Nintendo baru saja mengumumkan akuisisi besar-besaran terhadap Bandai Namco Studios Singapore (BNSS), cabang pengembangan game lokal dari perusahaan hiburan raksasa Bandai Namco Group. Dalam langkah strategis ini, studio akan diubah menjadi anak perusahaan Nintendo dan dinamai ulang menjadi Nintendo Studios Singapore, dilansir dari Hardwarezone.
Akuisisi ini merupakan bagian dari strategi Nintendo untuk memperkuat struktur pengembangan game-nya. Perlu dicatat bahwa Nintendo dan BNSS sudah memiliki hubungan bisnis yang kuat sebelumnya. Beberapa game dalam portofolio BNSS, termasuk Splatoon 3, telah dipublikasikan oleh Nintendo. Nintendo juga menghargai keahlian khusus BNSS dalam menciptakan aset seni dalam game (in-game art assets).
Proses akuisisi akan berlangsung bertahap. Nintendo akan membeli 80 persen saham BNSS pada tanggal 1 April 2026. Sisanya sebesar 20 persen akan diakuisisi kemudian, setelah operasi anak perusahaan baru stabil dan berjalan lancar.
Langkah ini cukup signifikan mengingat Nintendo tidak sering melakukan akuisisi studio pengembangan game. Dalam laporan keuangan triwulanan yang dirilis 5 November lalu, Nintendo secara eksplisit menyatakan bahwa perusahaan berniat untuk mengakuisisi lebih banyak studio pengembangan dan mengubahnya menjadi anak perusahaan. Tujuannya jelas: memperkuat kemampuan pengembangan game internal. Akuisisi BNSS ini membuktikan bahwa Nintendo sedang beraksi nyata terhadap strategi tersebut.
BNSS memiliki portofolio yang mengesankan. Selain Splatoon, studio ini juga bekerja sebagai studio pendukung untuk game franchise terkenal lainnya. Ini mencakup Tekken 7 dan 8, Soul Calibur VI, dan Ace Combat 7: Skies Unknown; semua dipublikasikan oleh Bandai Namco Entertainment. Studio ini juga mengembangkan game 3D platformer berjudul Hirogami yang dipublikasikan oleh Kakehashi Games, publisher fokus game indie.
Dengan akuisisi ini, Nintendo memperoleh akses ke tim yang berpengalaman dan track record terbukti dalam mengembangkan aset visual berkualitas tinggi dan game-game populer. Lokasi di Singapura juga strategis mengingat kawasan Asia Tenggara adalah pasar game yang berkembang pesat.
Keputusan ini mencerminkan ambisi Nintendo untuk tidak hanya menjadi publisher game, tetapi juga membangun kapasitas pengembangan internal yang lebih kuat. Dengan menginternalisasi talenta BNSS, Nintendo bisa lebih mengontrol kualitas, timeline, dan visi kreatif dari proyek-proyek game masa depan mereka.
Pax Insight
Akuisisi BNSS menunjukkan bahwa Nintendo sedang shift dari model yang hanya bergantung pada partner eksternal menjadi model yang lebih vertikal terintegrasi. Di era kompetisi game yang semakin ketat, dengan Microsoft dan Sony juga agresif akuisisi studio, Nintendo memilih untuk memperdalam kontrol atas aset kreatifnya.



