Teleskop Luar Angkasa Hubble kembali menunjukkan ketangguhannya dengan merilis gambar paling jernih dari Nebula Telur (Egg Nebula). Nebula ini berjarak sekitar 3.000 tahun cahaya dari Bumi, terletak di konstelasi Cygnus.
Kenapa ini penting: Gambar ini memberikan pandangan langka ke dalam fase pra-planet, yaitu periode transisi evolusi bintang yang sangat singkat, hanya berlangsung beberapa ribu tahun. Fase ini biasanya terlalu redup untuk diamati dengan detail, sehingga hasil terbaru Hubble menjadi pencapaian besar bagi astronomi, sebagaimana dilansir dari Engadget.
Detail visual:
Gambar terbaru Hubble mengungkap struktur kompleks yang sebelumnya sulit terlihat:
- Berkas cahaya: Empat pancaran cahaya dari bintang pusat yang tersembunyi menembus selubung debu tebal, menyerupai lampu sorot kosmik.
- Riak kosmik: Cincin gas konsentris yang mirip riak air, menandakan bintang tersebut melontarkan materi dalam semburan berulang setiap beberapa ratus tahun.
- Cahaya inframerah: Sorotan oranye pada gambar menunjukkan pancaran inframerah dari hidrogen molekuler panas yang bergerak cepat.
Pax insight
Bagi para astronom, membandingkan gambar terbaru ini dengan arsip lama Hubble membantu melacak proses kematian bintang secara lebih detail. Nebula Telur menjadi laboratorium alami untuk memahami bagaimana bintang berubah sebelum benar-benar menjadi nebula planet.
Bagi publik, hasil ini adalah pengingat bahwa “mata tua” NASA masih mampu menghasilkan karya seni antariksa yang memukau. Meski Hubble sudah beroperasi lebih dari tiga dekade, ia tetap menjadi salah satu instrumen paling berharga dalam eksplorasi kosmos.
Dengan gambar Nebula Telur yang tajam ini, Hubble sekali lagi menegaskan perannya sebagai saksi penting perjalanan bintang menuju akhir hidupnya, sekaligus memberi kita kesempatan menikmati keindahan alam semesta dari jarak ribuan tahun cahaya.



