Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, secara tegas menyatakan pemerintah tidak akan lagi mentoleransi laporan sepihak dari platform digital global terkait pengawasan konten.
Dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI, pemerintah mendesak transparansi penuh mengenai kapasitas sistem moderasi, jumlah moderator lokal, dan efektivitas pengendalian konten berbahaya.
Kenapa ini penting?
Saat ini, tingkat kepatuhan platform global terhadap permintaan moderasi pemerintah hanya berada di angka 20 persen.
Banyak permintaan pemutusan akses konten bermasalah tidak ditindaklanjuti dengan cepat, yang berdampak langsung pada maraknya judi online, pornografi deepfake, penipuan, hingga disinformasi kesehatan di Indonesia.
“Kita minta transparansi, kita minta penjelasan mengenai sumber daya pengawasan mereka,” kata Meutya.
Ia mencontohkan, salah satunya perusahaan Meta yang disebut belum dapat menjelaskan tentang jumlah rekrutan untuk melakukan pengawasan digital di Indonesia.
Terlebih, Indonesia memiliki jumlah pengguna internet yang sangat besar. Karenanya, pemerintah meminta platform global tak hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar, tapi juga menghadirkan sistem pengawasan yang memadai.
Urgensi transparansi pengawasan konten
- Dampak: Menurut Menkomdigi, lemahnya pengawasan platform berdampak langsung pada tingginya penyebaran konten berbahaya.
- Kehadiran kantor lokal: Menkomdigi juga kini sedang mempertimbangkan aturan tambahan agar platform digital global memiliki kantor perwakilan di Indonesia.
- Penanganan yang lebih cepat: Dengan kehadiran kantor di Indonesia, koordinasi penanganan konten berbahaya dapat dilakukan lebih cepat dan tidak selalu bergantung pada kantor pusat di luar negeri.
Pax insight
Selain menekan platform, Kemkomdigi juga aktif menjalankan patroli siber harian lintas kementerian/lembaga untuk menangani radikalisme digital dan ancaman keamanan ruang digital bagi anak.
Langkah ini menunjukkan upaya pemerintah untuk mendorong platform digital global lebih bertanggung jawab atas keamanan konten untuk pengguna di Indonesia.



