Meta resmi meluncurkan support hub untuk pengguna Facebook dan Instagram. Langkah ini diambil setelah Meta mengakui secara terbuka bahwa layanan dukungan sebelumnya tidak memenuhi harapan pengguna.
Hub baru ini telah dirilis secara global di platform iOS dan Android, dan memungkinkan pengguna melaporkan masalah akun, memulihkan akses akun yang hilang, dan mendapatkan jawaban cepat melalui fitur pencarian dan asisten berbasis AI.
Dilansir dari laman Techcrunch (05/12), Meta mengatakan asisten AI tersebut akan menawarkan bantuan yang lebih spesifik dan personal, seperti pemulihan akun, pengaturan profil yang lebih kompleks, atau masalah keamanan dan privasi. Sebelum dibawa ke aplikasi Meta lainnya, fitur ini hanya tersedia di Facebook untuk saat ini.
Perusahaan mengklaim bahwa penggunaan AI telah membantu mengurangi kasus peretasan akun hingga lebih dari 30% di seluruh dunia. AI juga mencegah hal-hal seperti phishing, upaya login yang mencurigakan, dan akun yang dapat disalahgunakan.
Meskipun begitu, masih banyak pengguna yang mengaku kehilangan akses akun karena kesalahan sistem Meta yang tidak terjelaskan. Beberapa pengguna bahkan sampai menempuh jalur hukum karena akun yang hilang berdampak langsung pada bisnis dan penghasilan mereka.
Meta optimistis pusat dukungan baru ini bisa memudahkan proses pemulihan akun, memberi panduan yang lebih jelas, dan meningkatkan keamanan secara keseluruhan. Pengguna juga dapat memilih verifikasi tambahan berupa selfie video untuk memastikan identitas mereka.
Pax Insight
Buat kreator konten dan pebisnis online di Indonesia yang menggantungkan pemasukan dari Facebook dan Instagram, peningkatan dukungan ini adalah kabar yang sangat penting. Banyak UMKM lokal selama ini kewalahan dan frustasi saat akun kena hack atau tiba-tiba dinonaktifkan tanpa alasan yang jelas dan cepat. Jika implementasinya lancar, pengalaman pengguna di Meta bisa jadi lebih aman dan efisien.



