Sains
Senin, 2 Februari 2026 16:09 WIB

NASA gunakan Claude untuk kendalikan rover di Mars

NASA mencatat sejarah baru dengan memanfaatkan chatbot AI Claude buatan Anthropic untuk merencanakan rute navigasi rover Perseverance di Mars.
Sumber: Anthropic / NASA via Engadget

NASA mencatat sejarah baru dengan memanfaatkan chatbot AI Claude buatan Anthropic untuk merencanakan rute navigasi rover Perseverance di Mars. Ini adalah pertama kalinya sebuah model bahasa besar (LLM) dipercaya mengendalikan robot seukuran mobil di planet lain.

Kenapa ini penting: Terobosan ini memangkas waktu perencanaan rute manual hingga 50%. Efisiensi tersebut sangat krusial bagi NASA yang kini harus beroperasi dengan tenaga kerja lebih ramping setelah pemangkasan anggaran besar-besaran. Dengan bantuan AI, ilmuwan bisa lebih fokus pada analisis data ilmiah daripada menghabiskan waktu untuk logistik navigasi.

Detail proses

Antara 8–10 Desember, Perseverance berhasil menempuh jarak 400 meter di Kawah Jezero menggunakan jalur yang dipetakan Claude. Prosesnya dilakukan dengan sistematis:

  • Deep learning: NASA melatih agen “Claude Code” dengan data kontekstual rover yang dikumpulkan selama bertahun-tahun.
  • Koreksi otomatis: Claude memetakan jalur dalam segmen 10 meter, lalu mengkritisi dan memperbaiki rutenya sendiri secara berulang.
  • Pengawasan manusia: Insinyur di Jet Propulsion Laboratory (JPL) memverifikasi rute melalui simulasi. Hasilnya, hanya diperlukan “perubahan kecil” sebelum perintah dikirim ke Mars.

Konteks: Langkah menuju otomatisasi ini didorong oleh keterbatasan sumber daya. NASA baru saja kehilangan sekitar 4.000 karyawan (20% tenaga kerja) akibat kebijakan pemangkasan dari pemerintahan Trump. Kini lembaga tersebut dituntut untuk kembali ke Bulan dengan jumlah pegawai yang jauh lebih sedikit dibandingkan era Apollo, sebagaimana dilansir dari Engadget.

Kilas balik: Kemajuan Anthropic terbilang luar biasa. Musim semi lalu, model AI mereka bahkan kesulitan menyelesaikan game sederhana Pokémon Red. Namun, kurang dari setahun kemudian, Claude mampu menavigasi medan berbatu di planet tetangga dengan tingkat akurasi tinggi.

Pax insight

Keberhasilan ini membuka jalan bagi sistem AI otonom sepenuhnya untuk menjelajahi bagian tata surya yang lebih jauh dan ekstrem. Di wilayah tersebut, jeda komunikasi membuat kendali manusia secara real-time mustahil dilakukan. Dengan Claude, NASA membuktikan bahwa teknologi AI bisa menjadi solusi nyata untuk eksplorasi luar angkasa di masa depan.