Apple mencatat sejarah baru dalam laporan keuangan kuartal yang berakhir pada 27 Desember 2025. Perusahaan asal Cupertino ini berhasil membukukan pendapatan total tertinggi sepanjang masa, didorong oleh lonjakan permintaan iPhone yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Kenapa ini penting: Di tengah kekhawatiran pasar soal kejenuhan smartphone dan harga perangkat yang semakin mahal, Apple membuktikan bahwa minat konsumen terhadap produk premium masih sangat besar. Khususnya, iPhone 17 dengan integrasi kecerdasan buatan (AI) menjadi daya tarik utama yang membuat permintaan melonjak, sebagaimana dilansir dari Engadget.
Detail pendorong rekor
CEO Apple, Tim Cook, menyebut permintaan iPhone kali ini benar-benar “mencengangkan”. Beberapa faktor utama yang mendorong pencapaian ini antara lain:
- AI: Fitur AI generatif pada iPhone 17 menjadi magnet bagi pengguna yang ingin merasakan teknologi terbaru.
- Layanan: Sektor layanan seperti iCloud, Apple Music, dan TV+ tumbuh 14%, menunjukkan keberhasilan Apple dalam diversifikasi pendapatan di luar penjualan perangkat keras.
- Stategi: Opsi pembiayaan yang agresif membuat iPhone tetap bisa diakses konsumen meski harga perangkat terus naik.
Angka-angka penting
- USD 143,76 miliar (~Rp2.242 triliun): Total pendapatan kuartalan Apple, rekor tertinggi sepanjang sejarah.
- USD 85,27 miliar (~Rp1.330 triliun): Pendapatan khusus dari penjualan iPhone.
- USD 30 miliar (~Rp468 triliun): Pendapatan dari sektor layanan.
Efek “flywheel” ekosistem Apple bekerja dengan sangat baik. Pertumbuhan layanan sebesar 14% membuktikan bahwa sekali pengguna membeli iPhone, mereka cenderung terikat dalam siklus berlangganan layanan Apple. Hal ini menciptakan aliran pendapatan yang stabil dan berulang, membuat posisi Apple jauh lebih aman dibandingkan kompetitor yang hanya mengandalkan penjualan perangkat keras.
Pax insight
Dengan dominasi mutlak di segmen premium dan strategi mesin uang ganda (hardware + layanan), Apple mengirimkan pesan kuat kepada para pesaingnya. Integrasi AI dan ekosistem tertutup terbukti masih menjadi resep paling menguntungkan di industri teknologi. Rekor ini sekaligus menegaskan bahwa Apple bukan hanya menjual perangkat, tetapi juga membangun ekosistem yang membuat konsumen terus kembali.



