Gawai
Jumat, 27 Maret 2026 11:05 WIB

Inggris uji coba pembatasan akses medsos untuk anak-anak

Pemerintah Inggris mulai meluncurkan uji coba pembatasan akses media sosial ke anak-anak sebagai dasar pembuatan kebijakan.

Pemerintah Inggris dilaporkan mulai melakukan uji coba pembatasan ketat akses media sosial untuk remaja. Langkah ini merupakan bagian dari konsultasi nasional untuk menentukan kebijakan pembatasan akases platform bagi anak di bawah usia 16 tahun. 

Adapun uji coba pembatasan media sosial ini dilakukan terhadap 300 remaja selama enam minggu. Kemudian, tiap responden itu akan dibagi dalam empat kelompok berbeda. 

Kenapa ini penting? 

Lewat uji coba ini, Inggris mencoba mencari data riil tentang bagaimana pembatasan digital memengaruhi gaya hidup remaja, mulai dari kualitas tidur, prestasi sekolah, dan kehidupan keluarga. 

Menurut Sekretaris Teknologi Inggris Liz Kendall, inisiatif ini merupakan upaya menguji berbagai opsi di kehidupan nyata, sebelum akhirnya nanti diimplementasikan untuk kebijakan di masa depan. 

Tidak hanya itu, langkah ini diambil setelah para anggota parlemen Inggris sempat menolak usulan pelarangan total akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun lewat undang-undang Children's Wellbeing and Scholls Bill. 

Adapun target aplikasi dalam pembatasan ini adalah beberapa platform populer seperti Instagram, TikTok, dan Snapchat. 

Uji coba pembatasan media sosial di Inggris

Kelompok 1: Kelompok ini diminta memanfaatkan fitur parental controls untuk menghapus atau menonaktifkan aplikasi tertentu

Kelompok 2: Peserta di kelompok ini akan dibatasi akses media sosial hanya 1 jam dalam satu hari. 

Kelompok 3: Di kelompok ini, peserta akan dikenai jam malam. Jadi, peserta tidak bisa mengakses platform populer antara pukul 9 malam hingga 7 pagi. 

Kelompok 4: Peserta bisa mengakses media sosial tanpa pembatasan. 

Selain uji coba ini, studi ilmiah yang diadakan oleh Universitas Cambridge dan Bradford Institute for Health juga sedang berjalan. Studi ini melibatkan 4.000 siswa dan 10 sekolah untuk menganalisis dampak stres dan kesehatan fisik. 

Pax insight

Langkah pemerintah Inggris ini menunjukkan kalau sejumlah negara memang telah menaruh perhatian besar pada kebiasaan anak muda mengakses media sosial. Tak hanya soal kesehatan, hal ini juga terkait dengan perlindungan anak di internet.