Hibura
Jumat, 31 Oktober 2025 10:14 WIB

Pendapatan konsol Xbox anjlok 30 persen

Microsoft telah merilis laporan pendapatan untuk kuartal yang berakhir pada 30 September, dan mengungkapkan bahwa pendapatan dari perangkat keras Xbox turun 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Tahun ini belum menjadi tahun yang baik untuk Xbox. Microsoft telah merilis laporan pendapatan untuk kuartal yang berakhir pada 30 September, dan mengungkapkan bahwa pendapatan dari perangkat keras Xbox turun 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dilansir dari Engadget.

Perlu dicatat bahwa penurunan pendapatan ini belum mencerminkan penurunan penjualan yang disebabkan oleh kenaikan harga konsol sebesar USD 20 hingga USD 70 (Rp 330.000 hingga Rp 1,16 juta), karena kenaikan tersebut baru berlaku pada 3 Oktober.​

Demikian pula, Microsoft baru menaikkan harga langganan Game Pass Ultimate dari USD 20 menjadi USD 30 (Rp 330.000 menjadi Rp 497.000) pada bulan Oktober. Artinya, dampak kenaikan harga ini belum terlihat dalam laporan keuangan kuartal ini.​

Sementara itu, pendapatan dari konten dan layanan Xbox tetap relatif tidak berubah dari periode yang sama tahun lalu. Microsoft mengatakan mereka melihat pertumbuhan dari langganan Xbox dan konten pihak ketiga, tetapi "sebagian diimbangi" oleh penurunan konten game pihak pertama.​

Divisi Xbox adalah salah satu tim yang paling terdampak ketika Microsoft mulai memangkas tenaga kerja globalnya awal tahun ini, dengan perusahaan membatalkan game yang sedang dikembangkan untuk konsol. Microsoft membatalkan reimajinasi modern Perfect Dark, game first-person shooter dari tahun 2000, dan bahkan menutup studio Xbox yang mengerjakannya. Perusahaan juga membatalkan Everwild, proyek yang telah lama dikembangkan oleh studio Xbox Rare, juga di tengah pemecatan massal.​

Secara keseluruhan, pendapatan Microsoft sebesar USD 77,7 miliar (Rp 1.287 triliun) adalah 17 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dan pendapatan operasinya naik 22 persen. CEO Microsoft Satya Nadella memposting beberapa sorotan tentang panggilan pendapatan perusahaan di X, sebagian besar berfokus pada upaya AI mereka. Dia mengatakan bahwa perusahaan akan meningkatkan kapasitas AI sebesar 80 persen tahun ini dan akan menggandakan jejak pusat data mereka selama dua tahun ke depan.​

Penurunan tajam pendapatan konsol Xbox ini menunjukkan tantangan yang dihadapi Microsoft dalam pasar konsol game yang semakin kompetitif. Dengan persaingan ketat dari PlayStation 5 dan Nintendo Switch, Xbox berjuang mempertahankan pangsa pasarnya. Pembatalan beberapa judul game eksklusif juga mengurangi daya tarik konsol bagi konsumen yang mencari pengalaman bermain unik.

Meski begitu, fokus Microsoft pada layanan berbasis langganan seperti Game Pass menunjukkan strategi jangka panjang yang berbeda dari pesaing. Perusahaan tampaknya lebih tertarik membangun ekosistem game lintas platform daripada hanya menjual perangkat keras konsol.