahkan file PDF melalui tautan Drive, serta mengimpor dokumen Microsoft Word berformat .docx.
Pax Insight
Integrasi Deep Research ke NotebookLM membuka peluang kerja yang lebih efisien, dimana banyak pengguna yang mengandalkan Google Workspace sehingga kemampuan riset otomatis berbasis konteks dokumen akan sangat membantu. Dengan dukungan file seperti Sheets dan .docx juga relevan untuk kebutuhan akademik dan kantor. Peningkatan ini, berpotensi menjadi salah satu alat riset AI yang paling praktis untuk pengguna muda di ekosistem Google.



