Hibura
Jumat, 12 September 2025 19:12 WIB

Microsoft-OpenAI sepakat fase baru kemitraan

Microsoft dan OpenAI mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) non-binding untuk fase baru kemitraan mereka.
Sumber: Chona Kasinger/Bloomberg via Getty Images

Microsoft dan OpenAI mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) non-binding untuk fase baru kemitraan mereka. Dilansir dari Engadget, kesepakatan ini membuka jalan bagi OpenAI untuk melakukan restrukturisasi menjadi public benefit corporation (PBC) sambil memberikan saham senilai lebih dari $100 miliar kepada divisi nirlabanya.

Dalam kesepakatan ini, divisi nonprofit OpenAI akan tetap mempertahankan kontrol atas perusahaan yang direstrukturisasi sambil memiliki saham ekuitas senilai lebih dari $100 miliar, sekitar 20% dari valuasi $500 miliar yang ditargetkan OpenAI. Hal ini menjadikan nonprofit OpenAI sebagai "salah satu organisasi filantropi dengan sumber daya terbesar di dunia" menurut Ketua Bret Taylor.

Kesepakatan ini mengakhiri berbulan-bulan negosiasi tegang antara OpenAI dan Microsoft terkait rencana transisi struktur perusahaan. Microsoft telah menginvestasikan lebih dari $13 miliar sejak 2019 dan berhak atas 49% keuntungan masa depan OpenAI berdasarkan perjanjian lama.

Perjanjian baru memodifikasi klausul yang menyatakan bahwa Microsoft kehilangan akses ke teknologi OpenAI paling canggih jika dewan OpenAI memutuskan telah mencapai artificial general intelligence (AGI) setara manusia. Detail spesifik kepemilikan saham Microsoft dalam struktur baru belum diungkapkan.

Hubungan Microsoft-OpenAI telah berevolusi dari mitra menjadi frenemies (teman sekaligus pesaing). Microsoft kini mengizinkan OpenAI menggunakan penyedia cloud lain seperti Oracle dan Google, sementara Microsoft juga mengembangkan model AI internalnya untuk mengurangi ketergantungan pada OpenAI.

OpenAI masih menghadapi persetujuan dari Jaksa Agung California dan Delaware untuk struktur perusahaan barunya. Perusahaan menargetkan menyelesaikan transformasi ini pada akhir tahun 2025, karena kegagalan dapat membahayakan miliaran dolar pendanaan yang terkait dengan timeline tersebut.

Restrukturisasi ini memungkinkan OpenAI meningkatkan modal dengan tata kelola konvensional dan membuka jalan menuju IPO. Sebagai PBC, OpenAI tetap wajib mempertimbangkan manfaat sosial yang lebih luas di samping kepentingan investor.

OpenAI juga meluncurkan program hibah $50 juta untuk mendukung organisasi nonprofit dalam literasi AI, inovasi komunitas, dan peluang ekonomi. Ini hanya permulaan dari dampak filantropi yang dapat dicapai dengan rekapitalisasi bernilai $100 miliar.