Sains
Jumat, 19 Desember 2025 11:09 WIB

Misteri planet lemon di luar angkasa terungkap

Alam semesta kembali mengejutkan para ilmuwan dengan teka-teki baru yang membingungkan.
Sumber: NASA, ESA, CSA, Ralf Crawford (STScI)

Alam semesta kembali mengejutkan para ilmuwan dengan teka-teki baru yang membingungkan. Kali ini, sebuah tim peneliti yang menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb milik NASA menemukan sebuah planet aneh di luar tata surya kita (eksoplanet) yang berbentuk seperti buah lemon, dilansir dari Engadget.

Planet yang diberi nama PSR J2322-2650b ini mengorbit sebuah pulsar, yaitu bintang kecil yang sangat padat dan memancarkan radiasi elektromagnetik kuat. Pasangan antara pulsar dan benda langit yang lebih kecil seperti ini sering disebut sebagai sistem "janda hitam" (black widow system). Meskipun pasangan semacam ini bukan hal baru, apa yang ditemukan pada planet ini benar-benar membuat para astronom garuk kepala.

"Saya ingat setelah kami mendapatkan datanya, reaksi kolektif kami adalah 'Apa-apaan ini?' Ini sangat berbeda dari apa yang kami harapkan," ujar Peter Gao dari Laboratorium Bumi dan Planet Carnegie.

Bentuk planet ini menjadi lonjong menyerupai lemon karena posisinya yang sangat dekat dengan bintang pulsar induknya. Gaya gravitasi yang ekstrem dari bintang tersebut menarik dan memelarkan bentuk fisik planet tersebut.

Namun, keanehan tidak berhenti pada bentuknya. Planet ini memiliki atmosfer yang sangat unik, sebagian besar terdiri dari helium dan karbon. Biasanya, pada planet luar surya, ilmuwan berharap menemukan molekul seperti air, metana, atau karbon dioksida. "Sebaliknya, kami melihat molekul karbon," kata Michael Zhang, peneliti utama dari Universitas Chicago.

Komposisi atmosfer yang kaya karbon ini menjadi misteri besar karena tidak sesuai dengan teori pembentukan planet mana pun yang diketahui saat ini. "Sangat sulit membayangkan bagaimana planet ini bisa memiliki komposisi yang sangat kaya karbon. Ini sepertinya menepis semua mekanisme pembentukan yang kita ketahui," tambah Zhang.