YouTube resmi memberikan pembaruan pada fitur pencarian lanjutan dengan menjadikan Shorts sebagai kategori konten yang berdiri sendiri. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengecualikan video pendek dan hanya fokus pada hasil pencarian video berdurasi panjang.
Fitur ini membantu pengguna yang sering kesulitan mencari video tutorial atau penjelasan mendalam karena terganggu oleh banyaknya klip singkat. Sebelumnya, hasil pencarian sering tercampur antara video utama dan Shorts, sehingga terasa kurang efektif untuk pencari informasi detail.
Pembaruan ini dianggap sangat penting mengingat banyaknya konten otomatis dan video berbasis AI yang membanjiri platform. Filter baru ini memungkinkan pengguna menyaring konten yang benar-benar berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan mereka dengan lebih cepat.
Selain kategori konten, YouTube mengubah nama menu "Sort By" menjadi "Prioritize" dalam pengaturan pencarian. Perubahan istilah ini dilakukan untuk lebih menunjukkan cara sistem menyaring dan menampilkan konten yang paling relevan bagi pengguna, seperti dilaporkan Engadget (09/01).
Menu "View Count" pun kini telah berganti nama menjadi "Popularity" dengan indikator penilaian yang jauh lebih luas. Popularitas sebuah video kini tidak hanya diukur dari jumlah penayangan saja, tetapi juga mempertimbangkan metrik lain seperti durasi tonton (watch time).
Di sisi lain, YouTube memutuskan untuk menghilangkan beberapa pengaturan lama, seperti pengurutan berdasarkan rating dan pencarian per jam terakhir. Untuk membuat pengalaman pencarian konten lebih bersih dan efisien, langkah penyederhanaan ini dilakukan untuk menyederhanakan sistem navigasi.
Pax Insight
Kebijakan YouTube untuk memisahkan Shorts dari pencarian utama menunjukkan bahwa platform ini mulai menyadari adanya "kelelahan konten" pada pengguna yang mencari informasi serius. YouTube juga sering kali menjadi sarana belajar mandiri, melalui fitur ini membantu pelajar dan profesional untuk menemukan video edukasi tanpa terdistraksi oleh hiburan singkat yang adiktif.



