Dengan lebih dari 130 juta keping sampah mengorbit Bumi, bahaya tabrakan dengan puing antariksa menjadi masalah besar. Atomic-6 mengembangkan ubin Pelindung Antariksa baru yang lebih ringan dan efektif dibandingkan sistem saat ini untuk melindungi satelit dari ancaman berkecepatan tinggi, dilansir dari New Atlas.
Sebagian besar puing berukuran lebih kecil dari serpihan cat, sehingga mungkin tampak tidak berbahaya. Namun ketika serpihan cat terbang dengan kecepatan hipersonik dan bertemu satelit yang terbang dengan kecepatan hipersonik ke arah berlawanan, hasilnya bisa menghancurkan.
Pelindung paling umum saat ini adalah Perisai Whipple yang dikembangkan astronom Fred Whipple pada 1940-an. Digunakan pada Modul Komando Apollo dan Modul Bulan, Perisai Whipple terdiri dari lapisan lembar aluminium yang dipisahkan satu sama lain dengan celah atau pengisi busa polimer. Ide dasarnya, jika mikrometeor menghantam perisai, energinya akan tersebar saat melewati setiap lapisan hingga (mudah-mudahan) habis saat mencapai lambung pesawat.
Perisai Whipple memang berfungsi, tetapi jauh dari ideal. Perisai ini rumit dibuat, berat, dan mahal. Lebih buruk lagi, aluminium cenderung melemparkan pecahan saat terkena, menghasilkan lebih banyak puing, yang justru kontraproduktif.
Kini, Atomic-6 mengklaim telah menciptakan peningkatan dari Perisai Whipple dengan produk Pelindung Antariksa mereka. Dikembangkan selama 18 bulan, Pelindung Antariksa terdiri dari ubin polimer dengan rasio serat dan resin yang dirahasiakan, dibentuk melalui proses rahasia pula. Ubin ini bersifat perekat sendiri, berukuran 30 sentimeter kali 30 sentimeter dan tebal 2,5 sentimeter, atau dapat dibuat sesuai pesanan hingga ukuran 1x1 meter.
Menurut perusahaan, Pelindung Antariksa dapat menangani tumbukan lebih dari 7 kilometer per detik dengan jauh lebih sedikit puing yang dihasilkan. Variannya termasuk pelindung lebih ringan dan tipis yang dapat menangani 90 persen kemungkinan puing antariksa hingga diameter 3 milimeter, atau versi berat untuk puing hingga lebar 12,5 milimeter.
Selain itu, Pelindung Antariksa memiliki keunggulan lain dibandingkan Perisai Whipple, ia transparan terhadap gelombang radio, sementara Perisai Whipple bertindak seperti sangkar Faraday yang memblokir sinyal radio. Ini berarti pelindung polimer baru dapat dibuat menjadi kubah radio dan struktur lain untuk melindungi radar dan antena komunikasi. Namun, Atomic-6 juga membuat versi tidak tembus radio dari pelindung tersebut.
"Ini penemuan besar. Kami membuat kubah radio pertama yang dapat menghentikan puing orbital," kata Trevor Smith, CEO Atomic-6. "Anda tidak perlu mengorbankan komunikasi untuk melindungi pesawat antariksa lagi".



