Sains
Rabu, 4 Februari 2026 12:09 WIB

NASA tunda peluncuran Artemis 2 ke Maret setelah gagal uji coba

NASA terpaksa menunda peluncuran misi berawak Artemis 2 hingga paling cepat bulan Maret.
Sumber: NASA/Sam Lott via Engadget

NASA terpaksa menunda peluncuran misi berawak Artemis 2 hingga paling cepat bulan Maret, membatalkan jadwal awal yang ditargetkan pada 6 Februari. Keputusan ini diambil setelah simulasi peluncuran pada 3 Februari terhenti akibat masalah teknis.

Kenapa ini penting: Penundaan ini menjadi kemunduran bagi misi kembalinya manusia ke Bulan. Dengan jeda lebih dari tiga tahun sejak peluncuran terakhir roket SLS (Space Launch System), pengujian ini menunjukkan betapa rumitnya menghidupkan kembali sistem peluncuran raksasa setelah lama tidak digunakan, dilansir dari Engadget.

Detail masalah

Uji coba yang seharusnya memastikan kesiapan justru mengungkap sejumlah masalah kritis:

  • Kebocoran: Kebocoran hidrogen cair yang cukup parah membuat sistem otomatis menghentikan hitung mundur saat waktu tersisa lima menit.
  • Kegagalan kelangkapan: Cuaca dingin mengganggu kinerja peralatan misi, sementara proses penekanan palka modul kru Orion berjalan terlalu lambat.
  • Masalah komunikasi: Saluran komunikasi audio antara tim darat mengalami putus-nyambung selama pengujian.

Pernyataan NASA: “Tes ini memang dirancang untuk menemukan masalah sebelum penerbangan… Kami sepenuhnya mengantisipasi akan menghadapi tantangan,” kata Jared Isaacman, Administrator NASA, berusaha meredam kekhawatiran publik atas penundaan ini.

Langkah berikutnya: Tim insinyur NASA kini harus bekerja ekstra keras untuk meninjau data uji coba dan memperbaiki kebocoran hidrogen serta masalah teknis lainnya. Tanggal peluncuran baru tidak akan ditetapkan sampai NASA melakukan pengujian ulang dan memastikan seluruh sistem benar-benar siap untuk terbang.

Pax insight

Penundaan Artemis 2 menegaskan bahwa misi luar angkasa berawak masih penuh tantangan teknis, meski teknologi sudah berkembang pesat. NASA memilih berhati-hati agar keselamatan kru tetap menjadi prioritas utama. Jika semua masalah dapat diatasi, Artemis 2 akan menjadi langkah penting dalam perjalanan manusia kembali ke Bulan, sekaligus membuka jalan bagi misi Artemis berikutnya.