NASA resmi membatalkan target peluncuran 6 Maret untuk Artemis II, misi berawak pertama ke orbit Bulan dalam lebih dari 50 tahun. Roket Space Launch System (SLS) harus ditarik kembali ke fasilitas perakitan (Vehicle Assembly Building/VAB) akibat masalah teknis.
Kenapa ini penting: Penundaan ini menjadi kemunduran kesekian kalinya bagi misi bersejarah tersebut. Sebelumnya, jadwal sempat bergeser ke April 2026, lalu dipercepat ke Februari, mundur ke Maret, dan kini kembali ditunda, sebagaimana dilansir dari Engadget.
Detail masalah:
- Akar masalah: Gangguan ditemukan pada aliran helium menuju tahap atas roket SLS pada 21 Februari, tepat setelah uji coba basah (wet dress rehearsal). Helium berperan penting menjaga tekanan pada tangki propelan hidrogen dan oksigen cair.
- Nasib kru: Empat astronot yang bertugas: Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen; terpaksa keluar dari masa karantina yang baru saja dimulai.
- Proses evakuasi: Mulai 24 Februari, roket raksasa tersebut ditarik mundur sejauh empat mil kembali ke VAB untuk diperbaiki.
Langkah selanjutnya: Administrator NASA, Jared Isaacman, menegaskan bahwa jendela peluncuran Maret sudah pasti tertutup. Harapan kini beralih ke jendela peluncuran April 2026, meski hal itu sangat bergantung pada kecepatan proses perbaikan.
Pax insight
Penundaan Artemis II menegaskan betapa kompleksnya misi luar angkasa berawak. Meski jadwal kembali mundur, NASA tetap berkomitmen memastikan keamanan kru dan kesiapan teknis sebelum melanjutkan misi bersejarah menuju orbit Bulan.



