Sains
Kamis, 11 Desember 2025 11:14 WIB

Teleskop Webb temukan supernova berusia 13 miliar tahun

Teleskop Luar Angkasa James Webb kembali mencetak sejarah dengan mendeteksi supernova tertua yang pernah ditemukan.
Sumber: ESA via Engadget

Teleskop Luar Angkasa James Webb kembali mencetak sejarah dengan mendeteksi supernova tertua yang pernah ditemukan, berasal dari 13 miliar tahun yang lalu. Badan Antariksa Eropa (ESA) mengumumkan penemuan ledakan sinar gamma dari sebuah bintang yang meledak ketika alam semesta baru berusia 730 juta tahun, sebagaimana dilansir dari Engadget.

Penemuan ini memecahkan rekor sebelumnya secara signifikan. Sebelum ini, supernova tertua yang pernah tercatat berasal dari masa ketika alam semesta berusia 1,8 miliar tahun. Artinya, penemuan baru ini memundurkan catatan sejarah ledakan bintang lebih dari satu miliar tahun ke belakang.

Andrew Levan, salah satu penulis penelitian, menyatakan kekagumannya. "Pengamatan ini menunjukkan bahwa kita bisa menggunakan Webb untuk menemukan bintang individual ketika alam semesta baru berusia 5 persen dari umurnya saat ini," ujarnya. Peristiwa semacam ini sangat langka; hanya segelintir ledakan sinar gamma dari miliar tahun pertama alam semesta yang pernah terdeteksi dalam 50 tahun terakhir.

Yang mengejutkan para ilmuwan adalah kemiripan ledakan purba ini dengan supernova modern. Awalnya, para ahli menduga bintang-bintang awal akan sangat berbeda, kemungkinan lebih masif, berumur pendek, dan memiliki lebih sedikit unsur berat. Namun, Webb menunjukkan bahwa supernova 13 miliar tahun ini terlihat persis seperti supernova yang terjadi di masa kini.

Penemuan ini adalah hasil kerja sama estafet internasional yang luar biasa cepat, kurang dari 17 jam. Dimulai dari Observatorium Swift NASA yang mendeteksi lokasi sumber sinar-X. Kemudian, Teleskop Optik Nordik di Spanyol memberikan indikasi bahwa sumber tersebut sangat jauh. Akhirnya, Very Large Telescope di Chili memastikan umurnya: 730 juta tahun setelah Big Bang. Data ini kemudian memandu Teleskop Webb untuk melakukan pengamatan mendalam.

Tim peneliti kini telah mendapatkan persetujuan untuk menggunakan Teleskop Webb lebih lanjut guna mempelajari ledakan sinar gamma dari alam semesta awal, berharap cahaya sisa ledakan tersebut bisa memberikan "sidik jari"

Pax Insight

Fakta bahwa supernova purba ini "terlihat persis" seperti supernova modern adalah temuan yang membingungkan sekaligus mencerahkan. Ini menantang asumsi astrofisika bahwa bintang generasi awal (Populasi III) seharusnya sangat berbeda secara fundamental kimiawi. Jika bintang di masa bayi alam semesta meledak dengan cara yang sama seperti bintang masa kini, ini menunjukkan bahwa proses pembentukan elemen berat dan evolusi galaksi mungkin terjadi jauh lebih cepat dan lebih awal dari model teoritis kita sebelumnya. Alam semesta ternyata "dewasa" lebih cepat dari yang kita duga.