Insinyur dari University of Houston telah mengembangkan teknik manajemen termal baru yang disebut thermal diode (dioda termal). Teknologi ini memaksa panas mengalir hanya ke satu arah, berpotensi mengakhiri masalah overheating pada ponsel dan kendaraan listrik.
Kenapa ini penting?
Perangkat elektronik modern sering kali mengalami over heat oleh panasnya baterai yang tak jarang mempengaruhi performa atau bahkan umur dari perangkat itu sendiri. Hal ini menjadi perhatian banyak industri, terutama smartphone, yang dimana baterai saat ini memiliki kapasitas yang besar untuk mengakomodir peningkatan performa chipset dan keinginan pengguna agar dapat menggunakan perangkat mereka lebih lama.
Untuk mengakomodir keinginan pasar ini, seperti dilansir dari laman Digital Trends (2/2), para peneliti dari Cullen College of Engineering yang dipimpin oleh Profesor Bo Zhao mengumumkan teknologi baru menggunakan konsep thermal rectification.
Bagaimana cara kerjanya?
Teknologi baru ini memiliki beberapa teknologi kunci, termasuk :
- One-Way Street: Mereka merekayasa struktur material semikonduktor di bawah medan magnet untuk mengontrol pergerakan energi.
- Traffic Control: Sistem ini mendorong panas keluar dari komponen vital (seperti prosesor atau baterai) sekaligus memblokir panas agar tidak kembali masuk, mirip dengan cara dioda listrik mengatur arus.
Tapi, untuk saat ini, dioda termal tersebut masih eksis dalam bentuk model komputer dan simulasi. Belum diketahui kapan kita akan dapat melihat teknologi baterai yang satu ini.
Pax insight
Para peneliti kini sedang bekerja untuk membangun prototipe fisik guna membuktikan bahwa teknologi ini dapat bekerja di dunia nyata. Jika berhasil, ini bisa menjadi standar baru pendinginan untuk segala hal, mulai dari smartphone, satelit, hingga sistem AI berkinerja tinggi.



