Sains
Rabu, 27 Agustus 2025 08:58 WIB

ESA kembangkan CREAM atasi sampah luar angkasa

Ruang antara Bumi dan Bulan, terutama di low-Earth orbit, membutuhkan pembersihan serius.
ESA

European Space Agency (ESA) mengembangkan sistem Collision Risk Estimation and Automated Mitigation (CREAM) untuk mengotomatisasi proses monitoring dan respons terhadap ancaman sampah luar angkasa yang terus meningkat, sebagaimana dilansir dari New Atlas.

Ruang antara Bumi dan Bulan, terutama di low-Earth orbit, membutuhkan pembersihan serius. Diperkirakan terdapat lebih dari 11.000 satelit aktif di orbit saat ini, bersama 3.300 satelit tidak aktif dan mencengangkan 1,2 juta pecahan sampah berdiameter lebih dari satu sentimeter. Angka ini belum termasuk puluhan ribu satelit baru yang direncanakan untuk masa depan.

Dengan lalu lintas padat ini, badan antariksa dan kekuatan militer besar harus memantau posisi satelit secara rutin. Jika satu objek terlihat akan melewati jarak dalam satu kilometer dari objek lain atau ada peluang 1 banding 10.000 untuk tabrakan, prosedur standar adalah mengubah sementara lintasan salah satu objek.

Namun prosesnya rumit: menentukan kemungkinan tabrakan, menghitung lintasan tepat setiap objek, mencatat status aktivitas dan manuver, menyusun strategi penghindaran, mematikan instrumen, menyalakan thruster untuk mengubah orbit, dan kembali ke jalur semula. Semua ini membutuhkan waktu, uang, dan usaha manual yang besar.

Dimulai tahun 2020, proyek CREAM mengotomatisasi tugas penilaian risiko tabrakan, perencanaan manuver, dan koordinasi antar operator luar angkasa. Menggunakan algoritma, sistem dapat mengevaluasi pendekatan dekat potensial, menghitung probabilitas tabrakan, dan memprediksi parameter insiden.

Setelah mengidentifikasi kemungkinan tabrakan, CREAM secara otomatis menghitung strategi penghindaran terbaik dan membuka negosiasi dengan operator, regulator, dan penyedia layanan yang memiliki kepentingan pada pesawat ruang angkasa terlibat.

CREAM saat ini beralih dari pengujian berbasis darat ke demonstrasi in-orbit sebagai muatan digital pada satelit. Misi CREAM-IOD pertama dijadwalkan tahun 2027 menggunakan satelit berbiaya rendah yang dapat menghitung orbit, menilai pertemuan, dan menghitung manuver penghindaran secara otomatis.