Hibura
Kamis, 25 September 2025 14:51 WIB

Intel minta investasi Apple untuk bangkit

Intel mendekati Apple untuk meminta investasi dalam upaya comeback setelah "dekade yang hilang".
Ilustrasi (Sumber: SDC)

Intel mendekati Apple untuk meminta investasi dalam upaya comeback setelah "dekade yang hilang," menurut laporan Bloomberg. Pembicaraan tahap awal ini juga membahas kemungkinan kolaborasi lebih erat antara kedua perusahaan teknologi raksasa tersebut, meski belum ada kesepakatan yang terlihat.

Setelah berita Bloomberg tersebar, saham Intel naik 6% ke $31,22 sementara Apple turun 1% ke $252,31. Reaksi pasar ini menunjukkan bahwa investor menganggap kemitraan dengan Apple sebagai validasi penting bagi strategi turnaround Intel yang sedang berjuang melawan AMD dan Nvidia.

Kedua perusahaan dilaporkan menolak berkomentar, namun sumber mengatakan pembicaraan masih dalam tahap sangat awal dan mungkin tidak menghasilkan kesepakatan. Intel juga dilaporkan mendekati perusahaan lain untuk investasi dan kemitraan serupa.

Pendekatan ke Apple ini mengikuti serangkaian investasi besar yang berhasil dikumpulkan Intel dalam beberapa minggu terakhir. Nvidia menginvestasikan $5 miliar untuk kolaborasi chip PC dan data center, sementara SoftBank menyuntikkan $2 miliar untuk ekspansi manufaktur AS.

Yang paling signifikan, pemerintah AS mengambil kepemilikan 10% Intel melalui kesepakatan yang diatur Gedung Putih, memberikan sekitar $10 miliar untuk pembangunan pabrik di Arizona dan Ohio. CEO Lip-Bu Tan aktif mencari mitra sebagai bagian strategi pemulihan perusahaan.

Hubungan Intel-Apple memiliki sejarah panjang dan rumit. Apple menggunakan prosesor Intel untuk Mac selama 15 tahun sebelum beralih ke chip ARM custom sendiri pada 2020. Perpindahan ini menjadi pukulan besar bagi Intel karena Apple adalah salah satu pelanggan terbesar.

Apple juga pernah bekerja sama dengan Intel untuk chip modem 5G saat berusaha mengurangi ketergantungan pada Qualcomm. Namun Intel gagal memenuhi standar Apple, sehingga kesepakatan gagal dan Intel akhirnya menjual bisnis modemnya ke Apple.

Meski tidak mungkin Apple kembali menggunakan prosesor Intel untuk produk utama, kemitraan ini bisa memberikan manfaat strategis. Apple sedang diversifikasi supplier untuk mengurangi risiko geopolitik dari ketergantungan berlebihan pada Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC).

Intel bisa menyediakan advanced packaging untuk komponen yang tidak memerlukan node terdepan, seperti sensor untuk kacamata AR yang akan datang, chip otomotif untuk proyek mobil Apple, atau prosesor untuk perangkat enterprise dengan kebutuhan performa berbeda.