AI
Rabu, 4 Maret 2026 18:06 WIB

X wajibkan penggunaan logo AI di tengah situasi geopolitik yang memanas

Bagi pengguna platform mereka yang memposting konten AI, X mewajibkan penggunaan logo AI di tengah situasi geopolitik yang memanas.

Platform X memberlakukan kebijakan baru yang tegas, dimana kreator akan ditangguhkan dari program bagi hasil pendapatan jika mereka mengunggah video konflik bersenjata hasil rekayasa kecerdasan buatan tanpa memberikan label atau pengungkapan yang jelas.

Kenapa ini penting?

Seiring kualitas video AI yang kini makin sulit dibedakan dari rekaman asli, X berusaha membendung penyebaran hoaks visual di tengah memanasnya tensi geopolitik seperti konflik AS, Israel, dan Iran. Langkah ini diambil secara spesifik untuk mencegah kreator meraup keuntungan finansial dari penyebaran misinformasi bertema perang.

Bagaimana detailnya?

  • Sanksi berjenjang : Head of Product X, Nikita Bier, mengumumkan bahwa pelanggar pertama akan ditangguhkan dari program monetisasi selama 90 hari. Sementara itu, pelanggar berulang akan diblokir secara permanen dari program tersebut.
  • Cakupan spesifik : Kebijakan ini diterapkan secara sempit; hanya menyasar kreator yang akunnya dimonetisasi dan khusus untuk konten video AI bertema konflik bersenjata. Akun biasa (non-monetisasi) atau unggahan AI dengan tema umum tidak terdampak aturan ini.
  • Metode deteksi : X akan mengandalkan pengecekan fakta urun dana melalui Community Notes serta pelacakan metadata dari alat pembuat AI generatif untuk mendeteksi pelanggaran.
  • Pengembangan fitur : Di luar watermark otomatis untuk konten dari chatbot Grok milik mereka, X juga dilaporkan tengah menguji coba tombol pelabelan AI manual agar pengguna bisa lebih transparan menandai konten sintetisnya sendiri.

Pax insight

Kebijakan ini menjadi peringatan keras bagi para kreator konten. X menegaskan bahwa mengeruk keuntungan dari kebingungan publik menggunakan konten sintetis di masa-masa krisis atau konflik bersenjata tidak lagi ditoleransi di platformnya.