Hibura
Rabu, 29 Oktober 2025 11:04 WIB

Nvidia gandeng Uber dan Mercedes-Benz untuk mobil otonom

Nvidia menjalin kemitraan dengan Uber untuk melengkapi lebih banyak kendaraan perusahaan transportasi daring tersebut dengan infrastruktur mengemudi otonom.
Sumber: Nvidia

Nvidia menjalin kemitraan dengan Uber untuk melengkapi lebih banyak kendaraan perusahaan transportasi daring tersebut dengan infrastruktur mengemudi otonom, dilansir dari Engadget. Kesepakatan ini berpusat pada platform pengembangan kendaraan otonom Drive AGX Hyperion 10 milik Nvidia, sebuah sistem komputer dan sensor yang dapat membuat kendaraan apa pun mampu mengemudi sendiri tingkat 4, serta perangkat lunak Drive.​

Kemitraan ini akan membuat armada global kendaraan otonom Uber tumbuh hingga 100.000 kendaraan seiring waktu, dimulai pada 2027. Ini merupakan langkah signifikan dalam upaya Uber menghadirkan layanan transportasi tanpa pengemudi dalam skala besar.​

Beberapa merek otomotif terkemuka juga berkolaborasi dengan Nvidia dalam dorongan mengembangkan kendaraan yang benar-benar otonom. Stellantis, Lucid, dan Mercedes-Benz sedang mengerjakan kendaraan yang akan mendukung teknologi tingkat 4 Nvidia. Teknologi tingkat 4 berarti kendaraan dapat mengemudi sendiri dalam kondisi tertentu tanpa campur tangan manusia.​

Sistem Drive AGX Hyperion 10 menggabungkan perangkat keras komputasi bertenaga tinggi dengan susunan sensor canggih termasuk kamera, radar, dan lidar untuk memberikan kendaraan kemampuan melihat dan memahami lingkungan sekitarnya secara menyeluruh. Platform ini dirancang sebagai solusi menyeluruh yang dapat diintegrasikan ke berbagai jenis kendaraan.

Selain kendaraan penumpang, Aurora, Volvo Autonomous Solutions, dan Waabi mengejar implementasi Drive AGX Hyperion 10 ke dalam kendaraan angkut barang jarak jauh. Ini menunjukkan bahwa teknologi mengemudi otonom tidak hanya ditargetkan untuk transportasi pribadi, tetapi juga untuk merevolusi industri logistik dan pengiriman barang.​

Kemitraan ini menempatkan Nvidia sebagai pemain utama dalam perlombaan global menuju kendaraan otonom. Dengan memasok teknologi inti ke Uber dan produsen otomotif besar, Nvidia berupaya menjadi standar industri untuk sistem mengemudi otonom, mirip dengan dominasi mereka di pasar chip pemrosesan grafis.

Bagi konsumen, perkembangan ini berarti masa depan di mana naik taksi tanpa pengemudi atau pengiriman barang dengan truk otonom bukan lagi fiksi ilmiah, tetapi kenyataan yang akan segera terwujud. Dengan target dimulainya implementasi pada 2027, hanya tinggal menunggu beberapa tahun sebelum teknologi ini mulai terlihat di jalan-jalan.

Langkah Nvidia ini juga mencerminkan pergeseran industri otomotif dari perangkat keras mekanis tradisional menuju sistem yang didorong perangkat lunak dan AI, di mana komputasi dan pemrosesan data menjadi inti dari pengalaman berkendara masa depan.